~27 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~7 ribu KK (estimasi)
Radius zona paparan
±18 km (model estimasi)
Koordinat
-2.5989, 114.1603
Agregasi kecamatan tidak tersedia — estimasi dari wilayah administratif terdekat.
Metode estimasi: wilayah administratif terdekat (perkiraan kasar, tanpa agregasi kecamatan).
Lokasi Kejadian & Zona Paparan (Estimasi)
Lokasi kejadian Radius primer ±18 km Kecamatan potensial terpapar (estimasi) Ikon arah angin (animasi)
Memuat peta…
Arahkan mouse ke area ungu untuk ringkasan; ketuk/klik untuk detail kecamatan (jarak, alasan zona, konteks kejadian). Ikon biru animasi = arah angin; area biru = koridor penyebaran potensial. Zona ungu = estimasi model, bukan data lapangan.
Citra satelit terkait Kebakaran Hutan
GIBS: 2026-11-03 UTC
Pratinjau diperbesar ke lokasi kejadian dengan overlay batas provinsi/kecamatan (selaras estimasi zona paparan ungu di peta) agar citra satelit bisa dibaca per wilayah. Layer tile interaktif tetap tersedia di peta.
Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BTProvinsiZona paparanLokasi kejadian
VIIRS true color (siang)NASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BTProvinsiZona paparanLokasi kejadian
Himawari-8 inframerahNASA GIBS · 2026-11-03 UTCOverlay selaras zona kecamatan estimasi terpapar (ungu) di peta interaktif.
Langsung di peta EWS
VIIRS true color
MODIS Terra true color
Hotspot FIRMS (titik di peta)
Layer citra satelit (tile interaktif) dan hotspot sudah dimuat di peta — buka panel Layer peta untuk menyalakan/mematikan.
Kebakaran Hutan — Hotspot Karhutla — 125 titik VIIRS (Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BT). Wilayah estimasi dampak: Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali. Potensial terpapar ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) · ~7 ribu KK (estimasi). Status peringatan: Darurat. Panduan di bawah disesuaikan untuk kondisi kejadian ini.
Tindakan prioritas untuk kejadian ini
Patuhi arahan BPBD/BNPB setempat dan siap evakuasi bila diperintahkan.
Batasi aktivitas luar ruang; gunakan masker di luar ruangan.
Asap bergerak ke arah Barat — tutup jalan evakuasi di koridor tersebut.
Kondisi karhutla: Tinggi.
Saat ini
Evakuasi jika api atau asap tidak dapat dikendalikan.
Tutup ventilasi jika asap pekat; gunakan masker basah.
Segera hubungi pemadam kebakaran (113) jika api mendekati.
Setelah kejadian
Laporkan titik api tersisa melalui layanan darurat.
Waspadai api menyala kembali (hotspot) dan tanah panas.
Jangan masuk area terbakar hingga petugas menyatakan aman.
Evakuasi: Evakuasi melawan arah angin dan api menuju area terbuka atau jalan utama. Bawa masker dan komunikasi darurat.
Dampak pada Mata Pencaharian (kejadian ini)
Analisis operasional untuk sektor yang relevan dengan lokasi, medan, musim, iklim, dan kondisi bencana saat ini — bukan panduan umum.
Petani — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Tinggi
Analisis Kebakaran Hutan untuk Petani di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Hotspot Karhutla — 125 titik VIIRS (Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BT). Risiko operasional: Tinggi. Status: Darurat. Skala paparan model 27 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Darurat di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±13 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.
Lahan gambut terbakar — asap beracun dan api sulit dipadamkan; dampak ekonomi berlangsung minggu-bulan, bukan hari.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Indeks karhutla: Tinggi — batasi aktivitas di lahan terbuka.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan · Lahan gambut & rawan karhutla
Lahan gambut & rawan karhutla
Lahan gambut Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — karhutla menghasilkan asap beracun; operasi lapangan dihentikan.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.
