Gempa Bumi Waspada Aktif

Gempa M4.6 — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire

Magnitudo 4.6, kedalaman 23 km. Dirasakan: II - III Nabire

Waktu kejadian
4 Nov 2026 07:46 WIB
Lokasi kejadian
Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire
Zona paparan (estimasi)
Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah
Potensial terpapar
~990 jiwa (estimasi paparan) · ~254 KK (estimasi)
Radius zona paparan
±15.70 km (model estimasi)
Magnitudo
M 4.6
Kedalaman
23.0 km
Koordinat
-3.22, 135.53

Perkiraan kasar jiwa potensial terpapar dalam zona getaran/model — bukan jumlah korban, pengungsi, atau data lapangan BPBD.

Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)

Lokasi kejadian Radius primer ±15.70 km Kecamatan potensial terpapar (estimasi)
Memuat peta…

Arahkan mouse ke area ungu untuk ringkasan; ketuk/klik untuk detail kecamatan (jarak, alasan zona, konteks kejadian). Zona ungu = estimasi model, bukan data lapangan.

Citra satelit terkait Gempa Bumi

GIBS: 2026-11-03 UTC

Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan (selaras estimasi zona paparan ungu di peta) agar citra satelit bisa dibaca per wilayah. Layer tile interaktif tetap tersedia di peta.

VIIRS true color (siang) — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire Provinsi Zona paparan Lokasi kejadian
VIIRS true color (siang) NASA GIBS · 2026-11-03 UTC Overlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.

Langsung di peta EWS

Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.

Ke peta lokasi kejadian
Viewer eksternal (BMKG, Worldview, FIRMS)

Mitigasi untuk kejadian ini

Gempa Bumi — Gempa M4.6 — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire. Wilayah estimasi dampak: Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah. Magnitudo M4.6, kedalaman 23 km. Potensial terpapar ~990 jiwa (estimasi paparan) · ~253 KK (estimasi). Status peringatan: Waspada. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.

Tindakan prioritas untuk kejadian ini

  • Jauhi bangunan rusak; waspadai gempa susulan.

Saat ini

  • Jika di pantai: waspadai potensi tsunami setelah gempa kuat.
  • Jika di luar: ke area terbuka jauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon.
  • Jika di dalam ruangan: berlindung di bawah meja kuat hingga guncangan berhenti.
  • Jauhi jendela, dinding luar, dan benda yang bisa roboh.

Setelah kejadian

  • Gunakan radio/seluler untuk informasi resmi; hindari hoaks.
  • Hindari bangunan rusak dan pantau gempa susulan.
  • Matikan gas, listrik, dan air jika ada kerusakan.

Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)

Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.

Petani — dampak operasional di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah Sedang

Analisis Gempa Bumi untuk Petani di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — Gempa M4.6 — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 990 jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Zona model mencakup ~990 jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Gempa dangkal — guncangan di permukaan lebih destruktif bagi bangunan ringan (gudang, kandang, greenhouse) dibanding gempa dalam.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial

Pesisir & wilayah maritim

Pesisir Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa kuat berpotensi tsunami; hentikan operasi di garis pantai segera.

Pegunungan & lereng

Pegunungan Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.

Dataran rendah & aluvial

Dataran Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.

Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.

Hentikan operasi bila

  • Saat ada peringatan gempa susulan signifikan
  • Jika bangunan gudang/pompa rusak berat
  • Saat guncangan kuat dirasakan di lahan

Saat peringatan aktif

  • Lindungi diri di area terbuka jauh dari struktur rapuh
  • Matikan pompa irigasi dan genset bila aman
  • Jauhi gudang, menara tangki air, dan pohon tinggi
  • Hentikan aktivitas di lahan jika guncangan kuat

Lindungi aset

  • Backup data jadwal tanam dan catatan pupuk
  • Lindungi alat pertanian portable
  • Amankan hasil panen di gudang bertingkat

Pemulihan

  • Ajukan bantuan benih/pupuk via dinas pertanian
  • Pantau kualitas air irigasi pasca-gempa
  • Rotasi tanaman pada lahan retak
  • Prioritaskan perbaikan irigasi sebelum MT

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah melalui BPBD setempat
  • Dinas Pertanian kab/kota
  • Penyuluh pertanian
  • Gapoktan/KUD
  • BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.

