Ambulans
Kendaraan medis daruratEvakuasi medis, stabilisasi korban, dan rujukan ke fasilitas kesehatan di zona bencana.
Aktivitas gunung api Level II ke atas.
Perkiraan otomatis berdasarkan lokasi, magnitudo/tingkat keparahan, dan data populasi BPS — bukan korban, pengungsi, atau data lapangan BPBD. Total paparan zona tumpang tindih tidak dijumlahkan ganda. (40 peringatan overlap dikecualikan dari total.)
Ketuk marker untuk membuka detail peringatan (peta zona kecamatan, hover/klik wilayah, citra satelit dengan overlay). Di HP, buka Layer citra & peta di bawah peta untuk tile satelit dan layer referensi.
Pratinjau di bawah = cakupan Indonesia. Buka detail peringatan untuk citra diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan.
Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.
Ke peta interaktif~12 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 05 November 2026, pukul 05:48 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan lau
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Richard Chaniago, 1 hour from now Eruption with volcanic ash cloud at 2048 UTC (0548 local). Best estimate of ash-cloud top is around 5520 FT (1725 M) above sea
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 05 November 2026, pukul 03:33 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo ma
~127 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~33 ribu KK (estimasi)
Agastya Rajendra, A.Md., 42 minutes ago Eruption at 2033 UTC (0333 local). Ash-cloud is not observed.
~5 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~1 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 05 November 2026, pukul 00:16 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksi
~11 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 23:15 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1923 m di atas per
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 23:01 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksim
~57 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~14 ribu KK (estimasi)
Metode estimasi: wilayah administratif terdekat (perkiraan kasar, tanpa agregasi kecamatan).
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-1
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah timur.
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung, angin lemah ke arah barat laut.
~12 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 19:50 WIT. Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
~12 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 17:08 WIT. Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
~56 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~14 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 14:41 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan
~127 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~33 ribu KK (estimasi)
Agastya Rajendra, A.Md., 13 hours ago Eruption with volcanic ash cloud at 0741 UTC (1441 local). Best estimate of ash-cloud top is around 14963 FT (4676 M) abov
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 16:11 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksim
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 12:49 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo mak
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 12:36 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo mak
~113 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~29 ribu KK (estimasi)
Agastya Rajendra, A.Md., 15 hours ago Eruption at 0536 UTC (1236 local). Ash-cloud is not observed.
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin lemah ke arah timur.
~57 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~14 ribu KK (estimasi)
Metode estimasi: wilayah administratif terdekat (perkiraan kasar, tanpa agregasi kecamatan).
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-1
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut.
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 13:21 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksim
~127 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~33 ribu KK (estimasi)
Yadi Yuliandi, A.Md., 17 hours ago Eruption with volcanic ash cloud at 0412 UTC (1112 local). Best estimate of ash-cloud top is around 14003 FT (4376 M) above s
~56 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~14 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 11:12 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan l
~75 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~19 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Marapi pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 10:51 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo mak
~89 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~23 ribu KK (estimasi)
Teguh Firmansyah, 17 hours ago Increasing in volcanic activity. Ash-cloud is not observed.
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 10:20 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksim
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 08:10 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksim
~57 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~14 ribu KK (estimasi)
Metode estimasi: wilayah administratif terdekat (perkiraan kasar, tanpa agregasi kecamatan).
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-3
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat laut.
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 05:05 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo mak
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 04:21 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo mak
~113 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~29 ribu KK (estimasi)
Agastya Rajendra, A.Md., 23 hours ago Eruption at 2121 UTC (0421 local). Ash-cloud is not observed.
~22 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~6 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-600 meter dari puncak. Cuaca
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 200 meter dari puncak. C
~75 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~19 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat daya dan barat laut.
~33 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~8 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut.
~14 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuac
~57 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~14 ribu KK (estimasi)
Metode estimasi: wilayah administratif terdekat (perkiraan kasar, tanpa agregasi kecamatan).
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-2
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 200 meter dari puncak. C
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 25-50 meter
~11 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-100 meter
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Selasa, 03 November 2026, pukul 23:40 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 1623 m di atas p
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Selasa, 03 November 2026, pukul 23:17 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 1623 m di atas p
~38 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~10 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 1200-1300 meter
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut, barat d
~102 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~26 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan ti
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Selasa, 03 November 2026, pukul 21:23 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maks
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah timur.