Hentikan operasi bila
Saat peringatan karhutla darurat
Saat jarak api <2 km
Saat asap beracun di lahan
Saat peringatan aktif
Hentikan aktivitas saat asap pekat
Matikan mesin pertanian yang memicu percikan
Tutup mulut dengan masker basah
Evakuasi jika api mendekat
Lindungi aset
Amankan tangki BBM pertanian
Pindahkan pupuk mudah terbakar
Siram area sekitar gudang
Pemulihan
Ajukan bantuan benih rehabilitasi
Pantau kualitas udara sebelum kerja lapangan
Tanam legum penutup tanah
Rehabilitasi tanah dengan kompos
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Pertanian kab/kota
Penyuluh pertanian
Gapoktan/KUD
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Penggantung Hutan — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Tinggi
Analisis Kebakaran Hutan untuk Penggantung Hutan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Hotspot Karhutla — 125 titik VIIRS (Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BT). Risiko operasional: Tinggi. Status: Darurat. Skala paparan model 27 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Darurat di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±13 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.
Lahan gambut terbakar — asap beracun dan api sulit dipadamkan; dampak ekonomi berlangsung minggu-bulan, bukan hari.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Indeks karhutla: Tinggi — batasi aktivitas di lahan terbuka.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan · Lahan gambut & rawan karhutla
Pegunungan & lereng
Hutan pegunungan Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — akses terputus dan satwa liar mengganggu; jangan masuk hutan hingga perintah petugas.
Lahan gambut & rawan karhutla
Hutan produksi Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali terbakar — rotan, madu, dan damar tidak tersedia 3–10 tahun; cari sumber bahan baku alternatif.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.
Hentikan operasi bila
Saat peringatan karhutla darurat
Saat jarak api <2 km
Saat asap beracun di area kerja
Saat peringatan aktif
Hentikan operasi saat asap pekat
Hubungi pemadam kebakaran (113)
Gunakan masker basah di luar ruangan
Evakuasi jika api mendekat
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Kehutanan
LPHD/KTH
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Pekerja Perkebunan — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Tinggi
Analisis Kebakaran Hutan untuk Pekerja Perkebunan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Hotspot Karhutla — 125 titik VIIRS (Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BT). Risiko operasional: Tinggi. Status: Darurat. Skala paparan model 27 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Darurat di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±13 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.
Lahan gambut terbakar — asap beracun dan api sulit dipadamkan; dampak ekonomi berlangsung minggu-bulan, bukan hari.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Indeks karhutla: Tinggi — batasi aktivitas di lahan terbuka.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan · Lahan gambut & rawan karhutla
Lahan gambut & rawan karhutla
Perkebunan di lahan gambut Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — api menyebar horizontal di bawah permukaan; operasi kebun harus dihentikan total.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.
Hentikan operasi bila
Saat peringatan karhutla darurat
Saat jarak api <2 km
Saat asap beracun di area kerja
Saat peringatan aktif
Hentikan operasi saat asap pekat
Hubungi pemadam kebakaran (113)
Gunakan masker basah di luar ruangan
Evakuasi jika api mendekat
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Perkebunan
K3 kebun
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Petambak — dampak operasional di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali Sedang
Analisis Kebakaran Hutan untuk Petambak di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — Hotspot Karhutla — 125 titik VIIRS (Kalimantan Tengah/Selatan · 2.6°LS 114.2°BT). Risiko operasional: Sedang. Status: Darurat. Skala paparan model 27 ribu jiwa. Advis ini digenerate dari lokasi, medan, musim, dan kondisi kejadian — bukan panduan umum.
Analisis kejadian ini
Kejadian berstatus Darurat di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — jendela operasional sangat sempit; keselamatan jiwa dan aset kerja harus diutamakan sebelum target produksi.
Zona model mencakup ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) — skala dampak ekonomi lokal signifikan; koordinasi antar-pelaku sektor dan dinas teknis diperlukan untuk pemulihan terstruktur.
Dampak tersebar di ±13 kecamatan — prioritaskan informasi per kecamatan melalui BPBD/dinas setempat karena kondisi lapangan bisa berbeda tiap wilayah.
Indeks risiko karhutla: Tinggi — operasi lapangan di luar ruangan berisiko tinggi; asap mengurangi produktivitas dan mengancam kesehatan pekerja.
Asap bergerak ke Barat — sektor di koridor ini kehilangan hari kerja efektif; tutup operasi wisata, kebun, dan lahan terbuka.
Lahan gambut terbakar — asap beracun dan api sulit dipadamkan; dampak ekonomi berlangsung minggu-bulan, bukan hari.
Advis operasional (musim, iklim, medan)
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat (bulan 11) — sesuaikan jadwal operasi dengan pola hujan/kemarau setempat.
