Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.
Periode observasi
4 Nov 2026 · 06:00–12:00 WIBRentang waktu aktivitas vulkanik diamati PVMBG
Waktu laporan
4 Nov 2026Tanggal laporan diterbitkan di MAGMA
Lokasi kejadian
Merapi
Zona paparan (estimasi)
Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan)
Potensial terpapar
~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi)
Radius zona paparan
±15.30 km (model estimasi)
Koordinat
-7.542, 110.442
Perkiraan kasar jiwa potensial terpapar dalam zona getaran/model — bukan jumlah korban, pengungsi, atau data lapangan BPBD.
Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)
Lokasi kejadian Radius primer ±15.30 km Kecamatan potensial terpapar (estimasi) Ikon arah angin (animasi)
Memuat peta…
Arahkan mouse ke area ungu untuk ringkasan; ketuk/klik untuk detail kecamatan (jarak, alasan zona, konteks kejadian). Ikon biru animasi = arah angin; area biru = koridor penyebaran potensial. Zona ungu = estimasi model, bukan data lapangan.
Citra satelit terkait Gunung Erupsi
GIBS: 2026-11-03 UTC
Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan (selaras estimasi zona paparan ungu di peta) agar citra satelit bisa dibaca per wilayah. Layer tile interaktif tetap tersedia di peta.
MerapiProvinsiZona paparanLokasi kejadian
Himawari-8 inframerahNASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
MerapiProvinsiZona paparanLokasi kejadian
VIIRS true color (siang)NASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
Langsung di peta EWS
Himawari-8 IR (GIBS)
VIIRS true color
Hotspot FIRMS (titik di peta)
Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.
Gunung Erupsi — Merapi — Level III (Siaga). Wilayah estimasi dampak: Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan). Potensial terpapar ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~27 ribu KK (estimasi). Status peringatan: Siaga. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.
Tindakan prioritas untuk kejadian ini
Patuhi arahan BPBD/BNPB setempat dan siap evakuasi bila diperintahkan.
Gunakan masker N95; tutup ventilasi rumah dari abu vulkanik.
Gunung Merapi — jangan mendekati kawah atau zona larangan KRB.
Hujan abu/asap berpotensi ke arah Barat Daya — evakuasi sisi yang terkena.
Saat ini
Tutup pintu/jendela; gunakan masker saat hujan abu.
Ikuti status gunung dan peringatan resmi — jangan mendekati kawah.
Hindari lembah sungai (lahar) dan radius bahaya yang ditetapkan.
Setelah kejadian
Periksa kesehatan pernapasan jika terpapar abu lama.
Gunakan air bersih untuk konsumsi; abu dapat mencemari sumber air.
Bersihkan abu dari atap dengan hati-hati (risiko roboh).
Evakuasi: Ikuti radius evakuasi resmi Gunung Merapi — perhatikan koridor abu ke arah Barat Daya.
Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)
Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.
Petani — dampak operasional di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) Tinggi
Analisis Gunung Erupsi untuk Petani di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — Merapi — Level III (Siaga). Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 107 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±150 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Merapi aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat Daya — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat Daya — hindari operasi di jalur ini.
Kebun sayur dataran tinggi Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — abu tipis masih merusak selada, kubis, dan kentang; cuci dan jual cepat atau buang jika terkontaminasi berat.
Lereng vulkanik & KRB
Petani lereng Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — abu vulkanik menutup daun tanaman hortikultura dan menurunkan fotosintesis 50–90%; panen sayur dan buah tertunda 2–4 minggu.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan).
