Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 05 November 2026, pukul 00:16 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 46 detik.
Waktu letusan
5 Nov 2026 00:16 WITWaktu erupsi tercatat di MAGMA PVMBG
Lokasi kejadian
Ibu
Zona paparan (estimasi)
Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan)
Potensial terpapar
~5 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~1 ribu KK (estimasi)
Radius zona paparan
±20.00 km (model estimasi)
Koordinat
1.488, 127.63
Estimasi jiwa dalam zona radius primer + gabungan koridor dispersi multi-ketinggian (VAAC, lapisan atmosfer, permukaan) — agregasi kecamatan BPS.
Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)
Lokasi kejadian Radius primer ±20.00 km Kecamatan potensial terpapar (estimasi) Ikon arah angin (animasi)
Memuat peta…
Arahkan mouse ke area ungu untuk ringkasan; ketuk/klik untuk detail kecamatan (jarak, alasan zona, konteks kejadian). Ikon biru animasi = arah angin; area biru = koridor penyebaran potensial. Zona ungu = estimasi model, bukan data lapangan.
Citra satelit terkait Gunung Erupsi
GIBS: 2026-11-03 UTC
Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan (selaras estimasi zona paparan ungu di peta) agar citra satelit bisa dibaca per wilayah. Layer tile interaktif tetap tersedia di peta.
IbuProvinsiZona paparanLokasi kejadian
Himawari-8 inframerahNASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
IbuProvinsiZona paparanLokasi kejadian
VIIRS true color (siang)NASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
Langsung di peta EWS
Himawari-8 IR (GIBS)
VIIRS true color
Hotspot FIRMS (titik di peta)
Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.
Gunung Erupsi — Erupsi Ibu — 5 Nov 2026 00:16 WIT. Wilayah estimasi dampak: Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan). Potensial terpapar ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~1 ribu KK (estimasi). Status peringatan: Siaga. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.
Tindakan prioritas untuk kejadian ini
Patuhi arahan BPBD/BNPB setempat dan siap evakuasi bila diperintahkan.
Gunakan masker N95; tutup ventilasi rumah dari abu vulkanik.
Gunung Ibu — jangan mendekati kawah atau zona larangan KRB.
Hujan abu/asap berpotensi ke arah Barat — evakuasi sisi yang terkena.
Saat ini
Tutup pintu/jendela; gunakan masker saat hujan abu.
Ikuti status gunung dan peringatan resmi — jangan mendekati kawah.
Hindari lembah sungai (lahar) dan radius bahaya yang ditetapkan.
Setelah kejadian
Periksa kesehatan pernapasan jika terpapar abu lama.
Gunakan air bersih untuk konsumsi; abu dapat mencemari sumber air.
Bersihkan abu dari atap dengan hati-hati (risiko roboh).
Evakuasi: Ikuti radius evakuasi resmi Gunung Ibu — perhatikan koridor abu ke arah Barat.
Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)
Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.
Petani — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Tinggi
Analisis Gunung Erupsi untuk Petani di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 5 Nov 2026 00:16 WIT. Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 5 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan
Pegunungan & lereng
Kebun sayur dataran tinggi Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu tipis masih merusak selada, kubis, dan kentang; cuci dan jual cepat atau buang jika terkontaminasi berat.
Dataran rendah & aluvial
Dataran Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) di koridor abu — tanaman padi lebih resisten daripada hortikultura, namun paparan abu tebal tetap menurunkan hasil.
Lereng vulkanik & KRB
Petani lereng Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu vulkanik menutup daun tanaman hortikultura dan menurunkan fotosintesis 50–90%; panen sayur dan buah tertunda 2–4 minggu.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).
Hentikan operasi bila
Saat visibilitas di lahan <100 m
Saat status gunung Siaga/Darurat
Saat hujan abu aktif
Saat peringatan aktif
Matikan irigasi open-channel bila abu tebal
Hentikan kerja di lahan saat hujan abu
Gunakan masker saat terpaksa di lahan
Tutup tanaman sensitif dengan terpal
Lindungi aset
Simpan hasil panen di ruang tertutup
Lindungi sumur irigasi dari abu
Tutup greenhouse dan nursery
Pemulihan
Catat kerugian untuk program bantuan
Konsultasi penyuluhan pertanian
Flush irigasi sebelum penyiraman
Bersihkan abu dari atap greenhouse
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Pertanian kab/kota
Penyuluh pertanian
Gapoktan/KUD
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Peternak — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Tinggi
Analisis Gunung Erupsi untuk Peternak di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 5 Nov 2026 00:16 WIT. Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 5 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Abu vulkanik pada rumput di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) menyebabkan fluorosis ternak — jangan biarkan ternak menggembala; ganti pakan kering segera.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan
Pegunungan & lereng
Penggembalaan pegunungan Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — lahar dingin menghancurkan padang rumput; cari lokasi penggembalaan alternatif di dataran aman.