Nelayan — dampak operasional di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah Sedang

Analisis Gempa Bumi untuk Nelayan di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — Gempa M4.6 — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 990 jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Zona model mencakup ~990 jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Gempa dangkal — guncangan di permukaan lebih destruktif bagi bangunan ringan (gudang, kandang, greenhouse) dibanding gempa dalam.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
  • Pesisir: tinggalkan dermaga dan perairan dangkal segera.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial

Pesisir & wilayah maritim

Gempa pesisir Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — waspadai tsunami; jika di laut dekat pantai, menuju perairan dalam >100 m bila memungkinkan.

Pegunungan & lereng

Pegunungan Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.

Dataran rendah & aluvial

Dataran Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.

Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.

Hentikan operasi bila

  • Saat guncangan dirasakan di dermaga
  • Saat peringatan tsunami diterbitkan
  • Setelah gempa kuat di pesisir

Saat peringatan aktif

  • Di pantai: segera ke dataran tinggi
  • Matikan mesin dan lepas tali bila di dermaga
  • Jangan kembali ke dermaga hingga aman
  • Di laut: menuju perairan dalam (>100 m) bila memungkinkan

Lindungi aset

  • Lindungi alat tangkap dari puing
  • Angkat mesin tempel dari perahu kecil
  • Amankan kapal di pelabuhan aman

Pemulihan

  • Bantuan alat tangkap bila tersedia
  • Diversifikasi mata pencaharian sementara
  • Koordinasi dinas perikanan
  • Perbaiki kapal prioritas untuk melaut

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah melalui BPBD setempat
  • Dinas Kelautan & Perikanan
  • Kelompok nelayan
  • SAR (118/115)
  • BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.

Petambak — dampak operasional di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah Sedang

Analisis Gempa Bumi untuk Petambak di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — Gempa M4.6 — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 990 jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Zona model mencakup ~990 jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Gempa dangkal — guncangan di permukaan lebih destruktif bagi bangunan ringan (gudang, kandang, greenhouse) dibanding gempa dalam.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial

Pesisir & wilayah maritim

Pesisir Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa kuat berpotensi tsunami; hentikan operasi di garis pantai segera.

Pegunungan & lereng

Pegunungan Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.

Dataran rendah & aluvial

Dataran Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.

Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.

Hentikan operasi bila

  • Saat peringatan gempa susulan
  • Jika infrastruktur rusak berat
  • Saat guncangan kuat dirasakan

Saat peringatan aktif

  • Matikan peralatan berbahaya bila aman
  • Lindungi diri di area terbuka aman
  • Jauhi struktur rapuh dan tebing
  • Hentikan aktivitas kerja saat guncangan kuat

Lindungi aset

  • Siapkan cadangan peralatan penting
  • Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
  • Amankan peralatan kerja di tempat tinggi

Pemulihan

  • Manfaatkan program bantuan pemerintah
  • Latihan kesiapsiagaan rutin
  • Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
  • Koordinasi dengan dinas terkait setempat

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah melalui BPBD setempat
  • Dinas Perikanan budidaya
  • Kelompok tambak
  • BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.

Penambang Tradisional — dampak operasional di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah Sedang

Analisis Gempa Bumi untuk Penambang Tradisional di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — Gempa M4.6 — Pusat gempa berada di laut 16 km utara Nabire. Risiko operasional: Sedang. Status: Waspada. Skala paparan model 990 jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Zona model mencakup ~990 jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Gempa dangkal — guncangan di permukaan lebih destruktif bagi bangunan ringan (gudang, kandang, greenhouse) dibanding gempa dalam.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial

Pesisir & wilayah maritim

Pesisir Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa kuat berpotensi tsunami; hentikan operasi di garis pantai segera.