Hentikan operasi bila
Saat visibilitas di lahan <100 m
Saat status gunung Siaga/Darurat
Saat hujan abu aktif
Saat peringatan aktif
Matikan irigasi open-channel bila abu tebal
Hentikan kerja di lahan saat hujan abu
Gunakan masker saat terpaksa di lahan
Tutup tanaman sensitif dengan terpal
Lindungi aset
Simpan hasil panen di ruang tertutup
Lindungi sumur irigasi dari abu
Tutup greenhouse dan nursery
Pemulihan
Catat kerugian untuk program bantuan
Konsultasi penyuluhan pertanian
Flush irigasi sebelum penyiraman
Bersihkan abu dari atap greenhouse
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Pertanian kab/kota
Penyuluh pertanian
Gapoktan/KUD
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Peternak — dampak operasional di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) Tinggi
Analisis Gunung Erupsi untuk Peternak di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — Merapi — Level III (Siaga). Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 107 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±150 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Merapi aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat Daya — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Abu vulkanik pada rumput di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) menyebabkan fluorosis ternak — jangan biarkan ternak menggembala; ganti pakan kering segera.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Penggembalaan pegunungan Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — lahar dingin menghancurkan padang rumput; cari lokasi penggembalaan alternatif di dataran aman.
Lereng vulkanik & KRB
Peternak lereng Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — abu pada rumput menyebabkan keracunan fluor pada sapi/kambing; evakuasi ternak dan beri pakan kering.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan).
Masukkan ternak ke kandang tertutup saat hujan abu
Gunakan masker saat merawat ternak di luar
Sediakan air bersih tertutup
Lindungi aset
Amankan obat-obatan hewan
Simpan pakan kering di gudang tertutup
Tutup kandang dengan terpal kedap abu
Pemulihan
Catat kerugian untuk bantuan peternak lereng
Bantuan pakan ternak darurat
Monitoring kesehatan ternak rutin
Ganti rumput penggembalaan
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Peternakan
Dokter hewan
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Pekerja Perkebunan — dampak operasional di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) Tinggi
Analisis Gunung Erupsi untuk Pekerja Perkebunan di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — Merapi — Level III (Siaga). Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 107 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±150 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Merapi aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat Daya — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat Daya — hindari operasi di jalur ini.
Pegunungan Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — hujan abu merusak vegetasi dan kualitas udara kerja lapangan.
Lereng vulkanik & KRB
Lereng vulkanik Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — abu dan lahar mengancam operasi; patuhi radius KRB resmi.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan).
Hentikan operasi bila
Saat visibilitas <100 m
Saat status gunung Siaga/Darurat
Saat hujan abu aktif
Saat peringatan aktif
Tutup peralatan dari abu vulkanik
Hentikan kerja lapangan saat hujan abu
Evakuasi dari zona KRB bila diperintahkan
Gunakan masker N95 di luar ruangan
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Perkebunan
K3 kebun
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Penambang Tradisional — dampak operasional di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) Sedang
Analisis Gunung Erupsi untuk Penambang Tradisional di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — Merapi — Level III (Siaga). Risiko operasional: Sedang. Status: Siaga. Skala paparan model 107 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±150 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Merapi aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat Daya — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat Daya — hindari operasi di jalur ini.
Pegunungan Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — hujan abu merusak vegetasi dan kualitas udara kerja lapangan.
Lereng vulkanik & KRB
Lereng vulkanik Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) — abu dan lahar mengancam operasi; patuhi radius KRB resmi.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan).
Hentikan operasi bila
Saat visibilitas <100 m
Saat status gunung Siaga/Darurat
Saat hujan abu aktif
Saat peringatan aktif
Tutup peralatan dari abu vulkanik
Hentikan kerja lapangan saat hujan abu
Evakuasi dari zona KRB bila diperintahkan
Gunakan masker N95 di luar ruangan
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas ESDM
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Abu vulkanik, gas, dan lahar dapat mengganggu pernapasan, mata, kulit, serta menimbulkan stres kronis pada masyarakat sekitar.
Informasi kesehatan ini relevan bagi ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.
Penyakit (Infeksi & Menular)
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)TinggiPartikel abu halus masuk paru-paru
Infeksi mata (konjungtivitis)SedangAbu dan gas iritan pada mata
Infeksi kulitRendahKontak abu pada kulit sensitif atau luka
Bahaya Non-Penyakit
Asma dan bronkitis akutTinggiPenderita PPOK/asma sangat rentan
Iritasi mata, hidung, dan tenggorokanTinggiPaparan abu vulkanik dan gas belerang
Luka dan cedera saat evakuasiSedangJalan licin, jatuh, atau tertimpa atap berabu
Gangguan jiwa pascatraumaSedangAncaman berulang dan kehidupan pengungsian
Kelelahan dan dehidrasiSedangAktivitas fisik di bawah paparan abu
Kelompok rentan prioritas:
Penderita asma, PPOK, dan alergi pernapasan · Anak-anak dan lansia · Petani/pekerja lapangan tanpa masker · Masyarakat di jalur lahar
Pencegahan bagi populasi terpapar
Gunakan masker N95 atau setara saat hujan abu.