Lereng vulkanik & KRB
Peternak lereng Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu pada rumput menyebabkan keracunan fluor pada sapi/kambing; evakuasi ternak dan beri pakan kering.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).
Masukkan ternak ke kandang tertutup saat hujan abu
Gunakan masker saat merawat ternak di luar
Sediakan air bersih tertutup
Lindungi aset
Amankan obat-obatan hewan
Simpan pakan kering di gudang tertutup
Tutup kandang dengan terpal kedap abu
Pemulihan
Catat kerugian untuk bantuan peternak lereng
Bantuan pakan ternak darurat
Monitoring kesehatan ternak rutin
Ganti rumput penggembalaan
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Peternakan
Dokter hewan
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Pemandu Wisata Alam — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Tinggi
Analisis Gunung Erupsi untuk Pemandu Wisata Alam di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 5 Nov 2026 00:16 WIT. Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 5 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Pembatalan tur di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) berdampak langsung pada pendapatan pemandu dan operator — komunikasikan reschedule ke wisatawan dan manfaatkan masa darurat untuk perbaikan jalur.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan
Pegunungan & lereng
Pegunungan Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — hujan abu merusak vegetasi dan kualitas udara kerja lapangan.
Lereng vulkanik & KRB
Lereng vulkanik Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu dan lahar mengancam operasi; patuhi radius KRB resmi.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).
Hentikan operasi bila
Saat visibilitas <100 m
Saat status gunung Siaga/Darurat
Saat hujan abu aktif
Saat peringatan aktif
Tutup peralatan dari abu vulkanik
Hentikan kerja lapangan saat hujan abu
Evakuasi dari zona KRB bila diperintahkan
Gunakan masker N95 di luar ruangan
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Pariwisata
SAR (118/115)
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Petambak — dampak operasional di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) Sedang
Analisis Gunung Erupsi untuk Petambak di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — Erupsi Ibu — 5 Nov 2026 00:16 WIT. Risiko operasional: Sedang. Status: Siaga. Skala paparan model 5 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Siaga di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±15 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Gunung Ibu aktif — zona KRB dan lereng langsung terdampak abu/lahar; peternak dan pekerja lapangan di lereng harus evakuasi sesuai radius resmi PVMBG.
Koridor hujan abu ke arah Barat — lahan pertanian, kebun, dan padang penggembalaan di jalur ini mengalami penurunan hasil 30–100% tanpa penutupan tanaman.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Lereng vulkanik & KRB · Pulau kecil & kepulauan
Pegunungan & lereng
Pegunungan Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — hujan abu merusak vegetasi dan kualitas udara kerja lapangan.
Lereng vulkanik & KRB
Lereng vulkanik Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) — abu dan lahar mengancam operasi; patuhi radius KRB resmi.
Jendela operasional: Operasi di lereng/koridor abu dihentikan selama status Siaga/Darurat untuk Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan).
Hentikan operasi bila
Saat visibilitas <100 m
Saat status gunung Siaga/Darurat
Saat hujan abu aktif
Saat peringatan aktif
Tutup peralatan dari abu vulkanik
Hentikan kerja lapangan saat hujan abu
Evakuasi dari zona KRB bila diperintahkan
Gunakan masker N95 di luar ruangan
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui BPBD setempat
Dinas Perikanan budidaya
Kelompok tambak
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Risiko Kesehatan Populasi Terpapar Erupsi Gunung
Abu vulkanik, gas, dan lahar dapat mengganggu pernapasan, mata, kulit, serta menimbulkan stres kronis pada masyarakat sekitar.
Informasi kesehatan ini relevan bagi ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.
