PDI Perjuangan

Sistem Peringatan Dini, Mitigasi & Relief Bencana

Sekretariat DPP PDI Perjuangan

Pantau peringatan bencana aktif, analisis dampak, dan panduan mitigasi — terintegrasi dari BMKG, MAGMA, USGS, dan sumber resmi lainnya.

2406 Peringatan aktif
7 Jenis bencana
5 Nov 2026 02:45 WIB Pembaruan terakhir
Gempa Bumi 46 Tsunami Banjir Gunung Erupsi 904 Kebakaran Hutan 1454 Longsor Cuaca Ekstrem 2

Pasang aplikasi di iPhone/iPad

Khusus iOS Notifikasi push di iOS hanya berjalan setelah aplikasi dipasang ke Layar Utama — tidak tersedia dari tab browser biasa.

  1. Ketuk ikon Bagikan (kotak dengan panah ke atas) di bawah layar.
  2. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
  3. Ketuk Tambah.
  4. Buka aplikasi dari ikon di Layar Utama, lalu aktifkan notifikasi push.

Aktifkan notifikasi di browser

    Advisory ENSO · NOAA Climate Prediction Center

    El Niño sedang AKTIF dan menguat

    Sangat kuat Niño 3.4 konvensional
    +3.4°C
    +0.2°C dalam 4 minggu

    Niño 3.4 konvensional · mingguan · ambang ±0.5°C · minggu 28 Oktober 2026

    Wilayah Niño lainnya (anomali SST minggu yang sama)

    +5.4°C

    Niño 1+2

    +4.4°C

    Niño 3

    +1.4°C

    Niño 4

    Perubahan minggu ini · Niño 3.4, NOAA konvensional mingguan

    0.0°C

    minggu ini, dari +3.4°C ke +3.4°C

    +0.2°C

    dalam empat minggu, dari +3.2°C pada 30 September 2026

    29 minggu

    di atas ambang ±0,5°C El Niño/La Niña, sejak 15 April 2026

    Sangat kuat

    klasifikasi berdasarkan |Niño 3.4| minggu terbaru

    El Niño kuat biasanya menurunkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia — waspadai kekeringan, karhutla, dan gangguan pasokan air.

    Data NOAA minggu 28 Oktober 2026 · diperbarui 4 November 2026, 18:25 WIB

    Sumber: NOAA CPC weekly Niño indices (OISSTv2.1, 1991–2020)

    Pelacakan Kapal

    Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) "LAKSAMANA MALAHAYATI"

    Posisi terakhir
    -5,90100, 106,01579 · 28 Oktober 2026, 08:06 WIB

    Info kegiatan kapal

    Peta Peringatan Aktif

    Gempa Tsunami Banjir Gunung Kebakaran Longsor Cuaca
    Memuat peta…

    Ketuk marker untuk detail peringatan (peta zona paparan kecamatan & citra satelit per lokasi). Panel Layer citra & peta (bawah layar di HP) untuk tile satelit, hotspot FIRMS, dan referensi geo. Ketuk badge penyebab di tabel udara untuk zoom ke lokasi.

    Prediksi Musim Hujan 2026/2027

    Diperbarui dari rilis BMKG 22 Sep 2026, buku prediksi 2 Okt 2026, dan analisis Dasarian III Oktober 2026 (2026-11-63)

    BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat (mundur) di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih singkat dari normalnya.

    59 ZOM (8,4%) sudah masuk musim hujan (Dasarian III Oktober 2026) — BMKG, Dasarian III Oktober 2026 (terbit 2026-11-63)

    61,08% awal musim hujan MUNDUR

    Puncak Des 2026–Feb 2027

    69,76% sifat hujan NORMAL

    El Niño sangat kuat · Niño3.4: BMKG +3,57 (Das. III Okt 2026) · NOAA +3,4 (minggu 28 Okt 2026) · IOD +0,659 — BMKG, Dasarian III Oktober 2026 (terbit 2026-11-63)

    Awal musim hujan per bulan

    Agu 2026: 2 ZOM (0,25% luas daratan BMKG)2Sep 2026: 32 ZOM (5,53% luas daratan BMKG)32Okt 2026: 63 ZOM (15,09% luas daratan BMKG)63Nov 2026: 185 ZOM (24,66% luas daratan BMKG)185Des 2026: 266 ZOM (17,31% luas daratan BMKG)266Jan 2027: 4 ZOM (0,31% luas daratan BMKG)4Mar 2027: 12 ZOM (1,2% luas daratan BMKG)12Mei 2027: 2 ZOM (0,02% luas daratan BMKG)2Agu 20260,25%Sep 20265,53%Okt 202615,09%Nov 202624,66%Des 202617,31%Jan 20270,31%Mar 20271,2%Mei 20270,02%

    3 ZOM (0,67%) di Sumatera bagian utara diprediksi tidak mengalami musim kemarau pada 2026, dan 1 ZOM (0,11%) di Sulawesi diprediksi tidak mengalami musim hujan.