Pegunungan & lereng

Pegunungan Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — gempa memicu longsor susulan; jangan kembali ke lereng sebelum evaluasi.

Dataran rendah & aluvial

Dataran Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah — infrastruktur produksi rentan retak; inspeksi wajib sebelum operasi.

Jendela operasional: Lanjutkan operasi hanya setelah kondisi di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah aman diverifikasi dan aset produksi diperiksa.

Hentikan operasi bila

  • Saat peringatan gempa susulan
  • Jika infrastruktur rusak berat
  • Saat guncangan kuat dirasakan

Saat peringatan aktif

  • Matikan peralatan berbahaya bila aman
  • Lindungi diri di area terbuka aman
  • Jauhi struktur rapuh dan tebing
  • Hentikan aktivitas kerja saat guncangan kuat

Lindungi aset

  • Siapkan cadangan peralatan penting
  • Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
  • Amankan peralatan kerja di tempat tinggi

Pemulihan

  • Manfaatkan program bantuan pemerintah
  • Latihan kesiapsiagaan rutin
  • Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
  • Koordinasi dengan dinas terkait setempat

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah melalui BPBD setempat
  • Dinas ESDM
  • BPBD
Bantuan: Hubungi SAR (118/115) jika ada korban atau pekerja terjebak; laporkan kerusakan aset produksi ke dinas sektor.

Kontak Darurat Terdekat

Papua 0967-531731

Semua kontak darurat

Risiko Kesehatan Populasi Terpapar Gempa

Jiwa dalam zona paparan gempa berisiko mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental, terutama jika terjadi pengungsian atau kerusakan sanitasi.

Informasi kesehatan ini relevan bagi ~990 jiwa (estimasi paparan) di zona model.

Penyakit (Infeksi & Menular)

  • Diare akut Sedang Air dan makanan terkontaminasi, sanitasi rusak
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Sedang Pengungsian padat, debu, dan cuaca ekstrem
  • Infeksi luka Sedang Luka tidak segera ditangani di lingkungan kotor
  • Tetanus Rendah Luka tertutup tanpa imunisasi lengkap

Bahaya Non-Penyakit

  • Trauma fisik dan fraktur Tinggi Tertimpa reruntuhan, jatuh, atau luka robek
  • Gangguan jiwa pascatrauma Tinggi Kecemasan, insomnia, dan stres setelah guncangan
  • Hipotermia atau heat stroke Sedang Menginap di luar ruangan tanpa perlindungan
  • Keracunan gas atau asap Sedang Kebocoran gas LPG/tabung setelah kerusakan bangunan
Kelompok rentan prioritas: Lansia dan penyandang disabilitas · Anak-anak · Ibu hamil dan menyusui · Penderita penyakit kronis (jantung, diabetes, asma)

Pencegahan bagi populasi terpapar

  • Gunakan air bersih atau air yang dimatangkan; cuci tangan dengan sabun.
  • Bersihkan dan tutup luka; segera ke fasilitas kesehatan jika luka dalam.
  • Jaga kebersihan pengungsian dan buang sampah secara teratur.
  • Dukung kesehatan jiwa keluarga — ajak bicara dan istirahat cukup.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke Puskesmas/RS jika ada luka berat, perdarahan tidak berhenti, sesak napas, demam tinggi berkelanjutan, diare berulang, atau gejala depresi/trauma yang mengganggu aktivitas.

Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.

Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Gempa

Gempa mengganggu habitat darat dan pesisir, memicu longsor, kerusakan hutan, dan perubahan muka air tanah yang berdampak pada flora, fauna, dan jaringan ekosistem setempat.

Selain manusia, ~990 jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.

6 dampak tinggi teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.

Flora & Vegetasi

  • Pohon tumbang & kanopi rusak Tinggi Guncangan kuat merobohkan pohon besar, membuka kanopi dan mengubah mikroiklim hutan.
  • Vegetasi tepi jurang & lereng Tinggi Retakan tanah dan longsor menghancurkan vegetasi penguat lereng.
  • Tanaman pangan & perkebunan Sedang Infrastruktur irigasi rusak; tanaman mati akibat genangan atau kekeringan pasca-gempa.