Penyakit (Infeksi & Menular)
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)TinggiPartikel abu halus masuk paru-paru
Infeksi mata (konjungtivitis)SedangAbu dan gas iritan pada mata
Infeksi kulitRendahKontak abu pada kulit sensitif atau luka
Bahaya Non-Penyakit
Asma dan bronkitis akutTinggiPenderita PPOK/asma sangat rentan
Iritasi mata, hidung, dan tenggorokanTinggiPaparan abu vulkanik dan gas belerang
Luka dan cedera saat evakuasiSedangJalan licin, jatuh, atau tertimpa atap berabu
Gangguan jiwa pascatraumaSedangAncaman berulang dan kehidupan pengungsian
Kelelahan dan dehidrasiSedangAktivitas fisik di bawah paparan abu
Kelompok rentan prioritas:
Penderita asma, PPOK, dan alergi pernapasan · Anak-anak dan lansia · Petani/pekerja lapangan tanpa masker · Masyarakat di jalur lahar
Pencegahan bagi populasi terpapar
Gunakan masker N95 atau setara saat hujan abu.
Tutup mulut/hidung dengan kain basah jika masker tidak ada.
Bersihkan atap abu secara bertahap — risiko roboh.
Minum air bersih; tutup sumber air dari kontaminasi abu.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke fasilitas kesehatan jika sesak napas berat, napas berbunyi, bibir kebiruan, mata merah parah, atau gejala asma tidak membaik dengan obat biasa.
Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.
Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Gunung Api
Erupsi gunung api menghancurkan vegetasi dengan aliran piroklastik, lahar, dan hujan abu — satwa kehilangan habitat, tanah menjadi steril, dan ekosistem gunung membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk pulih sepenuhnya.
Selain manusia, ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.
9 dampak tinggi
teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.
Flora & Vegetasi
Hutan lereng gunungTinggiAliran piroklastik dan lahar menghancurkan seluruh vegetasi di jalur aliran.
Tanaman pangan kaki gunungTinggiHujan abu menimbun daun — fotosintesis terhenti; tanaman mati.
Vegetasi pioneer pasca-erupsiSedangTanah steril — hanya pioneer (fern, cemara) yang tumbuh awal.
Fauna (Satwa Liar)
Burung & kelelawarTinggiAsap dan abu mengiritasi saluran napas; populasi menurun drastis dekat kawah.
Mamalia gunung (lutung, macan tutul jika ada)TinggiHabitat hilang; satwa terdesak ke bawah lereng — konflik dengan manusia.
Serangga & penyerbukSedangPopulasi serangga menurun; rantai pakan terganggu.
Perairan & Biota Akuatik
Sungai kaki gunungTinggiLahar dingin meningkatkan kekeruhan dan suhu — fish kill massal.
Danau kawah & mata airSedangpH dan suhu berubah akibat input material vulkanik.
Kawasan hutan lindung lerengTinggiFungsi lindung terganggu — risiko banjir lumpur dan longsor meningkat.
Kawasan konservasi (Taman Nasional)TinggiZona inti habitat rusak; populasi satwa dilindungi terancam.
Ternak & Hewan Peliharaan
Ternak peternakan lerengTinggiAbu vulkanik pada rumput menyebabkan fluorosis dan keracunan pada ternak.
Unggas & hewan piaraanSedangAsap pekat dan abu dalam kandang berbahaya.
Habitat prioritas pemantauan:
Hutan lereng gunung · Kawasan TN/CA · Sungai lahar · Zona endemik ketinggian
Tindakan konservasi & perlindungan satwa
Jangan mendekati zona aliran piroklastik untuk evakuasi satwa — prioritaskan keselamatan manusia dulu.
Sediakan air bersih dan pakan bersih untuk ternak; jauhkan dari padang rumput berabu.
Amati satwa langka yang terluka; jangan menangkap untuk diperjualbelikan.
Ikuti zona evakuasi — satwa liar akan mencari habitat sendiri ke arah aman.
Pemulihan ekosistem: Suksesi ekologis alami 10–100+ tahun; revegetasi dengan spesies lokal; pemantauan satwa indikator; restorasi sungai dari sedimentasi lahar.
Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.
