Gunung Erupsi Siaga Aktif

Erupsi Ibu — 4 Nov 2026 23:01 WIT

Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 23:01 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 52 detik.

Waktu letusan
4 Nov 2026 23:01 WITWaktu erupsi tercatat di MAGMA PVMBG
Lokasi kejadian
Ibu
Zona paparan (estimasi)
Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan)
Potensial terpapar
~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi)
Radius zona paparan
±15.30 km (model estimasi)
Koordinat
1.488, 127.63

Perkiraan kasar jiwa potensial terpapar dalam zona getaran/model — bukan jumlah korban, pengungsi, atau data lapangan BPBD.

Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)

Lokasi kejadian Radius primer ±15.30 km Kecamatan potensial terpapar (estimasi) Ikon arah angin (animasi)
Memuat peta…

Arahkan mouse ke area ungu untuk ringkasan; ketuk/klik untuk detail kecamatan (jarak, alasan zona, konteks kejadian). Ikon biru animasi = arah angin; area biru = koridor penyebaran potensial. Zona ungu = estimasi model, bukan data lapangan.

Citra satelit terkait Gunung Erupsi

GIBS: 2026-11-03 UTC

Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan (selaras estimasi zona paparan ungu di peta) agar citra satelit bisa dibaca per wilayah. Layer tile interaktif tetap tersedia di peta.

Himawari-8 inframerah — Ibu Ibu Provinsi Zona paparan Lokasi kejadian
Himawari-8 inframerah NASA GIBS · 2026-11-03 UTC Overlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
VIIRS true color (siang) — Ibu Ibu Provinsi Zona paparan Lokasi kejadian
VIIRS true color (siang) NASA GIBS · 2026-11-03 UTC Overlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.

Langsung di peta EWS

  • Himawari-8 IR (GIBS)
  • VIIRS true color
  • Hotspot FIRMS (titik di peta)

Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.

Ke peta lokasi kejadian
Viewer eksternal (BMKG, Worldview, FIRMS)

Mitigasi untuk kejadian ini

Gunung Erupsi — Erupsi Ibu — 4 Nov 2026 23:01 WIT. Wilayah estimasi dampak: Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan). Potensial terpapar ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~3 ribu KK (estimasi). Status peringatan: Siaga. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.

Tindakan prioritas untuk kejadian ini

  • Patuhi arahan BPBD/BNPB setempat dan siap evakuasi bila diperintahkan.
  • Gunakan masker N95; tutup ventilasi rumah dari abu vulkanik.
  • Gunung Ibu — jangan mendekati kawah atau zona larangan KRB.
  • Hujan abu/asap berpotensi ke arah Barat — evakuasi sisi yang terkena.

Saat ini

  • Tutup pintu/jendela; gunakan masker saat hujan abu.
  • Ikuti status gunung dan peringatan resmi — jangan mendekati kawah.
  • Hindari lembah sungai (lahar) dan radius bahaya yang ditetapkan.

Setelah kejadian

  • Periksa kesehatan pernapasan jika terpapar abu lama.
  • Gunakan air bersih untuk konsumsi; abu dapat mencemari sumber air.
  • Bersihkan abu dari atap dengan hati-hati (risiko roboh).
Evakuasi: Ikuti radius evakuasi resmi Gunung Ibu — perhatikan koridor abu ke arah Barat.

Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)

Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.

Petani — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Tinggi

Analisis Gunung Erupsi untuk Petani di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 4 Nov 2026 23:01 WIT. Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 10 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
  • Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan

Pegunungan & lereng

Kebun sayur dataran tinggi Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu tipis masih merusak selada, kubis, dan kentang; cuci dan jual cepat atau buang jika terkontaminasi berat.

Dataran rendah & aluvial

Dataran Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) di koridor abu — tanaman padi lebih resisten daripada hortikultura, namun paparan abu tebal tetap menurunkan hasil.

Lereng vulkanik & KRB

Petani lereng Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu vulkanik menutup daun tanaman hortikultura dan menurunkan fotosintesis 50–90%; panen sayur dan buah tertunda 2–4 minggu.

Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).