    Angka di atas batang = jumlah ZOM. Persentase BMKG dihitung dari luas daratan, bukan dari jumlah ZOM.

    Dibanding normal (1991–2020)

    Label: jumlah ZOM dan % luas wilayah BMKG.

    Awal musim hujan
    Mundur: 529 ZOM (61,08% % luas wilayah)Sama: 26 ZOM (2,15% % luas wilayah)Maju: 11 ZOM (1,12% % luas wilayah)lainnya/tidak dirinci
    • Mundur: 529 ZOM (61,08%)
    • Sama: 26 ZOM (2,15%)
    • Maju: 11 ZOM (1,12%)
    • lainnya/tidak dirinci
    Puncak musim hujan
    Mundur: 332 ZOM (50,76% % luas wilayah)Sama: 275 ZOM (39,69% % luas wilayah)Maju: 92 ZOM (9,55% % luas wilayah)
    • Mundur: 332 ZOM (50,76%)
    • Sama: 275 ZOM (39,69%)
    • Maju: 92 ZOM (9,55%)
    Sifat hujan
    Bawah normal: 42 ZOM (11,69% % luas wilayah)Normal (85–115% rerata): 510 ZOM (69,76% % luas wilayah)Atas normal: 147 ZOM (18,55% % luas wilayah)
    • Bawah normal: 42 ZOM (11,69%)
    • Normal (85–115% rerata): 510 ZOM (69,76%)
    • Atas normal: 147 ZOM (18,55%)
    Durasi musim hujan
    Lebih pendek: 482 ZOM (51,90% % luas wilayah)Sama: 40 ZOM (5,06% % luas wilayah)Lebih panjang: 60 ZOM (8,58% % luas wilayah)lainnya/tidak dirinci
    • Lebih pendek: 482 ZOM (51,90%)
    • Sama: 40 ZOM (5,06%)
    • Lebih panjang: 60 ZOM (8,58%)
    • lainnya/tidak dirinci

    Puncak musim hujan

    Des 2026 155 ZOM 36,94% luas wilayah
    Jan 2027 162 ZOM 25,68% luas wilayah
    Feb 2027 190 ZOM 16,79% luas wilayah

    Faktor iklim (ringkas)

    • El Niño sangat kuat, diprediksi bertahan hingga awal 2027 · Niño3.4: BMKG +3,57 (Das. III Okt 2026) · NOAA +3,4 (minggu 28 Okt 2026), indeks ENSO ASO +3,09 (BMKG, Dasarian III Oktober 2026 (terbit 2026-11-63))
    • IOD +0,659 — IOD positif, diprediksi bertahan positif hingga akhir 2026 (BMKG, Dasarian III Oktober 2026 (terbit 2026-11-63))
    • Wilayah musim hujan aktif: Aceh, Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, Riau bagian utara, sebagian Kepulauan Riau, Bengkulu bagian utara, sebagian kecil Bogor, dan sebagian Kalimantan Barat (BMKG, Dasarian III Oktober 2026 (terbit 2026-11-63))

    Ringkas per wilayah

    Sumatera

    Awal Diawali Sumatera bagian utara; November 2026 (sebagian Sumatera); Desember 2026 (sebagian Lampung)

    Puncak Desember 2026 (sebagian besar Sumatera); Januari 2027 (Riau bagian selatan, Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara)

    Durasi 7 sampai lebih dari 33 dasarian

    3 ZOM di Sumatera bagian utara tanpa musim kemarau 2026; sebagian wilayah sudah masuk musim hujan per Dasarian I Oktober 2026

    Jawa

    Awal November 2026 (sebagian Jawa); Desember 2026 (sebagian besar Jawa)

    Puncak Januari 2027 (sebagian Jawa); Februari 2027 (sebagian besar Jawa)

    Durasi 7–24 dasarian (umumnya 10–21)

    Bali–NTB–NTT

    Awal November 2026 (sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT); Desember 2026 (sebagian besar Bali, NTB, dan NTT)

    Puncak Januari 2027 (Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT); Februari 2027 (sebagian besar Bali, NTB, NTT)

    Durasi 7–21 dasarian (umumnya 10–15)

    Kalimantan

    Awal November 2026 (sebagian Kalimantan); Desember 2026 (sebagian Kalimantan Selatan)

    Puncak Desember 2026 (sebagian besar Kalimantan); Januari 2027 (sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan)

    Durasi 19–30 dasarian

    Sulawesi

    Awal November 2026 (sebagian); Desember 2026 (sebagian besar Sulawesi)

    Puncak Desember 2026 (sebagian Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat); Januari 2027 (sebagian Sulawesi); Februari 2027 (sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan)

    Durasi 3–33 dasarian

    1 ZOM diprediksi tidak mengalami musim hujan

    Maluku–Papua

    Awal November 2026 (sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, sebagian Papua Selatan); Desember 2026 (sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Selatan bagian selatan)

    Puncak Desember 2026 (sebagian kecil Maluku, sebagian Papua); Februari 2027 (sebagian Maluku, sebagian besar Pulau Papua)

    Durasi 3–33 dasarian

    Dampak & yang perlu disiapkan

    Karhutla & kualitas udara

    Risiko karhutla dan asap lebih lama saat transisi; siapkan shelter udara bersih dan masker.