Fauna (Satwa Liar)

  • Satwa liar terperangkap reruntuhan Tinggi Burung, reptil, dan mamalia kecil di bangunan/kawah longsor.
  • Perubahan perilaku & migrasi Sedang Gempa susulan mendorong satwa meninggalkan habitat — risiko konflik manusia-satwa.
  • Koloni penyerbuk (lebah, kupu-kupu) Sedang Sarang dan habitat penyerbuk rusak; penurunan produksi buah liar sementara.

Perairan & Biota Akuatik

  • Ikan & biota sungai Sedang Material longsor ke sungai meningkatkan kekeruhan dan mengurangi oksigen terlarut.
  • Mata air & mata air vulkanik Rendah Perubahan aliran air tanah dapat mengeringkan atau memunculkan mata air baru.

Habitat & Ekosistem

  • Fragmentasi habitat hutan Tinggi Jalan longsor dan celah kanopi memecah konektivitas populasi satwa.
  • Ekosistem pesisir (mangrove, lamun) Sedang Subsiden tanah dan gelombang resonansi merusak zona intertidal.
  • Tanah labil pasca-guncangan Tinggi Lereng rawan longsor susulan — habitat tidak stabil untuk regenerasi cepat.

Ternak & Hewan Peliharaan

  • Ternak terperangkap & stres Tinggi Kandang runtuh; hewan ternak panik, cedera, atau mati kelaparan.
  • Pakan & air minum ternak Sedang Persediaan pakan terputus; kontaminasi air dari material bangunan.
Habitat prioritas pemantauan: Hutan primer & sekunder · Lereng curam ber-HCV · Zona pesisir ber-mangrove · Kawasan konservasi satwa

Tindakan konservasi & perlindungan satwa

  • Evakuasi satwa peliharaan/ternak ke zona aman; sediakan pakan dan air bersih.
  • Hindari membuka jalan baru di lereng labil — gunakan jalur eksisting bila aman.
  • Pantau satwa liar yang masuk permukiman (ular, babi hutan, monyet) pasca-habitat rusak.
  • Amati satwa liar yang terluka atau terdampar di habitatnya.
Pemulihan ekosistem: Rehabilitasi vegetasi lereng dengan species lokal penguat tanah; bioremediasi sungai dari material longsor; pemantauan populasi satwa indikator 6–24 bulan pasca-bencana.

Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.

Konteks Geografis & Lingkungan

Topografi

Dataran rendah (<200 m)

Dampak Sekunder Gempa Bumi

Guncangan utama dapat memicu fenomena berantai yang mempengaruhi wilayah lebih luas dari episentrum.

Zona dampak sekunder potensial

Provinsi: PAPUA TENGAH

Kabupaten/Kota: KAB. NABIRE

Kecamatan: TELUK KIMI

Faktor Fenomena Iklim & Musim

Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.

Zona monsun: Maluku, Papua — pola hujan lebih merata (bulan 11)

Sedang Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.

Fenomena regional & atmosfer

Outlook/prediksi musim BMKG Terdeteksi

Peringatan atau outlook musim dari BMKG (prediksi kemarau/hujan di atas/bawah normal).

Teridentifikasi dari konteks peringatan/teks bencana.

Waspada: Ikuti update DIN/DMN BMKG bulanan

Monsun & musim lokal

Transisi monsun (pancaroba) Kemungkinan tinggi

Pergantian musim — cuaca tidak stabil, hujan lokal ekstrem dan kekeringan singkat dapat bergantian.

Inferensi musim: bulan 11 di zona eastern indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).

Waspada: Hujan petir ekstrem singkat · Banjir kilat di awal/akhir kemarau

Matriks Korelasi Dampak Sekunder

Dari Gempa, rantai dampak prioritas: Tsunami (Rendah) → Longsor (Sedang) → Likuefaksi (Rendah).

Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.