Konteks Geografis & Lingkungan
Topografi
Dataran rendah (<200 m)
Zona Pesisir
Pesisir Tsunami Sulawesi Utara
Risiko sedang · tsunami
Gunung Api
Ibu(1325 m)
Keanekaragaman Hayati Setempat
Kepulauan Maluku
— Maluku Islands Forest
Flora: Cengkeh Maluku, Kayu Gaharu, Mangrove Rhizophora, Pala, Sagu Maluku
Fauna: Burung Cendrawasih Maluku, Burung Nuri, Coconut Crab, Dugong, Kuskus Maluku, Penyu Sisik
Dampak Sekunder Erupsi Gunung Api
Erupsi memicu rangkaian ancaman: hujan abu mengikuti arah angin, gempa vulkanik, lahar, hingga potensi tsunami pada gunung pesisir.
Analisis angin (VAAC (hingga FL80)):
Awan abu vulkanik bergerak ke arah Barat (~9.3 km/jam)
Permukaan terkini:
Tenggara
→ Barat Laut
(~3.6 km/jam)
Historis permukaan:
Tenggara
→ Barat Laut
(rata-rata ~3.3 km/jam)
Arah utama dari advisori VAAC/SIGMET untuk awan abu vulkanik; permukaan dapat berbeda. Historis: Dominan dari Tenggara ke Barat Laut (100% periode) · variasi rendah
Dispersi multi-ketinggian
Prioritas VAAC (hingga FL80): Timur → Barat · Permukaan terkini: Tenggara → Barat Laut (~3.6 km/jam) · Historis permukaan: Tenggara → Barat Laut (2 jam, 100%) · 2 advisori VAAC/SIGMET aktif · Abu vulkanik mengikuti arah berbeda tiap ketinggian — lihat lapisan di peta
Kolom puncak (~15 km)
Awan tinggi (~10 km)
Awan sedang (~6 km)
VAAC (hingga FL80)
VAAC (hingga FL70)
Awan rendah (~2 km)
Permukaan historis (sejak kejadian)
Permukaan (~10 m)
Advisori VAAC/SIGMET aktif:
DUKONO
— hingga FL80 · gerak W WVID21 WAAA 041740 WAAF SIGMET 14 VALID 041740/042340 WAAA- WAAF UJUNG PANDANG FIR VA ERUPTION MT DUKONO PSN N0142 E12754 VA CLD OBS AT 1720Z WI N0140 E12758 - N0120 E12645 - N0143 E12631 - N0203 E12650 - N0148 E12757 -
IBU
— hingga FL70 · gerak SW WVID21 WAAA 041840 WAAF SIGMET 15 VALID 041840/050040 WAAA- WAAF UJUNG PANDANG FIR VA ERUPTION MT IBU PSN N0129 E12738 VA CLD OBS AT 1820Z WI N0130 E12744 - N0055 E12658 - N0136 E12644 - N0138 E12740 - N0130 E12744 SFC/F
Periode 2026-11-04 22:16 – 2026-11-05 05:41 (2 jam data aktif)
Dominan dari Tenggara ke Barat Laut (100% periode) · variasi rendah
Tenggara → Barat Laut
— 2 jam,
maks 3.5 km/jam
(100%)
Zona paparan potensial dihitung dari gabungan semua koridor downwind historis, bukan satu arah angin saja.
Zona dampak sekunder potensial
Provinsi: MALUKU UTARA, SULAWESI UTARA
Kabupaten/Kota: KAB. HALMAHERA BARAT, KOTA TERNATE, KAB. KEP. SIAU TAGULANDANG BIARO
Kecamatan: IBU, IBU SELATAN, SAHU, PULAU HIRI, KOTA TERNATE UTARA, TERNATE BARAT, KOTA TERNATE TENGAH, KOTA TERNATE SELATAN, PULAU TERNATE, PULAU BATANG DUA, BIARO, TAGULANDANG SELATAN, TAGULANDANG UTARA, TAGULANDANG, SIAU TIMUR SELATAN
Daftar kecamatan/kelurahan memakai gabungan koridor dispersi multi-ketinggian (VAAC, lapisan atmosfer, permukaan terkini, dan historis bila ada).
Faktor Fenomena Iklim & Musim
Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.
Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata
(bulan 11)
Rendah
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Monsun & musim lokal
Transisi monsun (pancaroba)
Kemungkinan tinggi
Pergantian musim — cuaca tidak stabil, hujan lokal ekstrem dan kekeringan singkat dapat bergantian.