Tutup mulut/hidung dengan kain basah jika masker tidak ada.
Bersihkan atap abu secara bertahap — risiko roboh.
Minum air bersih; tutup sumber air dari kontaminasi abu.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke fasilitas kesehatan jika sesak napas berat, napas berbunyi, bibir kebiruan, mata merah parah, atau gejala asma tidak membaik dengan obat biasa.
Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.
Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Gunung Api
Erupsi gunung api menghancurkan vegetasi dengan aliran piroklastik, lahar, dan hujan abu — satwa kehilangan habitat, tanah menjadi steril, dan ekosistem gunung membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk pulih sepenuhnya.
Selain manusia, ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.
9 dampak tinggi
teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.
Flora & Vegetasi
Hutan lereng gunungTinggiAliran piroklastik dan lahar menghancurkan seluruh vegetasi di jalur aliran.
Tanaman pangan kaki gunungTinggiHujan abu menimbun daun — fotosintesis terhenti; tanaman mati.
Vegetasi pioneer pasca-erupsiSedangTanah steril — hanya pioneer (fern, cemara) yang tumbuh awal.
Fauna (Satwa Liar)
Burung & kelelawarTinggiAsap dan abu mengiritasi saluran napas; populasi menurun drastis dekat kawah.
Mamalia gunung (lutung, macan tutul jika ada)TinggiHabitat hilang; satwa terdesak ke bawah lereng — konflik dengan manusia.
Serangga & penyerbukSedangPopulasi serangga menurun; rantai pakan terganggu.
Perairan & Biota Akuatik
Sungai kaki gunungTinggiLahar dingin meningkatkan kekeruhan dan suhu — fish kill massal.
Danau kawah & mata airSedangpH dan suhu berubah akibat input material vulkanik.
Kawasan hutan lindung lerengTinggiFungsi lindung terganggu — risiko banjir lumpur dan longsor meningkat.
Kawasan konservasi (Taman Nasional)TinggiZona inti habitat rusak; populasi satwa dilindungi terancam.
Ternak & Hewan Peliharaan
Ternak peternakan lerengTinggiAbu vulkanik pada rumput menyebabkan fluorosis dan keracunan pada ternak.
Unggas & hewan piaraanSedangAsap pekat dan abu dalam kandang berbahaya.
Habitat prioritas pemantauan:
Hutan lereng gunung · Kawasan TN/CA · Sungai lahar · Zona endemik ketinggian
Tindakan konservasi & perlindungan satwa
Jangan mendekati zona aliran piroklastik untuk evakuasi satwa — prioritaskan keselamatan manusia dulu.
Sediakan air bersih dan pakan bersih untuk ternak; jauhkan dari padang rumput berabu.
Amati satwa langka yang terluka; jangan menangkap untuk diperjualbelikan.
Ikuti zona evakuasi — satwa liar akan mencari habitat sendiri ke arah aman.
Pemulihan ekosistem: Suksesi ekologis alami 10–100+ tahun; revegetasi dengan spesies lokal; pemantauan satwa indikator; restorasi sungai dari sedimentasi lahar.
Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.
Konteks Geografis & Lingkungan
Topografi
Dataran tinggi (500–1.500 m)(~950 m)
Lereng Merbabu-Merapi
Gunung Api
Merapi(2968 m)
Rawan Longsor
Lereng Merapi
Tingkat risiko: tinggi
Sesar Terdekat
Sesar Opak (DIY–Jateng)
~27.93 km · sesar
Perairan & Infrastruktur
Sungai Sungai Progo Hulu (~21.58 km)
Keanekaragaman Hayati Setempat
Ekosistem Vulkanik Jawa
— Javan Volcanic Forest
Flora: Bambu apus, Edelweis Jawa, Pinus merkusii, Rafflesia patma, Teh gunung
Fauna: Badak Jawa, Elang Jawa, Leopard Jawa, Merak Hijau, Owa Jawa, Surili Jawa
Dampak Sekunder Erupsi Gunung Api
Erupsi memicu rangkaian ancaman: hujan abu mengikuti arah angin, gempa vulkanik, lahar, hingga potensi tsunami pada gunung pesisir.
