Gempa M4.8 — Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo
Magnitudo 4.8, kedalaman 87 km.
Dirasakan: III Kab. Gorontalo, II - III Kab. Bone Bolango, II - III Kab. Gorontalo Utara, II - III Kota Gorontalo, II - III Kab. Banggai, II - III Kab. Banggai Kepulauan
Waktu kejadian
3 Nov 2026 22:37 WIB
Lokasi kejadian
Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo
Zona paparan (estimasi)
Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali
Potensial terpapar
~188 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~48 ribu KK (estimasi)
Radius zona paparan
±56.2 km (model estimasi)
Magnitudo
M 4.8
Kedalaman
87.0 km
Koordinat
-0.2, 123.32
Agregasi kecamatan tidak tersedia — estimasi dari wilayah administratif terdekat.
Metode estimasi: wilayah administratif terdekat (perkiraan kasar, tanpa agregasi kecamatan).
Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)
Lokasi kejadian Radius primer ±56.2 km
Memuat peta…
Titik lokasi kejadian dan radius zona paparan model (estimasi). Pratinjau citra satelit di bawah diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi dan radius estimasi paparan (peta di atas tanpa polygon kecamatan ungu). Gunakan panel Layer peta untuk tile citra interaktif.
Citra satelit terkait Gempa Bumi
GIBS: 2026-11-03 UTC
Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi dan lingkaran radius estimasi paparan — tanpa polygon kecamatan ungu di peta interaktif di atas. Layer tile citra tetap tersedia di panel Layer peta.
Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota GorontaloProvinsiRadius estimasiLokasi kejadian
VIIRS true color (siang)NASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay batas provinsi + radius estimasi; peta di atas tanpa polygon kecamatan ungu.
Langsung di peta EWS
Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.
Gempa Bumi — Gempa M4.8 — Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo. Wilayah estimasi dampak: Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali. Magnitudo M4.8, kedalaman 87 km. Potensial terpapar ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~48 ribu KK (estimasi). Status peringatan: Waspada. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.
Tindakan prioritas untuk kejadian ini
Jauhi bangunan rusak; waspadai gempa susulan.
Zona padat penduduk — koordinasikan titik kumpul keluarga dan hindari kerumunan di jalan sempit.
Saat ini
Jika di pantai: waspadai potensi tsunami setelah gempa kuat.
Jika di luar: ke area terbuka jauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon.
Jika di dalam ruangan: berlindung di bawah meja kuat hingga guncangan berhenti.
Jauhi jendela, dinding luar, dan benda yang bisa roboh.
Setelah kejadian
Gunakan radio/seluler untuk informasi resmi; hindari hoaks.
Hindari bangunan rusak dan pantau gempa susulan.
Matikan gas, listrik, dan air jika ada kerusakan.
Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)
Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.
Petani — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Sedang
Analisis Gempa Bumi untuk Petani di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Gempa M4.8 — Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 188 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Zona model mencakup ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Risiko iklim: Sedang
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan
Pesisir & wilayah maritim
Pesisir Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa kuat berpotensi tsunami; hentikan operasi di garis pantai segera.
Pegunungan & lereng
Pegunungan Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.
Dataran rendah & aluvial
Dataran Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.
Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.
Hentikan operasi bila
Saat ada peringatan gempa susulan signifikan
Jika bangunan gudang/pompa rusak berat
Saat guncangan kuat dirasakan di lahan
Saat peringatan aktif
Lindungi diri di area terbuka jauh dari struktur rapuh
Matikan pompa irigasi dan genset bila aman
Jauhi gudang, menara tangki air, dan pohon tinggi
Hentikan aktivitas di lahan jika guncangan kuat
Lindungi aset
Backup data jadwal tanam dan catatan pupuk
Lindungi alat pertanian portable
Amankan hasil panen di gudang bertingkat
Pemulihan
Ajukan bantuan benih/pupuk via dinas pertanian
Pantau kualitas air irigasi pasca-gempa
Rotasi tanaman pada lahan retak
Prioritaskan perbaikan irigasi sebelum MT
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Pertanian kab/kota
Penyuluh pertanian
Gapoktan/KUD
BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.