Hentikan operasi bila

  • Saat visibilitas di lahan <100 m
  • Saat status gunung Siaga/Darurat
  • Saat hujan abu aktif

Saat peringatan aktif

  • Matikan irigasi open-channel bila abu tebal
  • Hentikan kerja di lahan saat hujan abu
  • Gunakan masker saat terpaksa di lahan
  • Tutup tanaman sensitif dengan terpal

Lindungi aset

  • Simpan hasil panen di ruang tertutup
  • Lindungi sumur irigasi dari abu
  • Tutup greenhouse dan nursery

Pemulihan

  • Catat kerugian untuk program bantuan
  • Konsultasi penyuluhan pertanian
  • Flush irigasi sebelum penyiraman
  • Bersihkan abu dari atap greenhouse

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Pertanian kab/kota
  • Penyuluh pertanian
  • Gapoktan/KUD
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Peternak — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Tinggi

Analisis Gunung Erupsi untuk Peternak di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 4 Nov 2026 23:01 WIT. Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 10 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
  • Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
  • Abu vulkanik pada rumput di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) menyebabkan fluorosis ternak — jangan biarkan ternak menggembala; ganti pakan kering segera.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Jangan biarkan ternak makan rumput berabu — risiko keracunan fluorosis.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan

Pegunungan & lereng

Penggembalaan pegunungan Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — lahar dingin menghancurkan padang rumput; cari lokasi penggembalaan alternatif di dataran aman.

Lereng vulkanik & KRB

Peternak lereng Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu pada rumput menyebabkan keracunan fluor pada sapi/kambing; evakuasi ternak dan beri pakan kering.

Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).

Hentikan operasi bila

  • Saat status gunung Siaga/Darurat di lereng
  • Saat ternak menolak makan/minum
  • Saat hujan abu aktif

Saat peringatan aktif

  • Berikan pakan kering — jangan biarkan makan rumput berabu
  • Masukkan ternak ke kandang tertutup saat hujan abu
  • Gunakan masker saat merawat ternak di luar
  • Sediakan air bersih tertutup

Lindungi aset

  • Amankan obat-obatan hewan
  • Simpan pakan kering di gudang tertutup
  • Tutup kandang dengan terpal kedap abu

Pemulihan

  • Catat kerugian untuk bantuan peternak lereng
  • Bantuan pakan ternak darurat
  • Monitoring kesehatan ternak rutin
  • Ganti rumput penggembalaan

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Peternakan
  • Dokter hewan
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Pemandu Wisata Alam — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Tinggi

Analisis Gunung Erupsi untuk Pemandu Wisata Alam di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 4 Nov 2026 23:01 WIT. Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 10 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
  • Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
  • Pembatalan tur di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) berdampak langsung pada pendapatan pemandu dan operator — komunikasikan reschedule ke wisatawan dan manfaatkan masa darurat untuk perbaikan jalur.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan

Pegunungan & lereng

Pegunungan Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — hujan abu merusak vegetasi dan kualitas udara kerja lapangan.

Lereng vulkanik & KRB

Lereng vulkanik Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu dan lahar mengancam operasi; patuhi radius KRB resmi.

Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).

Hentikan operasi bila

  • Saat visibilitas <100 m
  • Saat status gunung Siaga/Darurat
  • Saat hujan abu aktif

Saat peringatan aktif

  • Tutup peralatan dari abu vulkanik
  • Hentikan kerja lapangan saat hujan abu
  • Evakuasi dari zona KRB bila diperintahkan
  • Gunakan masker N95 di luar ruangan

Lindungi aset

  • Siapkan cadangan peralatan penting
  • Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
  • Amankan peralatan kerja di tempat tinggi

Pemulihan

  • Manfaatkan program bantuan pemerintah
  • Latihan kesiapsiagaan rutin
  • Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
  • Koordinasi dengan dinas terkait setempat

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Pariwisata
  • SAR (118/115)
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Petambak — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Sedang

Analisis Gunung Erupsi untuk Petambak di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 4 Nov 2026 23:01 WIT. Risiko operasional: Sedang. Status: Siaga. Skala paparan model 10 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
  • Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan

Pegunungan & lereng

Pegunungan Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — hujan abu merusak vegetasi dan kualitas udara kerja lapangan.

Lereng vulkanik & KRB

Lereng vulkanik Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu dan lahar mengancam operasi; patuhi radius KRB resmi.

Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).

Hentikan operasi bila

  • Saat visibilitas <100 m
  • Saat status gunung Siaga/Darurat
  • Saat hujan abu aktif

Saat peringatan aktif

  • Tutup peralatan dari abu vulkanik
  • Hentikan kerja lapangan saat hujan abu
  • Evakuasi dari zona KRB bila diperintahkan
  • Gunakan masker N95 di luar ruangan

Lindungi aset

  • Siapkan cadangan peralatan penting
  • Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
  • Amankan peralatan kerja di tempat tinggi

Pemulihan

  • Manfaatkan program bantuan pemerintah
  • Latihan kesiapsiagaan rutin
  • Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
  • Koordinasi dengan dinas terkait setempat

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Perikanan budidaya
  • Kelompok tambak
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Risiko Kesehatan Populasi Terpapar Erupsi Gunung

Abu vulkanik, gas, dan lahar dapat mengganggu pernapasan, mata, kulit, serta menimbulkan stres kronis pada masyarakat sekitar.