    Banjir & longsor

    Optimalkan drainase, petakan rawan banjir/longsor, dan siapkan evakuasi dini.

    Pertanian & perkebunan

    Waspadai hujan semu dan dry spell; ikuti Kalender Tanam Terpadu dan varietas adaptif.

    Sumber daya air & energi

    Hemat air, tampung hujan, atur waduk/PLTA proporsional saat puncak.

    Kesehatan

    Siapkan fasilitas untuk lonjakan DBD; tingkatkan PSN dan larvasidasi.

    Sumber: BMKG — Prediksi Musim Hujan 2026/2027 (2 Okt 2026), Siaran Pers 22 Sep 2026, Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Oktober 2026 (13 Okt 2026)

    Penjelasan lengkap

    Awal musim hujan per bulan dan wilayah

    Dari total 699 Zona Musim (ZOM), awal musim hujan tidak terjadi bersamaan. Musim hujan diawali dari Sumatera bagian utara, lalu bergerak bertahap ke wilayah lain.

    • Agustus 2026: 2 ZOM (0,25% luas daratan).
    • September 2026: 32 ZOM (5,53%).
    • Oktober 2026: 63 ZOM (15,09%).
    • November 2026: 185 ZOM (24,66%): sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.
    • Desember 2026: 266 ZOM (17,31%): sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.
    • Januari 2027: 4 ZOM (0,31%); Maret 2027: 12 ZOM (1,2%); Mei 2027: 2 ZOM (0,02%).
    • 3 ZOM (0,67%) di Sumatera bagian utara diprediksi tidak mengalami musim kemarau pada 2026, dan 1 ZOM (0,11%) di Sulawesi diprediksi tidak mengalami musim hujan.

    Dibanding normal 1991–2020, awal musim hujan MUNDUR di 529 ZOM (61,08%), antara lain Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, sebagian besar Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, dan sebagian besar Pulau Papua.

    Puncak musim hujan

    • Desember 2026 (155 ZOM; 36,94%): sebagian besar Sumatera, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian kecil Maluku, dan sebagian Papua.
    • Januari 2027 (162 ZOM; 25,68%): antara lain Riau bagian selatan, Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, dan sebagian Sulawesi.
    • Februari 2027 (190 ZOM; 16,79%): Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.

    Dibanding normal, puncak musim hujan MUNDUR di 332 ZOM (50,76%), SAMA di 275 ZOM (39,69%), dan MAJU di 92 ZOM (9,55%).

    Sifat dan durasi musim hujan

    • NORMAL (85–115% dari rerata): 510 ZOM (69,76%), meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Papua.
    • ATAS NORMAL atau lebih basah: 147 ZOM (18,55%), antara lain sebagian Sumatera, Jawa Barat bagian tengah, DI Yogyakarta bagian barat, Bali bagian utara, sebagian besar NTB, sebagian NTT, sebagian Kalimantan, dan sebagian Sulawesi. Wilayah ini perlu diwaspadai.
    • BAWAH NORMAL atau lebih kering: 42 ZOM (11,69%), antara lain Bengkulu bagian barat, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil NTT, Kalimantan bagian utara dan timur, dan Maluku bagian selatan.
    • Durasi LEBIH PENDEK dari normal di 482 ZOM (51,90%), dominan di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan Pulau Papua. Lebih panjang di 60 ZOM (8,58%), sama di 40 ZOM (5,06%).
    • Rentang durasi: Sumatera 7 sampai lebih dari 33 dasarian; Jawa 7–24 dasarian (umumnya 10–21); Bali–NTB–NTT 7–21 dasarian (umumnya 10–15); Kalimantan 19–30 dasarian; Sulawesi 3–33 dasarian; Maluku dan Papua 3–33 dasarian.

