Kebakaran Hutan Siaga Aktif

Hotspot Karhutla — 24 titik VIIRS (Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT)

Confidence tinggi: 1 FRP maksimum: 98.6 MW Rekomendasi: waspada asap & kabut, pantau perkembangan karhutla, ikuti peringatan resmi.

Waktu kejadian
5 Nov 2026 02:40 WIB
Lokasi kejadian
Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT
Zona paparan (estimasi)
Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan)
Potensial terpapar
~24 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~6 ribu KK (estimasi)
Radius zona paparan
±15.30 km (model estimasi)
Koordinat
1.1329, 121.3771

Perkiraan kasar jiwa potensial terpapar dalam zona getaran/model — bukan jumlah korban, pengungsi, atau data lapangan BPBD.

Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)

Lokasi kejadian Radius primer ±15.30 km Kecamatan potensial terpapar (estimasi) Ikon arah angin (animasi)
Memuat peta…

Arahkan mouse ke area ungu untuk ringkasan; ketuk/klik untuk detail kecamatan (jarak, alasan zona, konteks kejadian). Ikon biru animasi = arah angin; area biru = koridor penyebaran potensial. Zona ungu = estimasi model, bukan data lapangan.

Citra satelit terkait Kebakaran Hutan

GIBS: 2026-11-03 UTC

Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan (selaras estimasi zona paparan ungu di peta) agar citra satelit bisa dibaca per wilayah. Layer tile interaktif tetap tersedia di peta.

VIIRS true color (siang) — Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT Provinsi Zona paparan Lokasi kejadian
VIIRS true color (siang) NASA GIBS · 2026-11-03 UTC Overlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
Himawari-8 inframerah — Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT Provinsi Zona paparan Lokasi kejadian
Himawari-8 inframerah NASA GIBS · 2026-11-03 UTC Overlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.

Langsung di peta EWS

  • VIIRS true color
  • MODIS Terra true color
  • Hotspot FIRMS (titik di peta)

Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.

Ke peta lokasi kejadian
Viewer eksternal (BMKG, Worldview, FIRMS)

Mitigasi untuk kejadian ini

Kebakaran Hutan — Hotspot Karhutla — 24 titik VIIRS (Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT). Wilayah estimasi dampak: Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan). Potensial terpapar ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~6 ribu KK (estimasi). Status peringatan: Siaga. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.

Tindakan prioritas untuk kejadian ini

  • Patuhi arahan BPBD/BNPB setempat dan siap evakuasi bila diperintahkan.
  • Batasi aktivitas luar ruang; gunakan masker di luar ruangan.
  • Asap bergerak ke arah Barat — tutup jalan evakuasi di koridor tersebut.
  • Kondisi karhutla: Tinggi.

Saat ini

  • Evakuasi jika api atau asap tidak dapat dikendalikan.
  • Tutup ventilasi jika asap pekat; gunakan masker basah.
  • Segera hubungi pemadam kebakaran (113) jika api mendekati.

Setelah kejadian

  • Laporkan titik api tersisa melalui layanan darurat.
  • Waspadai api menyala kembali (hotspot) dan tanah panas.
  • Jangan masuk area terbakar hingga petugas menyatakan aman.
Evakuasi: Evakuasi melawan arah angin dan api menuju area terbuka atau jalan utama. Bawa masker dan komunikasi darurat.

Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)

Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.

Petani — dampak operasional di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) Sedang

Analisis Kebakaran Hutan untuk Petani di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — Hotspot Karhutla — 24 titik VIIRS (Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT). Risiko operasional: Sedang. Status: Siaga. Skala paparan model 24 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±12 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
  • Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
  • Indeks karhutla: Tinggi — batasi aktivitas di lahan terbuka.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.

Hentikan operasi bila

  • Saat peringatan karhutla darurat
  • Saat jarak api <2 km
  • Saat asap beracun di lahan

Saat peringatan aktif

  • Hentikan aktivitas saat asap pekat
  • Matikan mesin pertanian yang memicu percikan
  • Tutup mulut dengan masker basah
  • Evakuasi jika api mendekat

Lindungi aset

  • Amankan tangki BBM pertanian
  • Pindahkan pupuk mudah terbakar
  • Siram area sekitar gudang

Pemulihan

  • Ajukan bantuan benih rehabilitasi
  • Pantau kualitas udara sebelum kerja lapangan
  • Tanam legum penutup tanah
  • Rehabilitasi tanah dengan kompos

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Pertanian kab/kota
  • Penyuluh pertanian
  • Gapoktan/KUD
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Penggantung Hutan — dampak operasional di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) Tinggi

Analisis Kebakaran Hutan untuk Penggantung Hutan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — Hotspot Karhutla — 24 titik VIIRS (Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT). Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 24 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±12 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
  • Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
  • Indeks karhutla: Tinggi — batasi aktivitas di lahan terbuka.