Informasi kesehatan ini relevan bagi ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.

Penyakit (Infeksi & Menular)

  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Tinggi Partikel abu halus masuk paru-paru
  • Infeksi mata (konjungtivitis) Sedang Abu dan gas iritan pada mata
  • Infeksi kulit Rendah Kontak abu pada kulit sensitif atau luka

Bahaya Non-Penyakit

  • Asma dan bronkitis akut Tinggi Penderita PPOK/asma sangat rentan
  • Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan Tinggi Paparan abu vulkanik dan gas belerang
  • Luka dan cedera saat evakuasi Sedang Jalan licin, jatuh, atau tertimpa atap berabu
  • Gangguan jiwa pascatrauma Sedang Ancaman berulang dan kehidupan pengungsian
  • Kelelahan dan dehidrasi Sedang Aktivitas fisik di bawah paparan abu
Kelompok rentan prioritas: Penderita asma, PPOK, dan alergi pernapasan · Anak-anak dan lansia · Petani/pekerja lapangan tanpa masker · Masyarakat di jalur lahar

Pencegahan bagi populasi terpapar

  • Gunakan masker N95 atau setara saat hujan abu.
  • Tutup mulut/hidung dengan kain basah jika masker tidak ada.
  • Bersihkan atap abu secara bertahap — risiko roboh.
  • Minum air bersih; tutup sumber air dari kontaminasi abu.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke fasilitas kesehatan jika sesak napas berat, napas berbunyi, bibir kebiruan, mata merah parah, atau gejala asma tidak membaik dengan obat biasa.

Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.

Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Gunung Api

Erupsi gunung api menghancurkan vegetasi dengan aliran piroklastik, lahar, dan hujan abu — satwa kehilangan habitat, tanah menjadi steril, dan ekosistem gunung membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk pulih sepenuhnya.

Selain manusia, ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.

9 dampak tinggi teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.

Flora & Vegetasi

  • Hutan lereng gunung Tinggi Aliran piroklastik dan lahar menghancurkan seluruh vegetasi di jalur aliran.
  • Tanaman pangan kaki gunung Tinggi Hujan abu menimbun daun — fotosintesis terhenti; tanaman mati.
  • Vegetasi pioneer pasca-erupsi Sedang Tanah steril — hanya pioneer (fern, cemara) yang tumbuh awal.

Fauna (Satwa Liar)

  • Burung & kelelawar Tinggi Asap dan abu mengiritasi saluran napas; populasi menurun drastis dekat kawah.
  • Mamalia gunung (lutung, macan tutul jika ada) Tinggi Habitat hilang; satwa terdesak ke bawah lereng — konflik dengan manusia.
  • Serangga & penyerbuk Sedang Populasi serangga menurun; rantai pakan terganggu.

Perairan & Biota Akuatik

  • Sungai kaki gunung Tinggi Lahar dingin meningkatkan kekeruhan dan suhu — fish kill massal.
  • Danau kawah & mata air Sedang pH dan suhu berubah akibat input material vulkanik.

Habitat & Ekosistem

  • Ekosistem montane & sub-alpin Tinggi Spesies endemik ketinggian kehilangan habitat irreversibel jangka pendek.
  • Kawasan hutan lindung lereng Tinggi Fungsi lindung terganggu — risiko banjir lumpur dan longsor meningkat.
  • Kawasan konservasi (Taman Nasional) Tinggi Zona inti habitat rusak; populasi satwa dilindungi terancam.

Ternak & Hewan Peliharaan

  • Ternak peternakan lereng Tinggi Abu vulkanik pada rumput menyebabkan fluorosis dan keracunan pada ternak.
  • Unggas & hewan piaraan Sedang Asap pekat dan abu dalam kandang berbahaya.
Habitat prioritas pemantauan: Hutan lereng gunung · Kawasan TN/CA · Sungai lahar · Zona endemik ketinggian

Tindakan konservasi & perlindungan satwa

  • Jangan mendekati zona aliran piroklastik untuk evakuasi satwa — prioritaskan keselamatan manusia dulu.
  • Sediakan air bersih dan pakan bersih untuk ternak; jauhkan dari padang rumput berabu.
  • Amati satwa langka yang terluka; jangan menangkap untuk diperjualbelikan.
  • Ikuti zona evakuasi — satwa liar akan mencari habitat sendiri ke arah aman.
Pemulihan ekosistem: Suksesi ekologis alami 10–100+ tahun; revegetasi dengan spesies lokal; pemantauan satwa indikator; restorasi sungai dari sedimentasi lahar.

Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.

Konteks Geografis & Lingkungan

Topografi

Dataran rendah (<200 m)

Zona Pesisir

Pesisir Tsunami Sulawesi Utara

Risiko sedang · tsunami

Gunung Api

Ibu (1325 m)

Keanekaragaman Hayati Setempat

Kepulauan Maluku — Maluku Islands Forest

Flora: Cengkeh Maluku, Kayu Gaharu, Mangrove Rhizophora, Pala, Sagu Maluku

Fauna: Burung Cendrawasih Maluku, Burung Nuri, Coconut Crab, Dugong, Kuskus Maluku, Penyu Sisik

Dampak Sekunder Erupsi Gunung Api

Erupsi memicu rangkaian ancaman: hujan abu mengikuti arah angin, gempa vulkanik, lahar, hingga potensi tsunami pada gunung pesisir.

Analisis angin (VAAC (hingga FL80)): Awan abu vulkanik bergerak ke arah Barat (~9.3 km/jam)
Permukaan terkini: Tenggara → Barat Laut (~3.6 km/jam)
Historis permukaan: Tenggara → Barat Laut (rata-rata ~3.3 km/jam)
Arah utama dari advisori VAAC/SIGMET untuk awan abu vulkanik; permukaan dapat berbeda. Historis: Dominan dari Tenggara ke Barat Laut (100% periode) · variasi rendah

Dispersi multi-ketinggian

Prioritas VAAC (hingga FL80): Timur → Barat · Permukaan terkini: Tenggara → Barat Laut (~3.6 km/jam) · Historis permukaan: Tenggara → Barat Laut (3 jam, 100%) · 2 advisori VAAC/SIGMET aktif · Abu vulkanik mengikuti arah berbeda tiap ketinggian — lihat lapisan di peta

  • Kolom puncak (~15 km)
  • Awan tinggi (~10 km)
  • Awan sedang (~6 km)
  • VAAC (hingga FL80)
  • VAAC (hingga FL70)
  • Awan rendah (~2 km)
  • Permukaan historis (sejak kejadian)
  • Permukaan (~10 m)
Advisori VAAC/SIGMET aktif:
  • DUKONO — hingga FL80 · gerak W WVID21 WAAA 041740 WAAF SIGMET 14 VALID 041740/042340 WAAA- WAAF UJUNG PANDANG FIR VA ERUPTION MT DUKONO PSN N0142 E12754 VA CLD OBS AT 1720Z WI N0140 E12758 - N0120 E12645 - N0143 E12631 - N0203 E12650 - N0148 E12757 -
  • IBU — hingga FL70 · gerak SW WVID21 WAAA 041840 WAAF SIGMET 15 VALID 041840/050040 WAAA- WAAF UJUNG PANDANG FIR VA ERUPTION MT IBU PSN N0129 E12738 VA CLD OBS AT 1820Z WI N0130 E12744 - N0055 E12658 - N0136 E12644 - N0138 E12740 - N0130 E12744 SFC/F

Sumber: open-meteo-multi, vaac-sigmet, open-meteo-history

Historis angin sejak kejadian

Periode 2026-11-04 21:01 – 2026-11-05 05:38 (3 jam data aktif)

Dominan dari Tenggara ke Barat Laut (100% periode) · variasi rendah

  • Tenggara → Barat Laut — 3 jam, maks 3.5 km/jam (100%)

Zona paparan potensial dihitung dari gabungan semua koridor downwind historis, bukan satu arah angin saja.

Zona dampak sekunder potensial

Provinsi: MALUKU UTARA, SULAWESI UTARA

Kabupaten/Kota: KAB. HALMAHERA BARAT, KOTA TERNATE, KAB. KEP. SIAU TAGULANDANG BIARO

Kecamatan: IBU, IBU SELATAN, SAHU, PULAU HIRI, KOTA TERNATE UTARA, TERNATE BARAT, KOTA TERNATE TENGAH, KOTA TERNATE SELATAN, PULAU TERNATE, PULAU BATANG DUA, BIARO, TAGULANDANG SELATAN, TAGULANDANG UTARA, TAGULANDANG, SIAU TIMUR SELATAN

Daftar kecamatan/kelurahan memakai gabungan koridor dispersi multi-ketinggian (VAAC, lapisan atmosfer, permukaan terkini, dan historis bila ada).