Inferensi musim: bulan 11 di zona eastern indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).
Dari Gunung Api, rantai dampak prioritas: Cuaca Ekstrem (Tinggi) → Gempa (Tinggi) → Longsor (Sedang).
Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.
Gunung Api → Cuaca Ekstrem
Tinggi
Erupsi → Hujan abu (angin)
Arah angin menentukan koridor hujan abu — zona downwind terdampak jauh dari kawah.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Angin kencang · Status Awas
Gunung Api → Gempa
Tinggi
Erupsi → Gempa vulkanik
Tekanan magma naik menghasilkan gempa berfrekuensi tinggi sebelum dan saat erupsi.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Gempa beruntun · Amplitudo meningkat
Gunung Api → Longsor
Sedang
Erupsi → Longsoran flank
Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu
Gunung Api → Tsunami
Bergantung kondisi
Erupsi → Tsunami vulkanik
Kolaps flank atau aliran piroklastik ke laut (gunung pesisir) → gelombang lokal.
Bergantung kondisi Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Krakatau, Agung pesisir · Letusan ke laut
Gunung Api → Banjir
Sedang
Erupsi → Lahar hujan
Abu di lereng + hujan deras = aliran lahar dingin di lembah sungai.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Hujan setelah hujan abu · Sungai keruh
Hujan abu vulkanik (dispersi angin)
Tinggi
Terkait: Cuaca Ekstrem
Partikel abu halus terbawa angin; zona terdampak bergeser sesuai kecepatan dan arah angin dominan.
Awan abu vulkanik bergerak ke arah Barat (~9.3 km/jam).
Zona paparan abu diprioritaskan di koridor downwind dari Ibu.
Sejak kejadian, angin bervariasi rendah dengan 0 perubahan arah signifikan — hujan abu dapat meluas ke beberapa koridor downwind.
Wilayah prioritas berdasarkan historis angin: Barat Laut.
Kecamatan potensial terpapar:
IBU, IBU SELATAN, SAHU, PULAU HIRI, KOTA TERNATE UTARA, TERNATE BARAT, KOTA TERNATE TENGAH, KOTA TERNATE SELATAN, PULAU TERNATE, PULAU BATANG DUA, +5 lainnya
Zona potensial (estimasi): Koridor downwind (searah tiupan angin) hingga puluhan–ratusan km dari kawah.
Indikator waspada: Angin kencang memperluas jangkauan abu · Hujan + abu = lahar hujan di lereng
Gempa vulkanik
Tinggi
Terkait: Gempa
Pergerakan magma dan tekanan gas di dalam gunung menghasilkan gempa lokal berfrekuensi tinggi.
Gempa vulkanik umum di sekitar Ibu saat magma naik atau erupsi.
Kecamatan potensial terpapar:
IBU, IBU UTARA, IBU SELATAN
Zona potensial (estimasi): Radius 10–30 km dari kawah, intensitas tertinggi di lereng dekat.
Indikator waspada: Gempa beruntun dalam waktu singkat · Amplitudo meningkat sebelum erupsi
Lahar hujan (lahar dingin)
Sedang
Terkait: Banjir
Abu menumpuk di lereng kemudian tercerai oleh hujan menjadi aliran lahar berbahaya.
Kecamatan potensial terpapar:
IBU, IBU UTARA, IBU SELATAN
Zona potensial (estimasi): Lereng dan lembah sungai di bawah kawah.
Indikator waspada: Hujan deras setelah hujan abu · Sungai mendadak keruh dan bau belerang
Longsoran flank / sector collapse
Sedang
Terkait: Longsor
Bagian lereng gunung melemah akibat erupsi dan dapat runtuh ke permukiman di bawahnya.
Kecamatan potensial terpapar:
IBU, IBU UTARA, IBU SELATAN
Zona potensial (estimasi): Lereng curam dan lembah di bawah kawah.
Indikator waspada: Deformasi lereng · Hilangnya vegetasi di sektor tertentu
Tsunami vulkanik
Bergantung kondisi
Terkait: Tsunami
Kolaps caldera, aliran piroklastik ke laut, atau longsoran flank ke perairan dapat menghasilkan gelombang tsunami lokal.