Nelayan — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Sedang
Analisis Gempa Bumi untuk Nelayan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Gempa M4.8 — Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 188 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Zona model mencakup ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Risiko iklim: Sedang
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Pesisir: tinggalkan dermaga dan perairan dangkal segera.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan
Pesisir & wilayah maritim
Gempa pesisir Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — waspadai tsunami; jika di laut dekat pantai, menuju perairan dalam >100 m bila memungkinkan.
Pegunungan & lereng
Pegunungan Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.
Dataran rendah & aluvial
Dataran Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.
Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.
Hentikan operasi bila
Saat guncangan dirasakan di dermaga
Saat peringatan tsunami diterbitkan
Setelah gempa kuat di pesisir
Saat peringatan aktif
Di pantai: segera ke dataran tinggi
Matikan mesin dan lepas tali bila di dermaga
Jangan kembali ke dermaga hingga aman
Di laut: menuju perairan dalam (>100 m) bila memungkinkan
Lindungi aset
Lindungi alat tangkap dari puing
Angkat mesin tempel dari perahu kecil
Amankan kapal di pelabuhan aman
Pemulihan
Bantuan alat tangkap bila tersedia
Diversifikasi mata pencaharian sementara
Koordinasi dinas perikanan
Perbaiki kapal prioritas untuk melaut
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Kelautan & Perikanan
Kelompok nelayan
SAR (118/115)
BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.
Petambak — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Sedang
Analisis Gempa Bumi untuk Petambak di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Gempa M4.8 — Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 188 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Zona model mencakup ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Risiko iklim: Sedang
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan
Pesisir & wilayah maritim
Pesisir Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa kuat berpotensi tsunami; hentikan operasi di garis pantai segera.
Pegunungan & lereng
Pegunungan Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.
Dataran rendah & aluvial
Dataran Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.
Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.
Hentikan operasi bila
Saat peringatan gempa susulan
Jika infrastruktur rusak berat
Saat guncangan kuat dirasakan
Saat peringatan aktif
Matikan peralatan berbahaya bila aman
Lindungi diri di area terbuka aman
Jauhi struktur rapuh dan tebing
Hentikan aktivitas kerja saat guncangan kuat
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Perikanan budidaya
Kelompok tambak
BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.
Penambang Tradisional — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Sedang
Analisis Gempa Bumi untuk Penambang Tradisional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Gempa M4.8 — Pusat gempa berada di laut 86 km Selatan Kota Gorontalo. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 188 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Zona model mencakup ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Risiko iklim: Sedang
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan
Pesisir & wilayah maritim
Pesisir Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa kuat berpotensi tsunami; hentikan operasi di garis pantai segera.
Pegunungan & lereng
Pegunungan Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.
Dataran rendah & aluvial
Dataran Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.
Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.
Hentikan operasi bila
Saat peringatan gempa susulan
Jika infrastruktur rusak berat
Saat guncangan kuat dirasakan
Saat peringatan aktif
Matikan peralatan berbahaya bila aman
Lindungi diri di area terbuka aman
Jauhi struktur rapuh dan tebing
Hentikan aktivitas kerja saat guncangan kuat
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas ESDM
BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.
Jiwa dalam zona paparan gempa berisiko mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental, terutama jika terjadi pengungsian atau kerusakan sanitasi.
Informasi kesehatan ini relevan bagi ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.
Penyakit (Infeksi & Menular)
Diare akutSedangAir dan makanan terkontaminasi, sanitasi rusak
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)SedangPengungsian padat, debu, dan cuaca ekstrem
Infeksi lukaSedangLuka tidak segera ditangani di lingkungan kotor
TetanusRendahLuka tertutup tanpa imunisasi lengkap
Bahaya Non-Penyakit
Trauma fisik dan frakturTinggiTertimpa reruntuhan, jatuh, atau luka robek
Gangguan jiwa pascatraumaTinggiKecemasan, insomnia, dan stres setelah guncangan
Hipotermia atau heat strokeSedangMenginap di luar ruangan tanpa perlindungan
Keracunan gas atau asapSedangKebocoran gas LPG/tabung setelah kerusakan bangunan
Kelompok rentan prioritas:
Lansia dan penyandang disabilitas · Anak-anak · Ibu hamil dan menyusui · Penderita penyakit kronis (jantung, diabetes, asma)
Pencegahan bagi populasi terpapar
Gunakan air bersih atau air yang dimatangkan; cuci tangan dengan sabun.