Abu vulkanik, gas, dan lahar dapat mengganggu pernapasan, mata, kulit, serta menimbulkan stres kronis pada masyarakat sekitar.
Informasi kesehatan ini relevan bagi ~567 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.
Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.
Erupsi gunung api menghancurkan vegetasi dengan aliran piroklastik, lahar, dan hujan abu — satwa kehilangan habitat, tanah menjadi steril, dan ekosistem gunung membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk pulih sepenuhnya.
Selain manusia, ~567 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.
9 dampak tinggi teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.
Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.
Kendaraan dan sarana logistik berikut merupakan milik DPP PDI Perjuangan dan selalu dikerahkan untuk mitigasi serta penanganan bencana.
Evakuasi medis, stabilisasi korban, dan rujukan ke fasilitas kesehatan di zona bencana.
Layanan kesehatan darurat, perawatan korban, dan dukungan medis di wilayah pesisir atau sulit dijangkau darat.
Aset ini mendukung distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan saat peringatan dini maupun fase tanggap darurat.
Korban erupsi membutuhkan masker N95, air bersih, dan perlindungan dari abu vulkanik — bantuan harus presisi agar tidak menambah beban logistik di zona evakuasi.
Acuan skala: ~567 ribu jiwa (estimasi paparan) (~145 ribu KK (estimasi)).
Acuan logistik bencana — angka rentang ±30%, sesuaikan dengan kondisi lapangan sebelum pengiriman.
Erupsi memicu rangkaian ancaman: hujan abu mengikuti arah angin, gempa vulkanik, lahar, hingga potensi tsunami pada gunung pesisir.
Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11)
Rendah Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Monsun Asia-Australia fase basah — hujan dominan Nov–Apr (barat Indo) / Des–Mar (tengah); risiko banjir & longsor tinggi.
Inferensi musim: bulan 11 di zona western indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).
Waspada: Curah hujan harian tinggi · Tanah cepat jenuh
Dari Gunung Api, rantai dampak prioritas: Gempa (Tinggi) → Cuaca Ekstrem (Sedang) → Banjir (Sedang).
Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.
Tekanan magma naik menghasilkan gempa berfrekuensi tinggi sebelum dan saat erupsi.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Gempa beruntun · Amplitudo meningkat
Arah angin menentukan koridor hujan abu — zona downwind terdampak jauh dari kawah.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Angin kencang · Status Awas
Abu di lereng + hujan deras = aliran lahar dingin di lembah sungai.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Hujan setelah hujan abu · Sungai keruh
Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu
Kolaps flank atau aliran piroklastik ke laut (gunung pesisir) → gelombang lokal.
Bergantung kondisi Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Krakatau, Agung pesisir · Letusan ke laut
Terkait: Gempa
Pergerakan magma dan tekanan gas di dalam gunung menghasilkan gempa lokal berfrekuensi tinggi.
Zona potensial (estimasi): Radius 10–30 km dari kawah, intensitas tertinggi di lereng dekat.
Indikator waspada: Gempa beruntun dalam waktu singkat · Amplitudo meningkat sebelum erupsi
Terkait: Cuaca Ekstrem
Partikel abu halus terbawa angin; zona terdampak bergeser sesuai kecepatan dan arah angin dominan.
Zona potensial (estimasi): Koridor downwind (searah tiupan angin) hingga puluhan–ratusan km dari kawah.
Indikator waspada: Angin kencang memperluas jangkauan abu · Hujan + abu = lahar hujan di lereng
Terkait: Banjir
Abu menumpuk di lereng kemudian tercerai oleh hujan menjadi aliran lahar berbahaya.
Zona potensial (estimasi): Lereng dan lembah sungai di bawah kawah.
Indikator waspada: Hujan deras setelah hujan abu · Sungai mendadak keruh dan bau belerang
Terkait: Tsunami
Kolaps caldera, aliran piroklastik ke laut, atau longsoran flank ke perairan dapat menghasilkan gelombang tsunami lokal.
Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius 10–50 km dari gunung pesisir (mis. Krakatau, Agung, Rinjani).
Indikator waspada: Gunung berstatus Awas di pulau/pesisir · Letusan eksplosif ke arah laut · Air laut surut mendadak
Terkait: Longsor
Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.
Zona potensial (estimasi): Lereng curam dan lembah di bawah kawah.
Indikator waspada: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu
Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.