Analisis angin (VAAC (hingga FL150)):
Awan abu vulkanik bergerak ke arah Barat Daya (~37 km/jam)
Permukaan terkini:
Selatan
→ Utara
(~4.3 km/jam)
Historis permukaan:
Timur
→ Barat
(rata-rata ~6.5 km/jam)
Arah utama dari advisori VAAC/SIGMET untuk awan abu vulkanik; permukaan dapat berbeda. Historis: Dominan dari Timur ke Barat (61% periode) · variasi sedang · koridor downwind: Barat, Barat Laut, Utara
Dispersi multi-ketinggian
Prioritas VAAC (hingga FL150): Timur Laut → Barat Daya · Permukaan terkini: Selatan → Utara (~4.3 km/jam) · Historis permukaan: Timur → Barat (9 jam, 61%) · 1 advisori VAAC/SIGMET aktif · Abu vulkanik mengikuti arah berbeda tiap ketinggian — lihat lapisan di peta
Kolom puncak (~15 km)
Awan tinggi (~10 km)
Awan sedang (~6 km)
VAAC (hingga FL150)
Awan rendah (~2 km)
Permukaan historis (sejak kejadian)
Permukaan (~10 m)
Pengamatan kawah (MAGMA)
Advisori VAAC/SIGMET aktif:
SEMERU
— hingga FL150 · gerak SW WVID21 WAAA 042110 WAAF SIGMET 16 VALID 042110/050310 WAAA- WAAF UJUNG PANDANG FIR VA ERUPTION MT SEMERU PSN S0806 E11255 VA CLD OBS AT 2050Z WI S0803 E11257 - S0809 E11258 - S0823 E11221 - S0816 E11212 - S0803 E11217 -
Periode 2026-11-04 06:00 – 2026-11-05 04:56 (18 jam data aktif)
Dominan dari Timur ke Barat (61% periode) · variasi sedang · koridor downwind: Barat, Barat Laut, Utara
Timur → Barat
— 9 jam,
maks 9.8 km/jam
(61.3%)
Tenggara → Barat Laut
— 4 jam,
maks 5.8 km/jam
(16.2%)
Selatan → Utara
— 3 jam,
maks 7.4 km/jam
(15.7%)
Zona paparan potensial dihitung dari gabungan semua koridor downwind historis, bukan satu arah angin saja.
Zona dampak sekunder potensial
Provinsi: JAWA TENGAH, D.I. YOGYAKARTA
Kabupaten/Kota: KAB. MAGELANG, KAB. SLEMAN, KOTA MAGELANG, KOTA YOGYAKARTA, KAB. KULON PROGO, KAB. BANTUL, KAB. PURWOREJO, KAB. WONOSOBO, KAB. TEMANGGUNG, KAB. KEBUMEN, KAB. BANJARNEGARA, KAB. PEKALONGAN, KAB. PURBALINGGA, KAB. BANYUMAS, KAB. PEMALANG
Kecamatan: DUKUN, SRUMBUNG, SAWANGAN, TURI, SALAM, CANDIMULYO, TEMPEL, MUNTILAN, SLEMAN, TEGALREJO, MUNGKID, NGLUWAR, MLATI, MAGELANG SELATAN, MAGELANG TENGAH, MERTOYUDAN, SEYEGAN, MAGELANG UTARA, +132 lainnya
Daftar kecamatan/kelurahan memakai gabungan koridor dispersi multi-ketinggian (VAAC, lapisan atmosfer, permukaan terkini, dan historis bila ada).
Faktor Fenomena Iklim & Musim
Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat
(bulan 11)
Rendah
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Inferensi musim: bulan 11 di zona western indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).