Gempa → Tsunami Rendah

Gempa → Tsunami

Gempa dangkal kuat di lepas pantai dapat memindahkan dasar laut vertikal → gelombang tsunami.

Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Air laut surut · Gempa dirasakan kuat di pesisir

Gempa → Longsor Sedang

Gempa → Longsor

Getaran melemahkan lereng curam; diperparah hujan dan tanah vulkanik labil.

Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Gempa susulan · Lereng basah

Gempa → Likuefaksi Rendah

Gempa → Likuefaksi tanah

Guncangan kuat pada tanah berbutir halus berair menyebabkan likuefaksi — bangunan mengendap dan tanah memancarkan air.

Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Tanah memancarkan air · Bangunan miring · Paving bergelombang

Gempa → Banjir Rendah

Likuefaksi → Genangan

Tanah berlikuefaksi di dataran rendah menyebabkan genangan, kerusakan drainase, dan banjir lokal.

Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Tanah memancarkan air · Bangunan miring

Longsor

Sedang

Getaran melemahkan lereng curam, terutama saat tanah basah atau bekas longsor.

Kecamatan potensial terpapar: TELUK KIMI

Zona potensial (estimasi): Lereng di atas permukiman, tebing jalan, dan area bekas longsor.

Indikator waspada: Retakan tanah baru · Pohon miring · Mata air muncul mendadak

Gempa susulan (aftershock)

Sedang

Penyesuaian tekanan di sekitar patahan utama setelah gempa induk.

Kecamatan potensial terpapar: TELUK KIMI

Zona potensial (estimasi): Radius beberapa puluh hingga ratusan km dari episentrum.

Indikator waspada: Guncangan berulang dalam 24–72 jam · Bangunan sudah rusak rentan roboh

Tsunami

Rendah

Perpindahan dasar laut vertikal pada gempa di bawah/laut dangkal dapat menghasilkan gelombang tsunami.

Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius ratusan km dari sumber, tergantung magnitudo dan kedalaman.

Indikator waspada: Air laut surut tiba-tiba · Gemuruh seperti kereta api · Gempa kuat di pesisir

Likuefaksi tanah

Rendah

Tanah berbutir halus berair kehilangan kekuatan akibat guncangan, seperti cairan.

Zona potensial (estimasi): Lahan rawa, reklamasi, tepi sungai, dan area endapan alluvial.

Indikator waspada: Tanah memancarkan air · Bangunan miring/mengendap · Paving retak bergelombang

Genangan pasca-likuefaksi

Rendah

Tanah berlikuefaksi dan drainase rusak menyebabkan genangan lokal serta banjir setelah gempa.

Zona potensial (estimasi): Dataran rendah, reklamasi, dan kawasan permukiman padat.

Indikator waspada: Genangan muncul tanpa hujan · Saluran tersumbat lumpur

Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.

Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini

Kebutuhan logistik untuk Gempa Bumi di Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah, dengan ~990 jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, pascagempa M4.6.

Perkiraan kebutuhan logistik (3 hari, ±30%)

~7.900–14.672 L Air minum
~6.237–11.583 porsi Porsi makanan
~30–56 unit Tenda
~28–52 kotak Kotak P3K
Fokus distribusi kejadian ini:
  • Wilayah pesisir — prioritaskan air tawar, pakaian kering, dan sanitasi portable.