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Prioritaskan keselamatan jiwa dan aset kerja sebelum target produksi/pendapatan.
Koridor asap/abu ke arah Barat — hindari operasi di jalur ini.
Analisis wilayah terdeteksi
Medan: Pesisir & wilayah maritim · Pegunungan & lereng · Dataran rendah & aluvial · Pulau kecil & kepulauan · Lahan gambut & rawan karhutla
Lahan gambut & rawan karhutla
Lahan gambut Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali — karhutla menghasilkan asap beracun; operasi lapangan dihentikan.
Jendela operasional: Operasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali dihentikan saat ISPU tidak sehat atau api <2 km.
Hentikan operasi bila
Saat peringatan karhutla darurat
Saat jarak api <2 km
Saat asap beracun di area kerja
Saat peringatan aktif
Hentikan operasi saat asap pekat
Hubungi pemadam kebakaran (113)
Gunakan masker basah di luar ruangan
Evakuasi jika api mendekat
Lindungi aset
Siapkan cadangan peralatan penting
Dokumentasikan kondisi untuk klaim bantuan
Amankan peralatan kerja di tempat tinggi
Pemulihan
Manfaatkan program bantuan pemerintah
Latihan kesiapsiagaan rutin
Perbaiki infrastruktur sebelum operasi normal
Koordinasi dengan dinas terkait setempat
Koordinasi
Koordinasi lapangan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali melalui BPBD setempat
Dinas Perikanan budidaya
Kelompok tambak
BPBD
Bantuan: Segera ke fasilitas kesehatan bila ada cedera; laporkan kerugian produksi ke dinas sektor dan BPBD dalam 72 jam.
Asap karat, panas, dan partikel halus dari kebakaran hutan/lahan berdampak langsung pada pernapasan dan kesehatan jantung.
Informasi kesehatan ini relevan bagi ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) di zona model.
Penyakit (Infeksi & Menular)
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)TinggiAsap pekat mengiritasi saluran napas
Infeksi mataSedangPartikel asap dan debu
Bahaya Non-Penyakit
Luka bakarTinggiKontak langsung api dan benda panas
Keracunan asap (CO dan partikulat PM2.5)TinggiPaparan asap dalam ruangan atau dekat sumber api
Eksaserbasi penyakit jantung dan paruTinggiPenderita hipertensi, jantung, asma
Gangguan jiwa pascatraumaSedangKehilangan rumah, harta, dan ketakutan berulang
Dehidrasi dan kelelahanSedangEvakuasi dan kerja pemadaman
Kelompok rentan prioritas:
Petugas pemadam dan relawan · Anak-anak dan lansia · Penderita asma, jantung, dan hipertensi · Masyarakat di zona asap pekat
Pencegahan bagi populasi terpapar
Gunakan masker N95 di area asap; hindari aktivitas luar ruangan saat asap pekat.
Tutup ventilasi rumah; gunakan pembersih udara jika tersedia.
Jauhi sumber api dan angin yang mengarahkan asap.
Minum cukup dan istirahat di ruangan bersih.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke IGD jika sesak napas hebat, nyeri dada, pingsan, luka bakar luas, atau batuk berdarah setelah paparan asap.
Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.
Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Kebakaran Hutan & Lahan
Karhutla adalah salah satu ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati Indonesia — menghancurkan habitat, membunuh satwa yang tidak dapat lari cukup cepat, merusak tanah gambut, dan mengubah komposisi hutan selama puluhan tahun.
Selain manusia, ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) berbagi wilayah dengan flora, fauna, dan habitat yang berpotensi terpapar dampak bencana ini.
11 dampak tinggi
teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.
Flora & Vegetasi
Hutan primer & sekunderTinggiKebakaran menghancurkan kanopi, bank benih, dan pohon dewasa — regenerasi lambat.
Tanaman endemik & langkaTinggiSpesies dengan distribusi sempit dapat punah lokal akibat satu kejadian api.
Vegetasi gambut (pandan, gelam)TinggiApi gambut merusak akar dan substrat organik — lahan sulit pulih.
Fauna (Satwa Liar)
Orangutan, gajah, harimau (jika ada di zona)TinggiSatwa besar kehilangan habitat luas; terluka, stres, dan konflik dengan manusia saat mengungsi. [Konteks: asap aktif memperparah dampak.]