Analisis wilayah terdeteksi

Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial

Pegunungan & lereng

Hutan pegunungan Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — akses terputus dan satwa liar mengganggu; jangan masuk hutan hingga perintah petugas.

Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.

Hentikan operasi bila

  • Saat peringatan karhutla darurat
  • Saat jarak api <2 km
  • Saat asap beracun di area kerja

Saat peringatan aktif

  • Hentikan operasi saat asap pekat
  • Hubungi pemadam kebakaran (113)
  • Gunakan masker basah di luar ruangan
  • Evakuasi jika api mendekat

Lindungi aset

  • Siapkan cadangan peralatan penting
  • Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
  • Amankan peralatan kerja di tempat tinggi

Pemulihan

  • Manfaatkan program bantuan pemerintah
  • Latihan kesiapsiagaan rutin
  • Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
  • Koordinasi dengan dinas terkait setempat

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Kehutanan
  • LPHD/KTH
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Pekerja Perkebunan — dampak operasional di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) Tinggi

Analisis Kebakaran Hutan untuk Pekerja Perkebunan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — Hotspot Karhutla — 24 titik VIIRS (Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT). Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 24 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±12 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
  • Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
  • Indeks karhutla: Tinggi — batasi aktivitas di lahan terbuka.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.

Hentikan operasi bila

  • Saat peringatan karhutla darurat
  • Saat jarak api <2 km
  • Saat asap beracun di area kerja

Saat peringatan aktif

  • Hentikan operasi saat asap pekat
  • Hubungi pemadam kebakaran (113)
  • Gunakan masker basah di luar ruangan
  • Evakuasi jika api mendekat

Lindungi aset

  • Siapkan cadangan peralatan penting
  • Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
  • Amankan peralatan kerja di tempat tinggi

Pemulihan

  • Manfaatkan program bantuan pemerintah
  • Latihan kesiapsiagaan rutin
  • Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
  • Koordinasi dengan dinas terkait setempat

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Perkebunan
  • K3 kebun
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Peternak — dampak operasional di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) Tinggi

Analisis Kebakaran Hutan untuk Peternak di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — Hotspot Karhutla — 24 titik VIIRS (Sulawesi · 1.1°LU 121.4°BT). Risiko operasional: Tinggi. Status: Siaga. Skala paparan model 24 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.

Analisis kejadian ini

  • Kejadian berstatus Siaga di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
  • Zona model mencakup ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
  • Dampak tersebar di ±12 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
  • Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
  • Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.

Advis operasional (musim, iklim, medan)

  • Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
  • Risiko iklim: Sedang
  • Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
  • Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
  • Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.

Hentikan operasi bila

  • Saat peringatan karhutla darurat
  • Saat asap pekat di area penggembalaan
  • Saat api <2 km dari kandang

Saat peringatan aktif

  • Gunakan masker basah saat menggiring ternak
  • Jangan mengunci ternak di kandang kayu
  • Buka pagar agar ternak bisa lari
  • Evakuasi ternak dari arah angin api

Lindungi aset

  • Siapkan air minum ternak cadangan
  • Amankan pakan kering di gudang tahan api
  • Evakuasi ternak ke lahan terbuka jauh dari api

Pemulihan

  • Bantuan pakan ternak evakuasi
  • Program penggantian ternak bila tersedia
  • Perbaikan kandang
  • Rehabilitasi padang penggembalaan

Koordinasi

  • Koordinasi lapangan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) melalui BPBD setempat
  • Dinas Peternakan
  • Dokter hewan
  • BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.

Risiko Kesehatan Populasi Terpapar Kebakaran

Asap karat, panas, dan partikel halus dari kebakaran hutan/lahan berdampak langsung pada pernapasan dan kesehatan jantung.

Informasi kesehatan ini relevan bagi ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.

Penyakit (Infeksi & Menular)

  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Tinggi Asap pekat mengiritasi saluran napas
  • Infeksi mata Sedang Partikel asap dan debu

Bahaya Non-Penyakit

  • Luka bakar Tinggi Kontak langsung api dan benda panas
  • Keracunan asap (CO dan partikulat PM2.5) Tinggi Paparan asap dalam ruangan atau dekat sumber api
  • Eksaserbasi penyakit jantung dan paru Tinggi Penderita hipertensi, jantung, asma
  • Gangguan jiwa pascatrauma Sedang Kehilangan rumah, harta, dan ketakutan berulang
  • Dehidrasi dan kelelahan Sedang Evakuasi dan kerja pemadaman
Kelompok rentan prioritas: Petugas pemadam dan relawan · Anak-anak dan lansia · Penderita asma, jantung, dan hipertensi · Masyarakat di zona asap pekat

Pencegahan bagi populasi terpapar

  • Gunakan masker N95 di area asap; hindari aktivitas luar ruangan saat asap pekat.
  • Tutup ventilasi rumah; gunakan pembersih udara jika tersedia.
  • Jauhi sumber api dan angin yang mengarahkan asap.
  • Minum cukup dan istirahat di ruangan bersih.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke IGD jika sesak napas hebat, nyeri dada, pingsan, luka bakar luas, atau batuk berdarah setelah paparan asap.

Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.

Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Kebakaran Hutan & Lahan

Karhutla adalah salah satu ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati Indonesia — menghancurkan habitat, membunuh satwa yang tidak dapat lari cukup cepat, merusak tanah gambut, dan mengubah komposisi hutan selama puluhan tahun.

Selain manusia, ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.

11 dampak tinggi teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.

Flora & Vegetasi

  • Hutan primer & sekunder Tinggi Kebakaran menghancurkan kanopi, bank benih, dan pohon dewasa — regenerasi lambat.
  • Tanaman endemik & langka Tinggi Spesies dengan distribusi sempit dapat punah lokal akibat satu kejadian api.
  • Vegetasi gambut (pandan, gelam) Tinggi Api gambut merusak akar dan substrat organik — lahan sulit pulih.

Fauna (Satwa Liar)

  • Orangutan, gajah, harimau (jika ada di zona) Tinggi Satwa besar kehilangan habitat luas; terluka, stres, dan konflik dengan manusia saat mengungsi. [Konteks: asap aktif memperparah dampak.]
  • Burung & kelelawar Tinggi Asap mengiritasi paru-paru; sarang hangus; populasi menurun drastis. [Konteks: asap aktif memperparah dampak.]
  • Reptil, amfibi, serangga tanah Tinggi Mobilitas rendah — mortalitas langsung tinggi di zona api.
  • Owa, bekantan, dan primata lain Tinggi Terdesak ke tepi hutan — rentan perburuan dan kecelakaan jalan. [Konteks: asap aktif memperparah dampak.]

Perairan & Biota Akuatik

  • Ikan di sungai berasap Sedang Asap dan abu menurunkan oksigen terlarut; ikan stress dan mati di sungai tertutup.
  • Biota danau/rawa dekat karhutla Sedang Abu menurunkan pH air; eutrofikasi pasca-kebakaran saat hujan pertama.

Habitat & Ekosistem

  • Hutan gambut (karbon & biodiversitas) Tinggi Kebakaran gambut merusak ekosistem unik — habitat langka satwa air dan tumbuhan. [Konteks: kebakaran aktif di zona ini.]
  • Hutan hujan tropis Tinggi Kebakaran tidak alami di hutan hujan — kerusakan ekologis jauh lebih parah dari hutan monsun. [Konteks: kebakaran aktif di zona ini.]
  • Koridor ekologis & Taman Nasional Tinggi Api memutus konektivitas populasi — isolasi genetik meningkat.

Ternak & Hewan Peliharaan

  • Ternak di lahan terbuka Tinggi Api menjalar cepat — ternak mati terbakar atau stress.
  • Pakan ternak terkontaminasi asap Sedang Rumput kering berabu berbahaya bagi ternak.
Habitat prioritas pemantauan: Hutan gambut · Hutan primer · Kawasan TN/CA · Habitat orangutan & gajah · Wetland tropis

Tindakan konservasi & perlindungan satwa

  • Jangan menangkap satwa liar yang mengungsi ke permukiman — beri jalan ke hutan aman.
  • Dukung patroli masyarakat di tepi hutan.
  • Cegah pembakaran lahan — edukasi alternatif pengolahan lahan.
  • Laporkan hotspot aktif; jangan memadamkan api gambut tanpa teknik basah.
Pemulihan ekosistem: Restorasi gambut dengan rewetting; revegetasi dengan spesies asli; pemantauan satwa indikator 5–20 tahun; fokus pada koridor ekologis yang terputus.

Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.

Konteks Geografis & Lingkungan

Topografi

Dataran rendah (<200 m)

Keanekaragaman Hayati Setempat

Wallacea Sulawesi — Sulawesi Forest

Flora: Cengkeh, Kayu Ulin, Nipah Sulawesi, Pohon Sago, Rattan Sulawesi

Fauna: Anoa, Babirusa, Cenderawasih Sulawesi, Kuskus Sulawesi, Maleo, Tarsius

Dampak Sekunder Kebakaran

Kebakaran hutan dan lahan dipengaruhi cuaca kering, angin, dan kelembapan. Dampak terbesar bagi masyarakat umumnya asap (PM2.5, CO) yang terbawa angin jauh dari sumber api, disertai risiko longsor dan banjir lumpur pasca-api.

