Jiwa dalam zona paparan gempa berisiko mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental, terutama jika terjadi pengungsian atau kerusakan sanitasi.
Penyakit (Infeksi & Menular)
Diare akutSedangAir dan makanan terkontaminasi, sanitasi rusak
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)SedangPengungsian padat, debu, dan cuaca ekstrem
Infeksi lukaSedangLuka tidak segera ditangani di lingkungan kotor
TetanusRendahLuka tertutup tanpa imunisasi lengkap
Bahaya Non-Penyakit
Trauma fisik dan frakturTinggiTertimpa reruntuhan, jatuh, atau luka robek
Gangguan jiwa pascatraumaTinggiKecemasan, insomnia, dan stres setelah guncangan
Hipotermia atau heat strokeSedangMenginap di luar ruangan tanpa perlindungan
Keracunan gas atau asapSedangKebocoran gas LPG/tabung setelah kerusakan bangunan
Kelompok rentan prioritas:
Lansia dan penyandang disabilitas · Anak-anak · Ibu hamil dan menyusui · Penderita penyakit kronis (jantung, diabetes, asma)
Pencegahan bagi populasi terpapar
Gunakan air bersih atau air yang dimatangkan; cuci tangan dengan sabun.
Bersihkan dan tutup luka; segera ke fasilitas kesehatan jika luka dalam.
Jaga kebersihan pengungsian dan buang sampah secara teratur.
Dukung kesehatan jiwa keluarga — ajak bicara dan istirahat cukup.
Kapan ke fasilitas kesehatan: Segera ke Puskesmas/RS jika ada luka berat, perdarahan tidak berhenti, sesak napas, demam tinggi berkelanjutan, diare berulang, atau gejala depresi/trauma yang mengganggu aktivitas.
Informasi edukatif berdasarkan pedoman kesehatan bencana — bukan diagnosis medis. Segera ke fasilitas kesehatan jika gejala berat.
Dampak Ekologis & Keanekaragaman Hayati — Gempa
Gempa mengganggu habitat darat dan pesisir, memicu longsor, kerusakan hutan, dan perubahan muka air tanah yang berdampak pada flora, fauna, dan jaringan ekosistem setempat.
Bencana ini berpotensi memengaruhi seluruh komponen hidup di zona paparan — tidak hanya manusia, tetapi juga tumbuhan, satwa liar, perairan, dan ekosistem setempat.
6 dampak tinggi
teridentifikasi pada komponen biologis di zona ini.
Flora & Vegetasi
Pohon tumbang & kanopi rusakTinggiGuncangan kuat merobohkan pohon besar, membuka kanopi dan mengubah mikroiklim hutan.
Vegetasi tepi jurang & lerengTinggiRetakan tanah dan longsor menghancurkan vegetasi penguat lereng.
Tanaman pangan & perkebunanSedangInfrastruktur irigasi rusak; tanaman mati akibat genangan atau kekeringan pasca-gempa.
Fauna (Satwa Liar)
Satwa liar terperangkap reruntuhanTinggiBurung, reptil, dan mamalia kecil di bangunan/kawah longsor.
Perubahan perilaku & migrasiSedangGempa susulan mendorong satwa meninggalkan habitat — risiko konflik manusia-satwa.
Koloni penyerbuk (lebah, kupu-kupu)SedangSarang dan habitat penyerbuk rusak; penurunan produksi buah liar sementara.
Perairan & Biota Akuatik
Ikan & biota sungaiSedangMaterial longsor ke sungai meningkatkan kekeruhan dan mengurangi oksigen terlarut.
Mata air & mata air vulkanikRendahPerubahan aliran air tanah dapat mengeringkan atau memunculkan mata air baru.
Habitat & Ekosistem
Fragmentasi habitat hutanTinggiJalan longsor dan celah kanopi memecah konektivitas populasi satwa.
Ekosistem pesisir (mangrove, lamun)SedangSubsiden tanah dan gelombang resonansi merusak zona intertidal.
Tanah labil pasca-guncanganTinggiLereng rawan longsor susulan — habitat tidak stabil untuk regenerasi cepat.
Ternak & Hewan Peliharaan
Ternak terperangkap & stresTinggiKandang runtuh; hewan ternak panik, cedera, atau mati kelaparan.
Pakan & air minum ternakSedangPersediaan pakan terputus; kontaminasi air dari material bangunan.
Habitat prioritas pemantauan:
Hutan primer & sekunder · Lereng curam ber-HCV · Zona pesisir ber-mangrove · Kawasan konservasi satwa
Tindakan konservasi & perlindungan satwa
Evakuasi satwa peliharaan/ternak ke zona aman; sediakan pakan dan air bersih.
Hindari membuka jalan baru di lereng labil — gunakan jalur eksisting bila aman.
Pantau satwa liar yang masuk permukiman (ular, babi hutan, monyet) pasca-habitat rusak.