Burung & kelelawarTinggiAsap mengiritasi paru-paru; sarang hangus; populasi menurun drastis. [Konteks: asap aktif memperparah dampak.]
Reptil, amfibi, serangga tanahTinggiMobilitas rendah — mortalitas langsung tinggi di zona api.
Owa, bekantan, dan primata lainTinggiTerdesak ke tepi hutan — rentan perburuan dan kecelakaan jalan. [Konteks: asap aktif memperparah dampak.]
Perairan & Biota Akuatik
Ikan di sungai berasapSedangAsap dan abu menurunkan oksigen terlarut; ikan stress dan mati di sungai tertutup.
Biota danau/rawa dekat karhutlaSedangAbu menurunkan pH air; eutrofikasi pasca-kebakaran saat hujan pertama.
Habitat & Ekosistem
Hutan gambut (karbon & biodiversitas)TinggiKebakaran gambut merusak ekosistem unik — habitat langka satwa air dan tumbuhan. [Konteks: kebakaran aktif di zona ini.]
Hutan hujan tropisTinggiKebakaran tidak alami di hutan hujan — kerusakan ekologis jauh lebih parah dari hutan monsun. [Konteks: kebakaran aktif di zona ini.]
Koridor ekologis & Taman NasionalTinggiApi memutus konektivitas populasi — isolasi genetik meningkat.
Ternak & Hewan Peliharaan
Ternak di lahan terbukaTinggiApi menjalar cepat — ternak mati terbakar atau stress.
Pakan ternak terkontaminasi asapSedangRumput kering berabu berbahaya bagi ternak.
Habitat prioritas pemantauan:
Hutan gambut · Hutan primer · Kawasan TN/CA · Habitat orangutan & gajah · Wetland tropis
Tindakan konservasi & perlindungan satwa
Jangan menangkap satwa liar yang mengungsi ke permukiman — beri jalan ke hutan aman.
Dukung patroli masyarakat di tepi hutan.
Cegah pembakaran lahan — edukasi alternatif pengolahan lahan.
Laporkan hotspot aktif; jangan memadamkan api gambut tanpa teknik basah.
Pemulihan ekosistem: Restorasi gambut dengan rewetting; revegetasi dengan spesies asli; pemantauan satwa indikator 5–20 tahun; fokus pada koridor ekologis yang terputus.
Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.
Konteks Geografis & Lingkungan
Topografi
Dataran rendah (<200 m)(~100 m)
Dataran Rendah Kalimantan
Tanah Gambut
Gambut Sebangau & Palangka Raya
Hutan gambut · kedalaman hingga 16 m · risiko karbon high
Fauna: Bay Cat, Clouded Leopard, Hornbill, Orangutan Borneo, Proboscis Monkey, Sun Bear
Dampak Sekunder Kebakaran
Kebakaran hutan dan lahan dipengaruhi cuaca kering, angin, dan kelembapan. Dampak terbesar bagi masyarakat umumnya asap (PM2.5, CO) yang terbawa angin jauh dari sumber api, disertai risiko longsor dan banjir lumpur pasca-api.
Analisis angin (Asap menengah (~4 km)):
Angin dari Timur
(~26.9 km/jam, puncak 26.9 km/jam)
→ zona asap ke arah Barat
Permukaan terkini:
Barat Laut
→ Tenggara
(~2.8 km/jam)
Prioritas lapisan atas untuk dispersi abu/asap; angin permukaan terkini ditampilkan terpisah.
Dispersi multi-ketinggian
Prioritas Asap menengah (~4 km): Timur → Barat · Permukaan terkini: Barat Laut → Tenggara (~2.8 km/jam)
Asap menengah (~4 km)
Asap rendah (~2 km)
Permukaan (~10 m)
Sumber: open-meteo-multi
Kondisi Cuaca & Dampak Asap Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan sangat dipengaruhi cuaca kering, angin, dan kelembapan. Dampak terbesar bagi masyarakat jauh dari sumber api biasanya asap (PM2.5, CO) yang terbawa angin, bukan api langsung.
Tinggi
Kondisi cuaca sangat mendukung penyebaran api dan asap signifikan. Koridor asap dominan ke arah Barat. Efek gabungan: Koridor asap downwind. Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Angin memperluas api
Terdeteksi
Angin kencang mendorong api ke bahan bakar baru dan meningkatkan intensitas nyala api.