Bersihkan dan tutup luka; segera ke fasilitas kesehatan jika luka dalam.
Jaga kebersihan pengungsian dan buang sampah secara teratur.
Dukung kesehatan jiwa keluarga — ajak bicara dan istirahat cukup.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke Puskesmas/RS jika ada luka berat, perdarahan tidak berhenti, sesak napas, demam tinggi berkelanjutan, diare berulang, atau gejala depresi/trauma yang mengganggu aktivitas.
Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.
Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Gempa
Gempa mengganggu habitat darat dan pesisir, memicu longsor, kerusakan hutan, dan perubahan muka air tanah yang berdampak pada flora, fauna, dan jaringan ekosistem setempat.
Selain manusia, ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.
6 dampak tinggi
teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.
Flora & Vegetasi
Pohon tumbang & kanopi rusakTinggiGuncangan kuat merobohkan pohon besar, membuka kanopi dan mengubah mikroiklim hutan.
Vegetasi tepi jurang & lerengTinggiRetakan tanah dan longsor menghancurkan vegetasi penguat lereng.
Tanaman pangan & perkebunanSedangInfrastruktur irigasi rusak; tanaman mati akibat genangan atau kekeringan pasca-gempa.
Fauna (Satwa Liar)
Satwa liar terperangkap reruntuhanTinggiBurung, reptil, dan mamalia kecil di bangunan/kawah longsor.
Perubahan perilaku & migrasiSedangGempa susulan mendorong satwa meninggalkan habitat — risiko konflik manusia-satwa.
Koloni penyerbuk (lebah, kupu-kupu)SedangSarang dan habitat penyerbuk rusak; penurunan produksi buah liar sementara.
Perairan & Biota Akuatik
Ikan & biota sungaiSedangMaterial longsor ke sungai meningkatkan kekeruhan dan mengurangi oksigen terlarut.
Mata air & mata air vulkanikRendahPerubahan aliran air tanah dapat mengeringkan atau memunculkan mata air baru.
Habitat & Ekosistem
Fragmentasi habitat hutanTinggiJalan longsor dan celah kanopi memecah konektivitas populasi satwa.
Ekosistem pesisir (mangrove, lamun)SedangSubsiden tanah dan gelombang resonansi merusak zona intertidal.
Tanah labil pasca-guncanganTinggiLereng rawan longsor susulan — habitat tidak stabil untuk regenerasi cepat.
Ternak & Hewan Peliharaan
Ternak terperangkap & stresTinggiKandang runtuh; hewan ternak panik, cedera, atau mati kelaparan.
Pakan & air minum ternakSedangPersediaan pakan terputus; kontaminasi air dari material bangunan.
Habitat prioritas pemantauan:
Hutan primer & sekunder · Lereng curam ber-HCV · Zona pesisir ber-mangrove · Kawasan konservasi satwa
Tindakan konservasi & perlindungan satwa
Evakuasi satwa peliharaan/ternak ke zona aman; sediakan pakan dan air bersih.
Hindari membuka jalan baru di lereng labil — gunakan jalur eksisting bila aman.
Pantau satwa liar yang masuk permukiman (ular, babi hutan, monyet) pasca-habitat rusak.
Amati satwa liar yang terluka atau terdampar di habitatnya.
Pemulihan ekosistem: Rehabilitasi vegetasi lereng dengan species lokal penguat tanah; bioremediasi sungai dari material longsor; pemantauan populasi satwa indikator 6–24 bulan pasca-bencana.
Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.
Konteks Geografis & Lingkungan
Topografi
Dataran rendah (<200 m)
Keanekaragaman Hayati Setempat
Wallacea Sulawesi
— Sulawesi Forest
Flora: Cengkeh, Kayu Ulin, Nipah Sulawesi, Pohon Sago, Rattan Sulawesi
Guncangan utama dapat memicu fenomena berantai yang mempengaruhi wilayah lebih luas dari episentrum.
Faktor Fenomena Iklim & Musim
Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.
Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur
(bulan 11)
Sedang
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Fenomena regional & atmosfer
Outlook/prediksi musim BMKG
Terdeteksi
Peringatan atau outlook musim dari BMKG (prediksi kemarau/hujan di atas/bawah normal).
Teridentifikasi dari konteks peringatan/teks bencana.
Waspada: Ikuti update DIN/DMN BMKG bulanan
Monsun & musim lokal
Transisi monsun (pancaroba)
Kemungkinan tinggi
Pergantian musim — cuaca tidak stabil, hujan lokal ekstrem dan kekeringan singkat dapat bergantian.
Inferensi musim: bulan 11 di zona central indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).
Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.
Gempa → Tsunami
Rendah
Gempa → Tsunami
Gempa dangkal kuat di lepas pantai dapat memindahkan dasar laut vertikal → gelombang tsunami.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Air laut surut · Gempa dirasakan kuat di pesisir
Gempa → Longsor
Sedang
Gempa → Longsor
Getaran melemahkan lereng curam; diperparah hujan dan tanah vulkanik labil.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Gempa susulan · Lereng basah
Gempa → Likuefaksi
Rendah
Gempa → Likuefaksi tanah
Guncangan kuat pada tanah berbutir halus berair menyebabkan likuefaksi — bangunan mengendap dan tanah memancarkan air.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Tanah memancarkan air · Bangunan miring · Paving bergelombang
Gempa → Banjir
Rendah
Likuefaksi → Genangan
Tanah berlikuefaksi di dataran rendah menyebabkan genangan, kerusakan drainase, dan banjir lokal.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Tanah memancarkan air · Bangunan miring
Longsor
Sedang
Terkait: Longsor
Getaran melemahkan lereng curam, terutama saat tanah basah atau bekas longsor.
Zona potensial (estimasi): Lereng di atas permukiman, tebing jalan, dan area bekas longsor.
Indikator waspada: Retakan tanah baru · Pohon miring · Mata air muncul mendadak
Gempa susulan (aftershock)
Sedang
Penyesuaian tekanan di sekitar patahan utama setelah gempa induk.
Zona potensial (estimasi): Radius beberapa puluh hingga ratusan km dari episentrum.
Indikator waspada: Guncangan berulang dalam 24–72 jam · Bangunan sudah rusak rentan roboh
Tsunami
Rendah
Terkait: Tsunami
Perpindahan dasar laut vertikal pada gempa di bawah/laut dangkal dapat menghasilkan gelombang tsunami.
Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius ratusan km dari sumber, tergantung magnitudo dan kedalaman.
Indikator waspada: Air laut surut tiba-tiba · Gemuruh seperti kereta api · Gempa kuat di pesisir
Likuefaksi tanah
Rendah
Terkait: Likuefaksi
Tanah berbutir halus berair kehilangan kekuatan akibat guncangan, seperti cairan.
Zona potensial (estimasi): Lahan rawa, reklamasi, tepi sungai, dan area endapan alluvial.
Indikator waspada: Tanah memancarkan air · Bangunan miring/mengendap · Paving retak bergelombang
Genangan pasca-likuefaksi
Rendah
Terkait: Banjir
Tanah berlikuefaksi dan drainase rusak menyebabkan genangan lokal serta banjir setelah gempa.
Zona potensial (estimasi): Dataran rendah, reklamasi, dan kawasan permukiman padat.
Indikator waspada: Genangan muncul tanpa hujan · Saluran tersumbat lumpur
Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.
Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini
Kebutuhan logistik untuk Gempa Bumi di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali, dengan ~188 ribu jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, pascagempa M4.8.
Perkiraan kebutuhan logistik (3 hari, ±30%)
~1.502.003–2.789.435 LAir minum
~1.185.792–2.202.186 porsiPorsi makanan
~5.631–10.457 unitTenda
~5.270–9.788 kotakKotak P3K
Fokus distribusi kejadian ini:
Wilayah pesisir — prioritaskan air tawar, pakaian kering, dan sanitasi portable.