Amati satwa liar yang terluka atau terdampar di habitatnya.
Pemulihan ekosistem: Rehabilitasi vegetasi lereng dengan species lokal penguat tanah; bioremediasi sungai dari material longsor; pemantauan populasi satwa indikator 6–24 bulan pasca-bencana.
Informasi edukatif berdasarkan literatur ekologi bencana — bukan kajian lapangan.
Aset Logistik Bantuan Bencana
Kendaraan dan sarana logistik berikut merupakan milik DPP PDI Perjuangan dan selalu dikerahkan untuk mitigasi serta penanganan bencana.
Ambulans
Kendaraan medis darurat
Evakuasi medis, stabilisasi korban, dan rujukan ke fasilitas kesehatan di zona bencana.
KM Laksamana Malahayati
Kapal rumah sakit apung
Layanan kesehatan darurat, perawatan korban, dan dukungan medis di wilayah pesisir atau sulit dijangkau darat.
Aset ini mendukung distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan saat peringatan dini maupun fase tanggap darurat.
Kebutuhan Barang Bantuan Korban — Gempa Bumi
Daftar prioritas logistik bantuan untuk korban gempa — disusun agar relawan dan donatur dapat fokus pada barang yang benar-benar dibutuhkan di lapangan (72 jam pertama hingga fase pemulihan awal).
Prioritas 72 jam pertama
Air minum kemasan / galon
Sangat dibutuhkan
3–5 liter/orang/hariSumber air rusak atau terkontaminasi
Makanan siap saji (MP-ASI, biskuit, nasi kotak)
Sangat dibutuhkan
3× makan utama/orang/hariTidak perlu dimasak jika dapur rusak
Tenda pengungsian & terpal
Sangat dibutuhkan
1 tenda/5–8 KKBangunan tidak layak huni
Kasur lipat / matras / alas tidur
Sangat dibutuhkan
1/orangPengungsian terbuka atau gedung
Senter & baterai cadangan
Sangat dibutuhkan
1/KK + cadanganListrik padam
Kotak P3K & perban
Sangat dibutuhkan
1 kotak/25 orangLuka tertimpa reruntuhan
Kesehatan & medis
Masker debu (N95/kain)
Penting
2–3/orang/hariDebu bangunan roboh
Obat rutin (hipertensi, diabetes, asma)
Sangat dibutuhkan
7–14 hari stokPenderita penyakit kronis
Antiseptik, salep luka, handsanitizer
Penting
1 set/KKCegah infeksi luka
Alat bantu (kruk, kursi roda sementara)
Penting
Sesuai kebutuhanKorban cedera
Kebersihan & sanitasi
Sabun mandi & cuci tangan
Sangat dibutuhkan
1 batang/4 orangCegah diare pasca-bencana
Toilet darurat / closet portable
Sangat dibutuhkan
1/20–30 orangMCK rusak
Pembalut & popok dewasa
Penting
Paket wanita & lansiaKebutuhan khusus
Ember, gayung, jerigen air bersih
Penting
1 set/KKDistribusi air
Perlindungan & hunian sementara
Selimut & pakaian layak
Sangat dibutuhkan
1–2/orangMalam di pengungsian
Plastik kresek besar (kantong bantuan)
Penting
1/KKPenyortiran donasi
Palu, linggis, alat bantu evakuasi ringan
Pendukung
Tim SARPencarian korban
Genset kecil & kabel (jika aman)
Pendukung
1/lokasi pengungsianPenerangan & komunikasi
Kelompok rentan
Susu formula & MPASI bayi
Sangat dibutuhkan
Sesuai jumlah balitaBayi <2 tahun
Popok bayi
Sangat dibutuhkan
5–8/bayi/hari—
Makanan lunak / bubur lansia
Penting
Lansia tanpa gigi—
Kacamata cadangan & alat bantu dengar
Pendukung
Sesuai kebutuhanPenyandang disabilitas
Hindari donasi:
Pakaian bekas tidak layak · Makanan mudah basi tanpa cold chain · Donasi tidak terencana
Prioritas pengiriman: Prioritaskan air, makanan siap saji, tenda, dan P3K dalam 24 jam pertama.
Acuan logistik bencana — angka rentang ±30%, sesuaikan dengan kondisi lapangan sebelum pengiriman.
Dampak Sekunder Gempa Bumi
Guncangan utama dapat memicu fenomena berantai yang mempengaruhi wilayah lebih luas dari episentrum.
Faktor Fenomena Iklim & Musim
Bencana hidrometeorologi di Indonesia sangat dipengaruhi variabilitas iklim besar: ENSO (El Niño/La Niña), Dipole Samudera Hindia (IOD), osilasi Madden-Julian (MJO), monsun Asia-Australia, dan musim kemarau–hujan lokal. Fenomena ini memperkuat atau melemahkan risiko karhutla, banjir, longsor, dan dampak asap.