Gunung berlokasi di/pesisir pulau — potensi gelombang lokal jika material masuk perairan.
Kecamatan potensial terpapar:
IBU, IBU UTARA, IBU SELATAN
Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius 10–50 km dari gunung pesisir (mis. Krakatau, Agung, Rinjani).
Indikator waspada: Gunung berstatus Awas di pulau/pesisir · Letusan eksplosif ke arah laut · Air laut surut mendadak
Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.
Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini
Kebutuhan logistik untuk Gunung Erupsi di Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan), dengan ~5 ribu jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, fokus perlindungan abu vulkanik Ibu, tingkat Siaga — percepat bantuan 72 jam pertama.
Perkiraan kebutuhan logistik (3 hari, ±30%)
~42.853–79.583 LAir minum
~33.831–62.829 porsiPorsi makanan
~161–299 unitTenda
~28.193–52.358 maskerMasker N95
~151–280 kotakKotak P3K
Fokus distribusi kejadian ini:
Tingkat keparahan tinggi — percepat distribusi barang prioritas 72 jam pertama.
Distribusikan N95 dan kacamata pelindung ke zona hujan abu arah Barat.
Wilayah pesisir — prioritaskan air tawar, pakaian kering, dan sanitasi portable.
Wilayah luas (~15 kecamatan paparan) — prioritaskan distribusi logistik terpusat.
Barang prioritas untuk pengiriman
Masker N95 / setara
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~40.275 lembar (3 hari)Hujan abu & partikulat
Air minum kemasan
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~61.218 L (3 hari)Sumber air terkontaminasi abu
Makanan siap saji
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~48.330 porsi (3 hari)—
Kacamata pelindung / goggles
Sangat dibutuhkan
1/orangAbu mengiritasi mata
Tenda pengungsian
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~230 unitZona evakuasi
Obat rutin kronis
Sangat dibutuhkan
7–14 hari—
Susu bayi & popok
Sangat dibutuhkan
Balita—
Masker anak ukuran kecil
Sangat dibutuhkan
Estimasi kejadian ini: ~40.275 lembar (3 hari)—
Daftar lengkap kebutuhan logistik (sesuai dokumen acuan)
Prioritas 72 jam pertama
Masker N95 / setara
Sangat dibutuhkan
2–3/orang/hariHujan abu & partikulat
Air minum kemasan
Sangat dibutuhkan
5 L/orang/hariSumber air terkontaminasi abu
Makanan siap saji
Sangat dibutuhkan
3×/hari—
Kacamata pelindung / goggles
Sangat dibutuhkan
1/orangAbu mengiritasi mata
Tenda pengungsian
Sangat dibutuhkan
1/5–8 KKZona evakuasi
Kesehatan pernapasan
Obat batuk, saline nasal, tetes mata
Penting
1 set/orangISPA pasca-abu
Nebulizer portable (klinik)
Penting
Klinik lapanganPenderita asma
P3K & perban
Penting
1 kotak/25 orang—
Obat rutin kronis
Sangat dibutuhkan
7–14 hari—
Kebersihan
Sabun & hand sanitizer
Penting
1 set/KK—
Kain basah & handuk
Penting
1/orangBersihkan abu dari kulit
Toilet portable
Penting
1/25 orangPengungsian padat
Perlindungan abu
Plastik seal rumah (ventilasi)
Penting
1/KKTutup celah abu masuk
Selimut & pakaian panjang
Penting
1/orangKurangi kontak abu kulit
Sekop & karung (bersih atap abu)
Pendukung
1/RTCegah roboh atap
Kelompok rentan & peternak
Susu bayi & popok
Sangat dibutuhkan
Balita—
Pakan ternak & air bersih ternak
Penting
Peternak lerengRumput berabu beracun bagi ternak
Masker anak ukuran kecil
Sangat dibutuhkan
Anak-anak—
Hindari donasi:
Masker kain saja (tidak cukup untuk abu halus) · Donasi tidak terencana · Makanan terbuka tanpa tutup
Prioritas pengiriman: Koordinasikan pengiriman ke Kec. Ibu, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara (+ 1 kecamatan) melalui titik distribusi terpusat per kecamatan (±15 zona).
Perkiraan kasar berdasarkan model paparan populasi — verifikasi kebutuhan lapangan sebelum pengiriman besar.