Angin ~26.9 km/jam — memperluas api ke bahan bakar baru.
Arah angin & koridor asap
Terdeteksi
Asap dan kabut terbawa ke arah berlawanan dari asal angin (downwind) — zona jauh dari api tetap terdampak.
Angin dari Timur (~27 km/jam) → asap menyebar ke arah Barat.
Kebakaran gambut
Perlu dipantau
Api bawah permukaan gambut sulit dipadamkan, menghasilkan asap tebal berhari-hari/minggu.
Lokasi berada di/at dekat kawasan gambut: Gambut Sebangau & Palangka Raya — risiko api bawah permukaan tinggi.
Intensitas hotspot / FRP
Terdeteksi
Fire Radiative Power (FRP) tinggi dan banyak titik hotspot menandakan kebakaran aktif signifikan.
FRP maksimum ~28.7 MW dari data hotspot. 125 titik hotspot aktif.
Asap & kabut (dampak utama)
Terdeteksi
Partikulat PM2.5, CO, dan gas beracun dari asap adalah dampak kesehatan terbesar — ISPA, gangguan jantung-paru, gangguan penglihatan.
Hotspot/karhutla aktif — asap dan partikulat PM2.5 menjadi dampak kesehatan utama.
Kelembapan udara rendah
Kemungkinan
Kelembapan relatif <40% mempercepat penguapan air dari bahan bakar dan memperluas api.
Kelembapan ~100% dari data cuaca.
Cuaca kering & kemarau
Perlu dipantau
Musim kemarau, kekeringan, dan curah hujan rendah membuat bahan bakar vegetasi kering dan mudah terbakar.
Suhu tinggi
Perlu dipantau
Suhu tinggi meningkatkan risiko penyalaan dan kecepatan penyebaran api.
Suhu ~24.5°C dari data cuaca.
Bahan bakar kering
Perlu dipantau
Litter, rumput kering, dan hutan sekunder yang kering menjadi bahan bakar cepat terbakar.
Dampak asap utama:
Gangguan pernapasan (ISPA, asma)Tinggi
— Partikulat halus masuk saluran napas — batuk, sesak, bronkitis akut.
Eksaserbasi jantung & hipertensiTinggi
— PM2.5 meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada penderita penyakit kronis.
Jarak pandang & keselamatan transportasiSedang
— Kabut asap mengurangi visibilitas — risiko kecelakaan jalan raya, bandara, dan pelayaran.
Keracunan CO (karbon monoksida)Tinggi
— Paparan asap pekat di ruang tertutup atau dekat sumber api dapat menyebabkan keracunan CO.
Kabut asap lintas batasSedang
— Asap dari karhutla skala besar dapat menyebar ratusan km mengikuti angin dominan.
Gangguan ekonomi & pariwisataSedang
— Sekolah/tempat kerja tutup, aktivitas luar ruangan terhenti, kerugian sektor pariwisata.
Efek gabungan:
Koridor asap downwind — Angin dominan membentuk koridor asap ke perkotaan di arah berlawanan angin — dampak kesehatan terbesar di zona ini.
Asap gambut berkepanjangan — Kebakaran gambut menghasilkan asap tebal berhari-hari; ISPU dapat tetap buruk meski api permukaan reda.
Kabut asap regional — Banyak hotspot aktif + angin memperluas kabut asap ke wilayah luas.
Data cuaca (open-meteo):
suhu 24.5°C,
RH 100%,
angin 2.8 km/jam.
Zona dampak sekunder potensial
Provinsi: KALIMANTAN TENGAH
Kabupaten/Kota: KAB. KATINGAN, KAB. KOTAWARINGIN TIMUR
Kecamatan: KAMIPANG, TASIK PAYAWAN, KATINGAN HILIR, SERANAU, CEMPAGA, BAAMANG, TEWANG SANGALANG GARING, MENTAWA BARU KETAPANG, CEMPAGA HULU, KOTA BESI, PULAU MALAN, MENTAYA HILIR UTARA, PARENGGEAN
Daftar kecamatan/kelurahan memakai gabungan koridor dispersi multi-ketinggian (VAAC, lapisan atmosfer, permukaan terkini, dan historis bila ada).