Zona monsun: Sumatera, Jawa, Kalimantan barat — monsun barat
(bulan 11)
Rendah
Tidak ada fenomena iklim besar teridentifikasi; pantau update BMKG (ENSO/IOD/MJO).
Bencana primer jarang berdiri sendiri — rangkaian kausal (rantai dampak) dan korelasi antar jenis bencana membantu memprioritaskan mitigasi, evakuasi, dan bantuan logistik.
Gempa → Tsunami
Rendah
Gempa → Tsunami
Gempa dangkal kuat di lepas pantai dapat memindahkan dasar laut vertikal → gelombang tsunami.
Korelasi kuat Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Air laut surut · Gempa dirasakan kuat di pesisir
Gempa → Longsor
Rendah
Gempa → Longsor
Getaran melemahkan lereng curam; diperparah hujan dan tanah vulkanik labil.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Gempa susulan · Lereng basah
Gempa → Likuefaksi
Rendah
Gempa → Likuefaksi tanah
Guncangan kuat pada tanah berbutir halus berair menyebabkan likuefaksi — bangunan mengendap dan tanah memancarkan air.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Tanah memancarkan air · Bangunan miring · Paving bergelombang
Gempa → Banjir
Rendah
Likuefaksi → Genangan
Tanah berlikuefaksi di dataran rendah menyebabkan genangan, kerusakan drainase, dan banjir lokal.
Korelasi sedang Terdeteksi dalam analisis dampak
Indikator: Tanah memancarkan air · Bangunan miring
Gempa susulan (aftershock)
Sedang
Penyesuaian tekanan di sekitar patahan utama setelah gempa induk.
Zona potensial (estimasi): Radius beberapa puluh hingga ratusan km dari episentrum.
Indikator waspada: Guncangan berulang dalam 24–72 jam · Bangunan sudah rusak rentan roboh
Tsunami
Rendah
Terkait: Tsunami
Perpindahan dasar laut vertikal pada gempa di bawah/laut dangkal dapat menghasilkan gelombang tsunami.
Zona potensial (estimasi): Pesisir dalam radius ratusan km dari sumber, tergantung magnitudo dan kedalaman.
Indikator waspada: Air laut surut tiba-tiba · Gemuruh seperti kereta api · Gempa kuat di pesisir
Longsor
Rendah
Terkait: Longsor
Getaran melemahkan lereng curam, terutama saat tanah basah atau bekas longsor.
Zona potensial (estimasi): Lereng di atas permukiman, tebing jalan, dan area bekas longsor.
Indikator waspada: Retakan tanah baru · Pohon miring · Mata air muncul mendadak
Likuefaksi tanah
Rendah
Terkait: Likuefaksi
Tanah berbutir halus berair kehilangan kekuatan akibat guncangan, seperti cairan.
Zona potensial (estimasi): Lahan rawa, reklamasi, tepi sungai, dan area endapan alluvial.
Indikator waspada: Tanah memancarkan air · Bangunan miring/mengendap · Paving retak bergelombang
Genangan pasca-likuefaksi
Rendah
Terkait: Banjir
Tanah berlikuefaksi dan drainase rusak menyebabkan genangan lokal serta banjir setelah gempa.
Zona potensial (estimasi): Dataran rendah, reklamasi, dan kawasan permukiman padat.
Indikator waspada: Genangan muncul tanpa hujan · Saluran tersumbat lumpur
Analisis otomatis berdasarkan jenis bencana, lokasi, tingkat keparahan, dan data angin — skenario potensial, bukan dampak terverifikasi atau kajian teknis resmi.
Mitigasi Gempa Bumi
Sebelum
Kenali titik kumpul dan jalur evakuasi di rumah, sekolah, dan kantor.
Siapkan tas siaga berisi air, makanan ringan, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Amankan furnitur berat dan benda mudah jatuh; latih keluarga prosedur Drop, Cover, Hold On.
Periksa struktur bangunan dan ikuti standar ketahanan gempa.
Saat Kejadian
Jauhi jendela, dinding luar, dan benda yang bisa roboh.
Jika di dalam ruangan: berlindung di bawah meja kuat hingga guncangan berhenti.
Jika di luar: ke area terbuka jauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon.
Jika di pantai: waspadai potensi tsunami setelah gempa kuat.
Setelah
Periksa kondisi diri dan keluarga; bantu tetangga yang membutuhkan.
Matikan gas, listrik, dan air jika ada kerusakan.
Gunakan radio/seluler untuk informasi resmi; hindari hoaks.
Hindari bangunan rusak dan pantau gempa susulan.
Evakuasi: Evakuasi jika ada perintah resmi, bangunan tidak aman, atau ancaman tsunami. Bawa dokumen penting dan ikuti jalur evakuasi yang ditandai.