Barang prioritas untuk pengiriman

  • Air minum kemasan / galon Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~11.286 L (3 hari) Sumber air rusak atau terkontaminasi
  • Makanan siap saji (MP-ASI, biskuit, nasi kotak) Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~8.910 porsi (3 hari) Tidak perlu dimasak jika dapur rusak
  • Tenda pengungsian & terpal Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~43 unit Bangunan tidak layak huni
  • Kasur lipat / matras / alas tidur Sangat dibutuhkan
    1/orang Pengungsian terbuka atau gedung
  • Senter & baterai cadangan Sangat dibutuhkan
    1/KK + cadangan Listrik padam
  • Kotak P3K & perban Sangat dibutuhkan
    1 kotak/25 orang Luka tertimpa reruntuhan
  • Obat rutin (hipertensi, diabetes, asma) Sangat dibutuhkan
    7–14 hari stok Penderita penyakit kronis
  • Sabun mandi & cuci tangan Sangat dibutuhkan
    1 batang/4 orang Cegah diare pasca-bencana
  • Toilet darurat / closet portable Sangat dibutuhkan
    1/20–30 orang MCK rusak
  • Selimut & pakaian layak Sangat dibutuhkan
    1–2/orang Malam di pengungsian
  • Susu formula & MPASI bayi Sangat dibutuhkan
    Sesuai jumlah balita Bayi <2 tahun
  • Popok bayi Sangat dibutuhkan
    5–8/bayi/hari —

Daftar lengkap kebutuhan logistik (sesuai dokumen acuan)

Prioritas 72 jam pertama

  • Air minum kemasan / galon Sangat dibutuhkan
    3–5 liter/orang/hari Sumber air rusak atau terkontaminasi
  • Makanan siap saji (MP-ASI, biskuit, nasi kotak) Sangat dibutuhkan
    3× makan utama/orang/hari Tidak perlu dimasak jika dapur rusak
  • Tenda pengungsian & terpal Sangat dibutuhkan
    1 tenda/5–8 KK Bangunan tidak layak huni
  • Kasur lipat / matras / alas tidur Sangat dibutuhkan
    1/orang Pengungsian terbuka atau gedung
  • Senter & baterai cadangan Sangat dibutuhkan
    1/KK + cadangan Listrik padam
  • Kotak P3K & perban Sangat dibutuhkan
    1 kotak/25 orang Luka tertimpa reruntuhan

Kesehatan & medis

  • Masker debu (N95/kain) Penting
    2–3/orang/hari Debu bangunan roboh
  • Obat rutin (hipertensi, diabetes, asma) Sangat dibutuhkan
    7–14 hari stok Penderita penyakit kronis
  • Antiseptik, salep luka, handsanitizer Penting
    1 set/KK Cegah infeksi luka
  • Alat bantu (kruk, kursi roda sementara) Penting
    Sesuai kebutuhan Korban cedera

Kebersihan & sanitasi

  • Sabun mandi & cuci tangan Sangat dibutuhkan
    1 batang/4 orang Cegah diare pasca-bencana
  • Toilet darurat / closet portable Sangat dibutuhkan
    1/20–30 orang MCK rusak
  • Pembalut & popok dewasa Penting
    Paket wanita & lansia Kebutuhan khusus
  • Ember, gayung, jerigen air bersih Penting
    1 set/KK Distribusi air

Perlindungan & hunian sementara

  • Selimut & pakaian layak Sangat dibutuhkan
    1–2/orang Malam di pengungsian
  • Plastik kresek besar (kantong bantuan) Penting
    1/KK Penyortiran donasi
  • Palu, linggis, alat bantu evakuasi ringan Pendukung
    Tim SAR Pencarian korban
  • Genset kecil & kabel (jika aman) Pendukung
    1/lokasi pengungsian Penerangan & komunikasi

Kelompok rentan

  • Susu formula & MPASI bayi Sangat dibutuhkan
    Sesuai jumlah balita Bayi <2 tahun
  • Popok bayi Sangat dibutuhkan
    5–8/bayi/hari —
  • Makanan lunak / bubur lansia Penting
    Lansia tanpa gigi —
  • Kacamata cadangan & alat bantu dengar Pendukung
    Sesuai kebutuhan Penyandang disabilitas
Hindari donasi: Pakaian bekas tidak layak · Makanan mudah basi tanpa cold chain · Donasi tidak terencana
Prioritas pengiriman: Koordinasikan pengiriman ke Kec. Teluk Kimi, Kab. Nabire, Papua Tengah. Prioritaskan air, makanan siap saji, tenda, dan P3K dalam 24 jam pertama.

Perkiraan kasar berdasarkan model paparan populasi — verifikasi kebutuhan lapangan sebelum pengiriman besar.