Faktor Fenomena Iklim & Musim

Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.

Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11)

Rendah Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).

Monsun & musim lokal

Transisi monsun (pancaroba) Kemungkinan tinggi

Pergantian musim — cuaca tidak stabil, hujan lokal ekstrem dan kekeringan singkat dapat bergantian.

Inferensi musim: bulan 11 di zona eastern indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).

Waspada: Hujan petir ekstrem singkat · Banjir kilat di awal/akhir kemarau

Matriks Korelasi Dampak Sekunder

Dari Gunung Api, rantai dampak prioritas: Cuaca Ekstrem (Tinggi) → Gempa (Tinggi) → Longsor (Sedang).

Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.

Gunung Api → Cuaca Ekstrem Tinggi

Erupsi → Hujan abu (angin)

Arah angin menentukan koridor hujan abu — zona downwind terdampak jauh dari kawah.

Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Angin kencang · Status Awas

Gunung Api → Gempa Tinggi

Erupsi → Gempa vulkanik

Tekanan magma naik menghasilkan gempa berfrekuensi tinggi sebelum dan saat erupsi.

Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Gempa beruntun · Amplitudo meningkat

Gunung Api → Longsor Sedang

Erupsi → Longsoran flank

Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.

Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu

Gunung Api → Tsunami Bergantung kondisi

Erupsi → Tsunami vulkanik

Kolaps flank atau aliran piroklastik ke laut (gunung pesisir) → gelombang lokal.

Bergantung kondisi Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Krakatau, Agung pesisir · Letusan ke laut

Gunung Api → Banjir Sedang

Erupsi → Lahar hujan

Abu di lereng + hujan deras = aliran lahar dingin di lembah sungai.

Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Hujan setelah hujan abu · Sungai keruh

Hujan abu vulkanik (dispersi angin)

Tinggi

Partikel abu halus terbawa angin; zona terdampak bergeser sesuai kecepatan dan arah angin dominan.

  • Awan abu vulkanik bergerak ke arah Barat (~9.3 km/jam).
  • Zona paparan abu diprioritaskan di koridor downwind dari Ibu.
  • Sejak kejadian, angin bervariasi rendah dengan 0 perubahan arah signifikan — hujan abu dapat meluas ke beberapa koridor downwind.
  • Wilayah prioritas berdasarkan historis angin: Barat Laut.
Kecamatan potensial terpapar: IBU, IBU SELATAN, SAHU, PULAU HIRI, KOTA TERNATE UTARA, TERNATE BARAT, KOTA TERNATE TENGAH, KOTA TERNATE SELATAN, PULAU TERNATE, PULAU BATANG DUA, +5 lainnya

Zona potensial (estimasi): Koridor downwind (searah tiupan angin) hingga puluhan–ratusan km dari kawah.

Indikator waspada: Angin kencang memperluas jangkauan abu · Hujan + abu = lahar hujan di lereng

Gempa vulkanik

Tinggi

Pergerakan magma dan tekanan gas di dalam gunung menghasilkan gempa lokal berfrekuensi tinggi.

  • Gempa vulkanik umum di sekitar Ibu saat magma naik atau erupsi.
Kecamatan potensial terpapar: IBU, IBU UTARA

Zona potensial (estimasi): Radius 10–30 km dari kawah, intensitas tertinggi di lereng dekat.

Indikator waspada: Gempa beruntun dalam waktu singkat · Amplitudo meningkat sebelum erupsi

Lahar hujan (lahar dingin)

Sedang

Abu menumpuk di lereng kemudian tercerai oleh hujan menjadi aliran lahar berbahaya.

Kecamatan potensial terpapar: IBU, IBU UTARA

Zona potensial (estimasi): Lereng dan lembah sungai di bawah kawah.

Indikator waspada: Hujan deras setelah hujan abu · Sungai mendadak keruh dan bau belerang

Longsoran flank / sector collapse

Sedang

Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.

Kecamatan potensial terpapar: IBU, IBU UTARA

Zona potensial (estimasi): Lereng curam dan lembah di bawah kawah.