Faktor Fenomena Iklim & Musim
Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat
(bulan 11)
Rendah
Fenomena teridentifikasi: Outlook/prediksi musim BMKG.
Fenomena regional & atmosfer
Outlook/prediksi musim BMKG
Terdeteksi
Peringatan atau outlook musim dari BMKG (prediksi kemarau/hujan di atas/bawah normal).
Teridentifikasi dari konteks peringatan/teks bencana.
Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.
Kebakaran → Cuaca Ekstrem
Tinggi
Karhutla → Asap (koridor angin)
Asap adalah dampak dominan — menyebar mengikuti angin ke kota jauh dari api.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: ISPU buruk · El Niño + musim kemarau
Kebakaran → Banjir
Rendah
Kebakaran → Banjir lumpur
Lahan gundul pasca-api + hujan deras → debris flow di lembah.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Hujan pertama pasca-kemarau · Lereng terbakar
Kebakaran → Longsor
Sedang
Kebakaran → Longsor
Vegetasi hilang → tanah hidrofobik → lereng labil saat hujan.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Hujan di lereng terbakar
Asap & polusi udara (dampak utama)
Tinggi
Terkait: Cuaca Ekstrem
Asap karhutla terbawa angin ke koridor downwind — ISPA, gangguan jantung-paru, jarak pandang berkurang, bahkan ratusan km dari sumber api.
Angin dari Timur (~26.9 km/jam) membawa asap ke arah Barat — dampak kesehatan terbesar di koridor downwind.
Outlook/prediksi musim BMKG — Teridentifikasi dari konteks peringatan/teks bencana.
Asap terbawa angin dari Timur ke arah Barat (~26.9 km/jam).
Koridor asap downwind: Angin dominan membentuk koridor asap ke perkotaan di arah berlawanan angin — dampak kesehatan terbesar di zona ini.
Asap gambut berkepanjangan: Kebakaran gambut menghasilkan asap tebal berhari-hari; ISPU dapat tetap buruk meski api permukaan reda.
Kabut asap regional: Banyak hotspot aktif + angin memperluas kabut asap ke wilayah luas.
Dampak asap: Gangguan pernapasan (ISPA, asma) — Partikulat halus masuk saluran napas — batuk, sesak, bronkitis akut.
Dampak asap: Eksaserbasi jantung & hipertensi — PM2.5 meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada penderita penyakit kronis.
Dampak asap: Keracunan CO (karbon monoksida) — Paparan asap pekat di ruang tertutup atau dekat sumber api dapat menyebabkan keracunan CO.
Kecamatan potensial terpapar:
KAMIPANG, TASIK PAYAWAN, KATINGAN HILIR, SERANAU, CEMPAGA, BAAMANG, TEWANG SANGALANG GARING, MENTAWA BARU KETAPANG, CEMPAGA HULU, KOTA BESI, +3 lainnya
Zona potensial (estimasi): Koridor downwind dari hotspot kebakaran menuju perkotaan dan permukiman.
Indikator waspada: ISPU tidak sehat/sangat tidak sehat · Angin kencang memperluas jangkauan asap · Asap gambut berkepanjangan
Longsor pasca-kebakaran
Sedang
Terkait: Longsor
Tanah kehilangan ikatan akar dan lapisan hidrofobik membuat air tidak meresap, mempercepat aliran permukaan.
Zona potensial (estimasi): Lereng yang terbakar, terutama di atas jalan dan permukiman.
Indikator waspada: Hujan pertama setelah musim kemarau · Aliran debris di lembah
Banjir lumpur (debris flow)
Rendah
Terkait: Banjir
Material terbakar + hujan lebat membentuk aliran lumpur berkecepatan tinggi.
Zona potensial (estimasi): Lembah dan hilir dari area terbakar.
Indikator waspada: Hujan deras di lahan gundul bekas api
Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.
Bantuan Logistik untuk Kejadian Ini
Profil panduan: Bencana Kering
Acuan: Kebutuhan Penanganan Bencana Basah dan Kering
Kebutuhan logistik untuk Kebakaran Hutan di Kec. Selat, Kab. Karangasem, Bali, dengan ~27 ribu jiwa (estimasi paparan) sebagai acuan skala, prioritas ke koridor asap arah Barat, tingkat Darurat — percepat bantuan 72 jam pertama.