Analisis angin (Asap menengah (~4 km)): Angin dari Timur (~18 km/jam, puncak 18 km/jam) → zona asap ke arah Barat
Permukaan terkini: Barat → Timur (~1.5 km/jam)
Prioritas lapisan atas untuk dispersi abu/asap; angin permukaan terkini ditampilkan terpisah.

Dispersi multi-ketinggian

Prioritas Asap menengah (~4 km): Timur → Barat · Permukaan terkini: Barat → Timur (~1.5 km/jam)

  • Asap menengah (~4 km)
  • Asap rendah (~2 km)
  • Permukaan (~10 m)

Sumber: open-meteo-multi

Kondisi Cuaca & Dampak Asap Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan sangat dipengaruhi cuaca kering, angin, dan kelembapan. Dampak terbesar bagi masyarakat jauh dari sumber api biasanya asap (PM2.5, CO) yang terbawa angin, bukan api langsung.

Tinggi Kondisi cuaca sangat mendukung penyebaran api dan asap signifikan. Koridor asap dominan ke arah Barat. Efek gabungan: Koridor asap downwind. Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.

Arah angin & koridor asap Terdeteksi

Asap dan kabut terbawa ke arah berlawanan dari asal angin (downwind) — zona jauh dari api tetap terdampak.

Angin dari Timur (~18 km/jam) → asap menyebar ke arah Barat.

Intensitas hotspot / FRP Terdeteksi

Fire Radiative Power (FRP) tinggi dan banyak titik hotspot menandakan kebakaran aktif signifikan.

FRP maksimum ~98.6 MW dari data hotspot. 24 titik hotspot aktif.

Asap & kabut (dampak utama) Terdeteksi

Partikulat PM2.5, CO, dan gas beracun dari asap adalah dampak kesehatan terbesar — ISPA, gangguan jantung-paru, gangguan penglihatan.

Hotspot/karhutla aktif — asap dan partikulat PM2.5 menjadi dampak kesehatan utama.

Angin memperluas api Kemungkinan tinggi

Angin kencang mendorong api ke bahan bakar baru dan meningkatkan intensitas nyala api.

Angin ~18.0 km/jam — memperluas api ke bahan bakar baru.

Kelembapan udara rendah Kemungkinan

Kelembapan relatif <40% mempercepat penguapan air dari bahan bakar dan memperluas api.

Kelembapan ~95% dari data cuaca.

Cuaca kering & kemarau Perlu dipantau

Musim kemarau, kekeringan, dan curah hujan rendah membuat bahan bakar vegetasi kering dan mudah terbakar.

Suhu tinggi Perlu dipantau

Suhu tinggi meningkatkan risiko penyalaan dan kecepatan penyebaran api.

Suhu ~23.8°C dari data cuaca.

Bahan bakar kering Perlu dipantau

Litter, rumput kering, dan hutan sekunder yang kering menjadi bahan bakar cepat terbakar.

Kebakaran gambut Perlu dipantau

Api bawah permukaan gambut sulit dipadamkan, menghasilkan asap tebal berhari-hari/minggu.

Dampak asap utama:
  • Gangguan pernapasan (ISPA, asma) Tinggi — Partikulat halus masuk saluran napas — batuk, sesak, bronkitis akut.
  • Eksaserbasi jantung & hipertensi Tinggi — PM2.5 meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada penderita penyakit kronis.
  • Jarak pandang & keselamatan transportasi Sedang — Kabut asap mengurangi visibilitas — risiko kecelakaan jalan raya, bandara, dan pelayaran.
  • Keracunan CO (karbon monoksida) Tinggi — Paparan asap pekat di ruang tertutup atau dekat sumber api dapat menyebabkan keracunan CO.
  • Kabut asap lintas batas Sedang — Asap dari karhutla skala besar dapat menyebar ratusan km mengikuti angin dominan.
  • Gangguan ekonomi & pariwisata Sedang — Sekolah/tempat kerja tutup, aktivitas luar ruangan terhenti, kerugian sektor pariwisata.
Efek gabungan:
  • Koridor asap downwind — Angin dominan membentuk koridor asap ke perkotaan di arah berlawanan angin — dampak kesehatan terbesar di zona ini.
  • Kabut asap regional — Banyak hotspot aktif + angin memperluas kabut asap ke wilayah luas.

Data cuaca (open-meteo): suhu 23.8°C, RH 95%, angin 1.5 km/jam.