    Faktor iklim pengendali (ENSO dan IOD)

    • El Niño sangat kuat: anomali suhu muka laut Niño3.4 akhir Agustus 2026 +2,83°C dan indeks ENSO JAS +2,63 (rilis 22 Sep 2026). Pemantauan Dasarian I Oktober 2026 mencatat anomali Niño3.4 +3,33 dan indeks ENSO ASO +3,08. El Niño diprediksi bertahan hingga awal 2027.
    • IOD positif: indeks IOD Dasarian I Oktober 2026 +0,703 (September +0,72), diprediksi bertahan positif hingga akhir 2026. IOD positif mengurangi curah hujan di Indonesia bagian barat.
    • Monsun Asia (angin baratan) diprediksi mulai masuk ke wilayah Indonesia bagian utara pada November 2026.
    • Per Dasarian III Oktober 2026, baru 59 ZOM (8,4%) yang sudah masuk musim hujan, yaitu Aceh, Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, Riau bagian utara, sebagian Kepulauan Riau, Bengkulu bagian utara, sebagian kecil Bogor, dan sebagian Kalimantan Barat.

    Dampak dan rekomendasi BMKG

    Karhutla & kualitas udara (masa transisi)

    • Mundurnya musim hujan membuat risiko karhutla dan kabut asap bertahan lebih lama, terutama September–Oktober 2026.
    • Manfaatkan prediksi hotspot untuk pemadaman dini, siapkan shelter udara bersih untuk kelompok rentan, dan gunakan masker partikulat di wilayah terdampak asap.

    Banjir & longsor (awal dan puncak musim hujan)

    • Optimalkan drainase, jangan buang sampah ke saluran air, perbanyak biopori dan sumur resapan.
    • Petakan lokasi rawan banjir dan longsor, periksa lereng secara berkala, siapkan jalur evakuasi dan tim siaga sejak tingkat RT/RW.
    • Pantau peringatan dini BMKG/BPBD dan tinggi muka air sungai; lakukan evakuasi dini bila muncul tanda pergerakan tanah.

    Pertanian & perkebunan

    • Waspadai gagal tanam akibat hujan semu (false start) dan dry spell panjang; semai padi tadah hujan sesuai prediksi awal musim hujan setempat.
    • Gunakan varietas adaptif berumur pendek, ikuti Kalender Tanam Terpadu (Katam), kendalikan OPT, dan daftarkan lahan ke Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    Sumber daya air & energi

    • Hemat air, perbesar tampungan air hujan skala rumah tangga, identifikasi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor.
    • Atur inflow, elevasi waduk, dan pelepasan air secara proporsional untuk PLTA serta keselamatan wilayah hilir saat puncak hujan.

    Kesehatan

    • Siapkan fasilitas kesehatan untuk lonjakan DBD dan penyakit akibat genangan; tingkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan larvasidasi.
    • Pantau prediksi kecocokan iklim DBD di dbd.bmkg.go.id.

    BMKG mengimbau pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memakai prediksi ini sebagai acuan peringatan dini untuk merancang aksi dini, serta berkonsultasi dengan kantor BMKG terdekat untuk informasi yang lebih rinci per wilayah.

    Sumber resmi

    Diperbarui dari rilis BMKG 22 Sep 2026, buku prediksi 2 Okt 2026, dan analisis Dasarian III Oktober 2026 (2026-11-63)

    Sumber: BMKG (Prediksi Musim Hujan 2026/2027). Tautan IRI / NOAA / ASMC / WMO sebagai pelengkap regional.

    Citra satelit & observasi remote sensing

    GIBS: 2026-11-03 UTC

    Citra satelit NASA GIBS dan hotspot FIRMS ditampilkan langsung di peta interaktif EWS (panel Layer peta). Pratinjau statis di bawah memakai sumber yang sama; tautan eksternal hanya pelengkap viewer resmi. Di halaman detail peringatan, pratinjau citra diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas wilayah.

    VIIRS true color (siang)
    VIIRS true color (siang) NASA GIBS · 2026-11-03 UTC
    Himawari-8 inframerah
    Himawari-8 inframerah NASA GIBS · 2026-11-03 UTC

    Langsung di peta EWS

    • Hotspot FIRMS (titik di peta)

    Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.

    Ke peta peringatan aktif
    Viewer eksternal (BMKG, Worldview, FIRMS)

    Peringatan per Jenis

    Ringkasan per jenis bencana — buka halaman jenis untuk analisis lengkap.

    Aset Logistik Bantuan Bencana

    Kendaraan dan sarana logistik berikut merupakan milik DPP PDI Perjuangan dan selalu dikerahkan untuk mitigasi serta penanganan bencana.

    Ambulans

    Kendaraan medis darurat

    Evakuasi medis, stabilisasi korban, dan rujukan ke fasilitas kesehatan di zona bencana.

    KM Laksamana Malahayati

    Kapal rumah sakit apung

    Layanan kesehatan darurat, perawatan korban, dan dukungan medis di wilayah pesisir atau sulit dijangkau darat.

    Aset ini mendukung distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan saat peringatan dini maupun fase tanggap darurat.