Indikator waspada: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu

Tsunami vulkanik

Bergantung kondisi

Kolaps caldera, aliran piroklastik ke laut, atau longsoran flank ke perairan dapat menghasilkan gelombang tsunami lokal.

  • Gunung berlokasi di/pesisir pulau — potensi gelombang lokal jika material masuk perairan.
Kecamatan potensial terpapar: IBU, IBU UTARA

Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius 10–50 km dari gunung pesisir (mis. Krakatau, Agung, Rinjani).

Indikator waspada: Gunung berstatus Awas di pulau/pesisir · Letusan eksplosif ke arah laut · Air laut surut mendadak

Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.

Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini

Kebutuhan logistik untuk Gunung Erupsi di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan), dengan ~10 ribu jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, fokus perlindungan abu vulkanik Ibu, tingkat Siaga — percepat bantuan 72 jam pertama.

Perkiraan kebutuhan logistik (3 hari, ±30%)

~81.348–151.076 L Air minum
~64.222–119.270 porsi Porsi makanan
~305–567 unit Tenda
~53.519–99.392 masker Masker N95
~286–530 kotak Kotak P3K
Fokus distribusi kejadian ini:
  • Tingkat keparahan tinggi — percepat distribusi barang prioritas 72 jam pertama.
  • Distribusikan N95 dan kacamata pelindung ke zona hujan abu arah Barat.
  • Wilayah pesisir — prioritaskan air tawar, pakaian kering, dan sanitasi portable.
  • Wilayah luas (~15 kecamatan paparan) — prioritaskan distribusi logistik terpusat.

Barang prioritas untuk pengiriman

  • Masker N95 / setara Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~76.455 lembar (3 hari) Hujan abu & partikulat
  • Air minum kemasan Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~116.212 L (3 hari) Sumber air terkontaminasi abu
  • Makanan siap saji Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~91.746 porsi (3 hari) —
  • Kacamata pelindung / goggles Sangat dibutuhkan
    1/orang Abu mengiritasi mata
  • Tenda pengungsian Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~436 unit Zona evakuasi
  • Obat rutin kronis Sangat dibutuhkan
    7–14 hari —
  • Susu bayi & popok Sangat dibutuhkan
    Balita —
  • Masker anak ukuran kecil Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~76.455 lembar (3 hari) —

Daftar lengkap kebutuhan logistik (sesuai dokumen acuan)

Prioritas 72 jam pertama

  • Masker N95 / setara Sangat dibutuhkan
    2–3/orang/hari Hujan abu & partikulat
  • Air minum kemasan Sangat dibutuhkan
    5 L/orang/hari Sumber air terkontaminasi abu
  • Makanan siap saji Sangat dibutuhkan
    3×/hari —
  • Kacamata pelindung / goggles Sangat dibutuhkan
    1/orang Abu mengiritasi mata
  • Tenda pengungsian Sangat dibutuhkan
    1/5–8 KK Zona evakuasi

Kesehatan pernapasan

  • Obat batuk, saline nasal, tetes mata Penting
    1 set/orang ISPA pasca-abu
  • Nebulizer portable (klinik) Penting
    Klinik lapangan Penderita asma
  • P3K & perban Penting
    1 kotak/25 orang —
  • Obat rutin kronis Sangat dibutuhkan
    7–14 hari —

Kebersihan

  • Sabun & hand sanitizer Penting
    1 set/KK —
  • Kain basah & handuk Penting
    1/orang Bersihkan abu dari kulit
  • Toilet portable Penting
    1/25 orang Pengungsian padat

Perlindungan abu

  • Plastik seal rumah (ventilasi) Penting
    1/KK Tutup celah abu masuk
  • Selimut & pakaian panjang Penting
    1/orang Kurangi kontak abu kulit
  • Sekop & karung (bersih atap abu) Pendukung
    1/RT Cegah roboh atap

Kelompok rentan & peternak

  • Susu bayi & popok Sangat dibutuhkan
    Balita —
  • Pakan ternak & air bersih ternak Penting
    Peternak lereng Rumput berabu beracun bagi ternak
  • Masker anak ukuran kecil Sangat dibutuhkan
    Anak-anak —
Hindari donasi: Masker kain saja (tidak cukup untuk abu halus) · Donasi tidak terencana · Makanan terbuka tanpa tutup
Prioritas pengiriman: Koordinasikan pengiriman ke Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui titik distribusi terpusat per kecamatan (±15 zona).

Perkiraan kasar berdasarkan model paparan populasi — verifikasi kebutuhan lapangan sebelum pengiriman besar.