Zona dampak sekunder potensial

Provinsi: SULAWESI TENGAH

Kabupaten/Kota: KAB. BUOL, KAB. TOLI-TOLI, KAB. PARIGI MOUTONG, KAB. DONGGALA

Kecamatan: LAKEA, TOLITOLI UTARA, GALANG, BAOLAN, DAKO PEMEAN, LAMPASIO, OGODEIDE, DONDO, DAMPAL UTARA, PALASA, DAMPAL SELATAN, SOJOL UTARA

Daftar kecamatan/kelurahan memakai gabungan koridor dispersi multi-ketinggian (VAAC, lapisan atmosfer, permukaan terkini, dan historis bila ada).

Faktor Fenomena Iklim & Musim

Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.

Zona monsun: Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan timur (bulan 11)

Sedang Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.

Fenomena regional & atmosfer

Outlook/prediksi musim BMKG Terdeteksi

Peringatan atau outlook musim dari BMKG (prediksi kemarau/hujan di atas/bawah normal).

Teridentifikasi dari konteks peringatan/teks bencana.

Waspada: Ikuti update DIN/DMN BMKG bulanan

Monsun & musim lokal

Transisi monsun (pancaroba) Kemungkinan tinggi

Pergantian musim — cuaca tidak stabil, hujan lokal ekstrem dan kekeringan singkat dapat bergantian.

Inferensi musim: bulan 11 di zona central indonesia mendukung kondisi ini (kalender monsun).

Waspada: Hujan petir ekstrem singkat · Banjir kilat di awal/akhir kemarau

Matriks Korelasi Dampak Sekunder

Dari Kebakaran, rantai dampak prioritas: Cuaca Ekstrem (Tinggi) → Longsor (Sedang) → Banjir (Rendah).

Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.

Kebakaran → Cuaca Ekstrem Tinggi

Karhutla → Asap (koridor angin)

Asap adalah dampak dominan — menyebar mengikuti angin ke kota jauh dari api.

Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: ISPU buruk · El Niño + musim kemarau

Kebakaran → Longsor Sedang

Kebakaran → Longsor

Vegetasi hilang → tanah hidrofobik → lereng labil saat hujan.

Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Hujan di lereng terbakar

Kebakaran → Banjir Rendah

Kebakaran → Banjir lumpur

Lahan gundul pasca-api + hujan deras → debris flow di lembah.

Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak

Indikator: Hujan pertama pasca-kemarau · Lereng terbakar

Asap & polusi udara (dampak utama)

Tinggi

Asap karhutla terbawa angin ke koridor downwind — ISPA, gangguan jantung-paru, jarak pandang berkurang, bahkan ratusan km dari sumber api.

  • Angin dari Timur (~18 km/jam) membawa asap ke arah Barat — dampak kesehatan terbesar di koridor downwind.
  • Outlook/prediksi musim BMKG — Teridentifikasi dari konteks peringatan/teks bencana.
  • Asap terbawa angin dari Timur ke arah Barat (~18 km/jam).
  • Koridor asap downwind: Angin dominan membentuk koridor asap ke perkotaan di arah berlawanan angin — dampak kesehatan terbesar di zona ini.
  • Kabut asap regional: Banyak hotspot aktif + angin memperluas kabut asap ke wilayah luas.
  • Dampak asap: Gangguan pernapasan (ISPA, asma) — Partikulat halus masuk saluran napas — batuk, sesak, bronkitis akut.
  • Dampak asap: Eksaserbasi jantung & hipertensi — PM2.5 meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada penderita penyakit kronis.
  • Dampak asap: Keracunan CO (karbon monoksida) — Paparan asap pekat di ruang tertutup atau dekat sumber api dapat menyebabkan keracunan CO.
Kecamatan potensial terpapar: LAKEA, TOLITOLI UTARA, GALANG, BAOLAN, DAKO PEMEAN, LAMPASIO, OGODEIDE, DONDO, DAMPAL UTARA, PALASA, +2 lainnya

Zona potensial (estimasi): Koridor downwind dari hotspot kebakaran menuju perkotaan dan permukiman.

Indikator waspada: ISPU tidak sehat/sangat tidak sehat · Angin kencang memperluas jangkauan asap · Asap gambut berkepanjangan

Longsor pasca-kebakaran

Sedang

Tanah kehilangan ikatan akar dan lapisan hidrofobik membuat air tidak meresap, mempercepat aliran permukaan.

Kecamatan potensial terpapar: MOMUNU, BIAU, KARAMAT

Zona potensial (estimasi): Lereng yang terbakar, terutama di atas jalan dan permukiman.

Indikator waspada: Hujan pertama setelah musim kemarau · Aliran debris di lembah

Banjir lumpur (debris flow)

Rendah

Material terbakar + hujan lebat membentuk aliran lumpur berkecepatan tinggi.

Zona potensial (estimasi): Lembah dan hilir dari area terbakar.

Indikator waspada: Hujan deras di lahan gundul bekas api

Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.

Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini

Profil panduan: Bencana Kering

Acuan: Kebutuhan Penanganan Bencana Basah dan Kering

Kebutuhan logistik untuk Kebakaran Hutan di Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan), dengan ~24 ribu jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, prioritas ke koridor asap arah Barat, tingkat Siaga — percepat bantuan 72 jam pertama.

Checklist dokumen PDF: 52/52 poin tercakup (72 item logistik).

Perkiraan kebutuhan logistik (3 hari, ±30%)

~188.950–350.908 L Air minum
~149.171–277.033 porsi Porsi makanan
~708–1.316 unit Tenda
~124.310–230.861 masker Masker N95
~664–1.232 kotak Kotak P3K
Fokus distribusi kejadian ini:
  • Tingkat keparahan tinggi — percepat distribusi barang prioritas 72 jam pertama.
  • Profil bencana kering — prioritaskan air bersih, obat luka bakar, lotion pelembab, dan genset/lampu darurat.
  • Fokuskan bantuan N95 dan air ke koridor asap arah Barat.
  • Wilayah pesisir — prioritaskan air tawar, pakaian kering, dan sanitasi portable.
  • Wilayah luas (~12 kecamatan paparan) — prioritaskan distribusi logistik terpusat.

Barang prioritas untuk pengiriman

  • Penampung air dan penjernih air Sangat dibutuhkan
    1 set/lokasi pengungsian Sumber air terbatas
  • Tenda pengungsian / tempat pengungsian Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~1012 unit Evakuasi asap / kekeringan
  • Kasur / tikar Sangat dibutuhkan
    1/orang Alas tidur pengungsian
  • Selimut Sangat dibutuhkan
    1–2/orang Malam di pengungsian
  • Toilet portable Sangat dibutuhkan
    1/20–25 orang Sanitasi pengungsian
  • Peralatan kebersihan Sangat dibutuhkan
    1 set/KK Sapu, ember, disinfektan
  • Alat penerangan / senter Sangat dibutuhkan
    1/KK + baterai cadangan Listrik padam / malam hari
  • Obat luka bakar Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Korban dekat api / panas ekstrem
  • Sabun mandi Sangat dibutuhkan
    1 batang/4 orang Kebersihan pribadi
  • Sabun cuci Sangat dibutuhkan
    1 bungkus/KK —
  • Pakaian / kaos (perempuan) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Pakaian dalam (perempuan) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Pembalut Sangat dibutuhkan
    Paket kebutuhan wanita Hygiene kit
  • Peralatan menyusui Sangat dibutuhkan
    Ibu menyusui Botol, dot, penutup payudara
  • Air minum & makanan (perempuan) Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~269.929 L (3 hari) —
  • Pakaian / kaos (laki-laki) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Celana / sarung (laki-laki) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Air minum & makanan (laki-laki) Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~269.929 L (3 hari) —
  • Pakaian anak-anak / bayi Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/anak Ukuran sesuai usia
  • Susu Sangat dibutuhkan
    Sesuai balita Susu formula & MPASI
  • Makanan anak / balita Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~213.102 porsi (3 hari) —
  • Air minum & makanan (anak) Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~269.929 L (3 hari) —
  • Popok Sangat dibutuhkan
    5–8/bayi/hari —
  • Peralatan minum susu Sangat dibutuhkan
    1 set/bayi —
  • Selimut bayi Sangat dibutuhkan
    1/bayi —
  • Air bersih (minum & sanitasi) Sangat dibutuhkan
    ≥3,8 L/orang/hari Kebutuhan paling krusial — konsumsi & mandi/cuci
  • Makanan siap santap Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~213.102 porsi (3 hari) Tidak perlu dimasak
  • Beras Sangat dibutuhkan
    Stok beberapa hari Bahan pangan tahan lama
  • Mi instan Sangat dibutuhkan
    Stok beberapa hari Bahan pangan tahan lama
  • Biskuit Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~213.102 porsi (3 hari) Bahan pangan tahan lama
  • Makanan bayi Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~213.102 porsi (3 hari) MPASI & susu formula
  • Tenaga medis Sangat dibutuhkan
    Tim klinik lapangan Penanganan dehidrasi & penyakit kulit
  • Obat-obatan Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Obat rutin & darurat
  • Obat dehidrasi / ORS Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Cegah dehidrasi akibat kekeringan
  • Obat penyakit kulit Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Iritasi kulit akibat panas & asap
  • Peralatan P3K Sangat dibutuhkan
    1 kotak/25 orang Perban, antiseptik, obat umum
  • Sabun (hygiene kit) Sangat dibutuhkan
    1 batang/4 orang Cegah penyebaran penyakit
  • Pembalut (hygiene kit) Sangat dibutuhkan
    Paket wanita —
  • Popok bayi (hygiene kit) Sangat dibutuhkan
    5–8/bayi/hari —
  • Pakaian layak Sangat dibutuhkan
    1 set/orang Kenyamanan & perlindungan pengungsi
  • Selimut (pengungsian) Sangat dibutuhkan
    1–2/orang —
  • Kasur lipat Sangat dibutuhkan
    1/orang Perlengkapan tidur pengungsi
  • Lampu darurat Sangat dibutuhkan
    1/pengungsian Penerangan area luas
  • Masker N95 Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~177.585 lembar (3 hari) Asap karhutla PM2.5
  • Air minum kemasan Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~269.929 L (3 hari) Dehidrasi & batuk
  • Makanan siap saji Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~213.102 porsi (3 hari) —
  • Tenda & terpal Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~1012 unit Evakuasi asap
  • Obat batuk, bronkodilator, tetes mata Sangat dibutuhkan
    Klinik lapangan Paparan asap
  • Obat rutin jantung & asma Sangat dibutuhkan
    7–14 hari Eksaserbasi akibat asap
  • Selimut & pakaian Sangat dibutuhkan
    1/orang —
  • Susu bayi & popok Sangat dibutuhkan
    Balita Anak sangat rentan asap
  • Masker anak & lansia Sangat dibutuhkan
    Estimasi kejadian ini: ~177.585 lembar (3 hari) —