Waspada: Curah hujan harian tinggi · Tanah cepat jenuh
Matriks Korelasi Dampak Sekunder
Dari Gunung Api, rantai dampak prioritas: Cuaca Ekstrem (Tinggi) → Gempa (Tinggi) → Longsor (Sedang).
Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.
Gunung Api → Cuaca Ekstrem
Tinggi
Erupsi → Hujan abu (angin)
Arah angin menentukan koridor hujan abu — zona downwind terdampak jauh dari kawah.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Angin kencang · Status Awas
Gunung Api → Gempa
Tinggi
Erupsi → Gempa vulkanik
Tekanan magma naik menghasilkan gempa berfrekuensi tinggi sebelum dan saat erupsi.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Gempa beruntun · Amplitudo meningkat
Gunung Api → Longsor
Sedang
Erupsi → Longsoran flank
Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu
Gunung Api → Banjir
Sedang
Erupsi → Lahar hujan
Abu di lereng + hujan deras = aliran lahar dingin di lembah sungai.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Hujan setelah hujan abu · Sungai keruh
Hujan abu vulkanik (dispersi angin)
Tinggi
Terkait: Cuaca Ekstrem
Partikel abu halus terbawa angin; zona terdampak bergeser sesuai kecepatan dan arah angin dominan.
Awan abu vulkanik bergerak ke arah Barat Daya (~37 km/jam).
Zona paparan abu diprioritaskan di koridor downwind dari Merapi.
Sejak kejadian, angin bervariasi sedang dengan 0 perubahan arah signifikan — hujan abu dapat meluas ke beberapa koridor downwind.
Wilayah prioritas berdasarkan historis angin: Barat, Barat Laut, Utara.
Kecamatan potensial terpapar:
DUKUN, SRUMBUNG, SAWANGAN, TURI, SALAM, CANDIMULYO, TEMPEL, MUNTILAN, SLEMAN, TEGALREJO, +10 lainnya
Zona potensial (estimasi): Koridor downwind (searah tiupan angin) hingga puluhan–ratusan km dari kawah.
Indikator waspada: Angin kencang memperluas jangkauan abu · Hujan + abu = lahar hujan di lereng
Gempa vulkanik
Tinggi
Terkait: Gempa
Pergerakan magma dan tekanan gas di dalam gunung menghasilkan gempa lokal berfrekuensi tinggi.
Gempa vulkanik umum di sekitar Merapi saat magma naik atau erupsi.
Kecamatan potensial terpapar:
SELO, DUKUN, KEMALANG, CEPOGO, CANGKRINGAN, TAMANSARI, PAKEM, SRUMBUNG, SAWANGAN, MUSUK, +3 lainnya
Zona potensial (estimasi): Radius 10–30 km dari kawah, intensitas tertinggi di lereng dekat.
Indikator waspada: Gempa beruntun dalam waktu singkat · Amplitudo meningkat sebelum erupsi
Lahar hujan (lahar dingin)
Sedang
Terkait: Banjir
Abu menumpuk di lereng kemudian tercerai oleh hujan menjadi aliran lahar berbahaya.
Kecamatan potensial terpapar:
SELO, DUKUN, KEMALANG, CEPOGO, CANGKRINGAN, TAMANSARI, PAKEM, SRUMBUNG, SAWANGAN, MUSUK, +3 lainnya
Zona potensial (estimasi): Lereng dan lembah sungai di bawah kawah.
Indikator waspada: Hujan deras setelah hujan abu · Sungai mendadak keruh dan bau belerang
Longsoran flank / sector collapse
Sedang
Terkait: Longsor
Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.
Kecamatan potensial terpapar:
SELO, DUKUN, KEMALANG, CEPOGO, CANGKRINGAN, TAMANSARI, PAKEM, SRUMBUNG, SAWANGAN, MUSUK, +3 lainnya
Zona potensial (estimasi): Lereng curam dan lembah di bawah kawah.
Indikator waspada: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu
Tsunami vulkanik
Rendah
Terkait: Tsunami
Kolaps caldera, aliran piroklastik ke laut, atau longsoran flank ke perairan dapat menghasilkan gelombang tsunami lokal.