Barang prioritas untuk pengiriman
Air minum kemasan / galon
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~2.145.719 L (3 hari)Sumber air rusak atau terkontaminasi
Makanan siap saji (MP-ASI, biskuit, nasi kotak)
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~1.693.989 porsi (3 hari)Tidak perlu dimasak jika dapur rusak
Tenda pengungsian & terpal
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~8044 unitBangunan tidak layak huni
Kasur lipat / matras / alas tidur
Sangat dibutuhkan
1/orangPengungsian terbuka atau gedung
Senter & baterai cadangan
Sangat dibutuhkan
1/KK + cadanganListrik padam
Kotak P3K & perban
Sangat dibutuhkan
1 kotak/25 orangLuka tertimpa reruntuhan
Obat rutin (hipertensi, diabetes, asma)
Sangat dibutuhkan
7–14 hari stokPenderita penyakit kronis
Sabun mandi & cuci tangan
Sangat dibutuhkan
1 batang/4 orangCegah diare pasca-bencana
Toilet darurat / closet portable
Sangat dibutuhkan
1/20–30 orangMCK rusak
Selimut & pakaian layak
Sangat dibutuhkan
1–2/orangMalam di pengungsian
Susu formula & MPASI bayi
Sangat dibutuhkan
Sesuai jumlah balitaBayi <2 tahun
Popok bayi
Sangat dibutuhkan
5–8/bayi/hari—
Daftar lengkap kebutuhan logistik (sesuai dokumen acuan)
Prioritas 72 jam pertama
Air minum kemasan / galon
Sangat dibutuhkan
3–5 liter/orang/hariSumber air rusak atau terkontaminasi
Makanan siap saji (MP-ASI, biskuit, nasi kotak)
Sangat dibutuhkan
3× makan utama/orang/hariTidak perlu dimasak jika dapur rusak
Tenda pengungsian & terpal
Sangat dibutuhkan
1 tenda/5–8 KKBangunan tidak layak huni
Kasur lipat / matras / alas tidur
Sangat dibutuhkan
1/orangPengungsian terbuka atau gedung
Senter & baterai cadangan
Sangat dibutuhkan
1/KK + cadanganListrik padam
Kotak P3K & perban
Sangat dibutuhkan
1 kotak/25 orangLuka tertimpa reruntuhan
Kesehatan & medis
Masker debu (N95/kain)
Penting
2–3/orang/hariDebu bangunan roboh
Obat rutin (hipertensi, diabetes, asma)
Sangat dibutuhkan
7–14 hari stokPenderita penyakit kronis
Antiseptik, salep luka, handsanitizer
Penting
1 set/KKCegah infeksi luka
Alat bantu (kruk, kursi roda sementara)
Penting
Sesuai kebutuhanKorban cedera
Kebersihan & sanitasi
Sabun mandi & cuci tangan
Sangat dibutuhkan
1 batang/4 orangCegah diare pasca-bencana
Toilet darurat / closet portable
Sangat dibutuhkan
1/20–30 orangMCK rusak
Pembalut & popok dewasa
Penting
Paket wanita & lansiaKebutuhan khusus
Ember, gayung, jerigen air bersih
Penting
1 set/KKDistribusi air
Perlindungan & hunian sementara
Selimut & pakaian layak
Sangat dibutuhkan
1–2/orangMalam di pengungsian
Plastik kresek besar (kantong bantuan)
Penting
1/KKPenyortiran donasi
Palu, linggis, alat bantu evakuasi ringan
Pendukung
Tim SARPencarian korban
Genset kecil & kabel (jika aman)
Pendukung
1/lokasi pengungsianPenerangan & komunikasi
Kelompok rentan
Susu formula & MPASI bayi
Sangat dibutuhkan
Sesuai jumlah balitaBayi <2 tahun
Popok bayi
Sangat dibutuhkan
5–8/bayi/hari—
Makanan lunak / bubur lansia
Penting
Lansia tanpa gigi—
Kacamata cadangan & alat bantu dengar
Pendukung
Sesuai kebutuhanPenyandang disabilitas
Hindari donasi:
Pakaian bekas tidak layak · Makanan mudah basi tanpa cold chain · Donasi tidak terencana
Prioritas pengiriman: Koordinasikan pengiriman ke Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali; gunakan gudang logistik kabupaten sebagai hub distribusi.
Perkiraan kasar berdasarkan model paparan populasi — verifikasi kebutuhan lapangan sebelum pengiriman besar.