Daftar lengkap kebutuhan logistik (sesuai dokumen acuan)

A. Peralatan

  • Penampung air dan penjernih air Sangat dibutuhkan
    1 set/lokasi pengungsian Sumber air terbatas
  • Tenda pengungsian / tempat pengungsian Sangat dibutuhkan
    1/5–8 KK Evakuasi asap / kekeringan
  • Kasur / tikar Sangat dibutuhkan
    1/orang Alas tidur pengungsian
  • Selimut Sangat dibutuhkan
    1–2/orang Malam di pengungsian
  • Toilet portable Sangat dibutuhkan
    1/20–25 orang Sanitasi pengungsian
  • Alat cuci pakaian / mesin laundry Penting
    1/lokasi pengungsian —
  • Peralatan kebersihan Sangat dibutuhkan
    1 set/KK Sapu, ember, disinfektan
  • Alat penerangan / senter Sangat dibutuhkan
    1/KK + baterai cadangan Listrik padam / malam hari

B. Obat-obatan

  • Obat luka bakar Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Korban dekat api / panas ekstrem
  • Obat gatal Penting
    1 set/KK Kulit kering & iritasi
  • Sabun mandi Sangat dibutuhkan
    1 batang/4 orang Kebersihan pribadi
  • Sabun cuci Sangat dibutuhkan
    1 bungkus/KK —
  • Lotion pelembab kulit (anak, dewasa, bayi) Penting
    Sesuai kelompok usia Kulit kering akibat asap, panas, & kekeringan

C. Kebutuhan perorangan — perempuan

  • Pakaian / kaos (perempuan) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Pakaian dalam (perempuan) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Sarung (perempuan) Penting
    1/orang —
  • Pembalut Sangat dibutuhkan
    Paket kebutuhan wanita Hygiene kit
  • Peralatan menyusui Sangat dibutuhkan
    Ibu menyusui Botol, dot, penutup payudara
  • Air minum & makanan (perempuan) Sangat dibutuhkan
    3×/hari —

C. Kebutuhan perorangan — laki-laki

  • Pakaian / kaos (laki-laki) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Celana / sarung (laki-laki) Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/orang —
  • Air minum & makanan (laki-laki) Sangat dibutuhkan
    3×/hari —

C. Kebutuhan perorangan — anak-anak

  • Pakaian anak-anak / bayi Sangat dibutuhkan
    Min. 3 hari/anak Ukuran sesuai usia
  • Handuk anak Penting
    1/anak —
  • Susu Sangat dibutuhkan
    Sesuai balita Susu formula & MPASI
  • Makanan anak / balita Sangat dibutuhkan
    3×/hari —
  • Air minum & makanan (anak) Sangat dibutuhkan
    3×/hari —
  • Popok Sangat dibutuhkan
    5–8/bayi/hari —
  • Peralatan minum susu Sangat dibutuhkan
    1 set/bayi —
  • Selimut bayi Sangat dibutuhkan
    1/bayi —
  • Seragam sekolah Penting
    Per anak sekolah —
  • Sepatu sekolah Penting
    Per anak sekolah —
  • Tas sekolah Penting
    Per anak sekolah —
  • Buku sekolah Penting
    Per anak sekolah —