Gunung Merapi berada di daratan — risiko tsunami vulkanik umumnya rendah, namun lahar/abu tetap menjadi ancaman utama.
Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius 10–50 km dari gunung pesisir (mis. Krakatau, Agung, Rinjani).
Indikator waspada: Gunung berstatus Awas di pulau/pesisir · Letusan eksplosif ke arah laut · Air laut surut mendadak
Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.
Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini
Kebutuhan logistik untuk Gunung Erupsi di Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan), dengan ~107 ribu jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, fokus perlindungan abu vulkanik Merapi, tingkat Siaga — percepat bantuan 72 jam pertama.
Perkiraan kebutuhan logistik (3 hari, ±30%)
~855.456–1.588.704 LAir minum
~675.360–1.254.240 porsiPorsi makanan
~3.207–5.957 unitTenda
~562.800–1.045.200 maskerMasker N95
~3.002–5.574 kotakKotak P3K
Fokus distribusi kejadian ini:
Tingkat keparahan tinggi — percepat distribusi barang prioritas 72 jam pertama.
Distribusikan N95 dan kacamata pelindung ke zona hujan abu arah Barat Daya.
Wilayah luas (~30 kecamatan paparan) — prioritaskan distribusi logistik terpusat.
Barang prioritas untuk pengiriman
Masker N95 / setara
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~804.000 lembar (3 hari)Hujan abu & partikulat
Air minum kemasan
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~1.222.080 L (3 hari)Sumber air terkontaminasi abu
Makanan siap saji
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~964.800 porsi (3 hari)—
Kacamata pelindung / goggles
Sangat dibutuhkan
1/orangAbu mengiritasi mata
Tenda pengungsian
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~4582 unitZona evakuasi
Obat rutin kronis
Sangat dibutuhkan
7–14 hari—
Susu bayi & popok
Sangat dibutuhkan
Balita—
Masker anak ukuran kecil
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~804.000 lembar (3 hari)—
Daftar lengkap kebutuhan logistik (sesuai dokumen acuan)
Prioritas 72 jam pertama
Masker N95 / setara
Sangat dibutuhkan
2–3/orang/hariHujan abu & partikulat
Air minum kemasan
Sangat dibutuhkan
5 L/orang/hariSumber air terkontaminasi abu
Makanan siap saji
Sangat dibutuhkan
3×/hari—
Kacamata pelindung / goggles
Sangat dibutuhkan
1/orangAbu mengiritasi mata
Tenda pengungsian
Sangat dibutuhkan
1/5–8 KKZona evakuasi
Kesehatan pernapasan
Obat batuk, saline nasal, tetes mata
Penting
1 set/orangISPA pasca-abu
Nebulizer portable (klinik)
Penting
Klinik lapanganPenderita asma
P3K & perban
Penting
1 kotak/25 orang—
Obat rutin kronis
Sangat dibutuhkan
7–14 hari—
Kebersihan
Sabun & hand sanitizer
Penting
1 set/KK—
Kain basah & handuk
Penting
1/orangBersihkan abu dari kulit
Toilet portable
Penting
1/25 orangPengungsian padat
Perlindungan abu
Plastik seal rumah (ventilasi)
Penting
1/KKTutup celah abu masuk
Selimut & pakaian panjang
Penting
1/orangKurangi kontak abu kulit
Sekop & karung (bersih atap abu)
Pendukung
1/RTCegah roboh atap
Kelompok rentan & peternak
Susu bayi & popok
Sangat dibutuhkan
Balita—
Pakan ternak & air bersih ternak
Penting
Peternak lerengRumput berabu beracun bagi ternak
Masker anak ukuran kecil
Sangat dibutuhkan
Anak-anak—
Hindari donasi:
Masker kain saja (tidak cukup untuk abu halus) · Donasi tidak terencana · Makanan terbuka tanpa tutup
Prioritas pengiriman: Koordinasikan pengiriman ke Kec. Selo, Kab. Boyolali, Jawa Tengah (+ 12 kecamatan) melalui titik distribusi terpusat per kecamatan (±150 zona).
Perkiraan kasar berdasarkan model paparan populasi — verifikasi kebutuhan lapangan sebelum pengiriman besar.