Kebutuhan mendesak — air & pangan

  • Air bersih (minum & sanitasi) Sangat dibutuhkan
    ≥3,8 L/orang/hari Kebutuhan paling krusial — konsumsi & mandi/cuci
  • Makanan siap santap Sangat dibutuhkan
    3×/hari Tidak perlu dimasak
  • Beras Sangat dibutuhkan
    Stok beberapa hari Bahan pangan tahan lama
  • Mi instan Sangat dibutuhkan
    Stok beberapa hari Bahan pangan tahan lama
  • Biskuit Sangat dibutuhkan
    Stok beberapa hari Bahan pangan tahan lama
  • Makanan bayi Sangat dibutuhkan
    Sesuai balita MPASI & susu formula

Kebutuhan mendesak — perbekalan kesehatan

Tenaga medis, obat-obatan, dan P3K untuk menangani dehidrasi dan penyakit kulit akibat kekeringan.

  • Tenaga medis Sangat dibutuhkan
    Tim klinik lapangan Penanganan dehidrasi & penyakit kulit
  • Obat-obatan Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Obat rutin & darurat
  • Obat dehidrasi / ORS Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Cegah dehidrasi akibat kekeringan
  • Obat penyakit kulit Sangat dibutuhkan
    Stok klinik lapangan Iritasi kulit akibat panas & asap
  • Peralatan P3K Sangat dibutuhkan
    1 kotak/25 orang Perban, antiseptik, obat umum

Kebutuhan mendesak — kebersihan & tidur

Hygiene kit (sabun, pembalut, popok bayi) serta pakaian layak, selimut, dan kasur lipat untuk pengungsi.

  • Sabun (hygiene kit) Sangat dibutuhkan
    1 batang/4 orang Cegah penyebaran penyakit
  • Pembalut (hygiene kit) Sangat dibutuhkan
    Paket wanita —
  • Popok bayi (hygiene kit) Sangat dibutuhkan
    5–8/bayi/hari —
  • Pakaian layak Sangat dibutuhkan
    1 set/orang Kenyamanan & perlindungan pengungsi
  • Selimut (pengungsian) Sangat dibutuhkan
    1–2/orang —
  • Kasur lipat Sangat dibutuhkan
    1/orang Perlengkapan tidur pengungsi

Kebutuhan mendesak — peralatan darurat

  • Genset listrik Penting
    1/lokasi pengungsian Listrik darurat
  • Lampu darurat Sangat dibutuhkan
    1/pengungsian Penerangan area luas
  • Peralatan memasak darurat Penting
    1 dapur umum Kompor portable, panci, tabung gas

Prioritas 72 jam pertama

  • Masker N95 Sangat dibutuhkan
    2–3/orang/hari Asap karhutla PM2.5
  • Air minum kemasan Sangat dibutuhkan
    5 L/orang/hari Dehidrasi & batuk
  • Makanan siap saji Sangat dibutuhkan
    3×/hari —
  • Tenda & terpal Sangat dibutuhkan
    1/5–8 KK Evakuasi asap
  • Purifier udara portable (RS/klinik) Penting
    Fasilitas kesehatan ISPA berat

Kesehatan pernapasan

  • Obat batuk, bronkodilator, tetes mata Sangat dibutuhkan
    Klinik lapangan Paparan asap
  • P3K luka bakar Penting
    1 kotak/25 orang Korban dekat api
  • Obat rutin jantung & asma Sangat dibutuhkan
    7–14 hari Eksaserbasi akibat asap
  • Oksigen portable (RS) Penting
    Kasus berat Sesak napas

Kebersihan

  • Sabun & hand sanitizer Penting
    1 set/KK —
  • Kain basah untuk masker Penting
    Cadangan Jika N95 habis
  • Toilet portable Penting
    1/25 orang Pengungsian

Hunian sementara

  • Selimut & pakaian Sangat dibutuhkan
    1/orang —
  • Plastik seal jendela Penting
    1/KK Kurangi asap masuk ruangan
  • Kipas & filter udara cadangan Pendukung
    Pengungsian Sirkulasi udara

Kelompok rentan & petani

  • Susu bayi & popok Sangat dibutuhkan
    Balita Anak sangat rentan asap
  • Pakan ternak evakuasi Penting
    Peternak Rumput kering terbakar
  • Masker anak & lansia Sangat dibutuhkan
    Prioritas —
Hindari donasi: Masker bedah saja (tidak cukup untuk asap) · Pakaian mudah terbakar · Donasi tidak terencana
Prioritas pengiriman: Koordinasikan pengiriman ke Kec. Momunu, Kab. Buol, Sulawesi Tengah (+ 2 kecamatan) melalui titik distribusi terpusat per kecamatan (±12 zona).

Perkiraan kasar berdasarkan model paparan populasi — verifikasi kebutuhan lapangan sebelum pengiriman besar.